[Seorang Penyair dengan Gadis Penjual Bunga]
Suatu hari di suatu waktu, saat pasar tengah sesak akibat saudagar-saudagar pencari rempah-rempah, kota itu selalu saja tiba-tiba menjadi ramai, terkenal dengan hasil perkebunannya yang selalu dicari-cari.
Seorang pria tengah berkuda menyurusi jalanan pasar yang sesak, ia pun memelankan kudanya saat dari kejauhan ia melihat seorang gadis cantik penjual bunga, dan ia pun berbicara kepada gadis itu atas kudanya.
"Nona, kau begitu cantik, secantik mawar di genggamanmu" ucap pria tersebut.
Sang gadis penjual bunga pun menatap kearah pria tersebut lalu tersenyum dan tertunduk malu, lalu ia menjawab "Terima kasih tuan, andaikata Tuan berkenan, kuberikan setangkai mawar terbaik dengan harga 2 dirham saja"
Pria itu pun turun dari kudanya lalu berdiri tepat didepan sang gadis, "Nona, aku adalah seorang Penyair, boleh kah aku, membacakan sebuah syair untukmu?"
Syair itu pun didengarkan dengan penuh senyum oleh sang gadis, hatinya tersentuh mendengar tiap kata dari Sang Penyair, syair tersebut berisi tentang betapa cantiknya sang gadis dan betapa sang penyair jatuh cinta padanya.
"Tuan, syair yang Tuan bacakan, membuat hati saya mekar seperti bunga bunga ini, tapi Tuan, saya mempunyai seorang adik perempuan, yang jauh lebih cantik, jauh lebih muda dari saya, matanya lebih indah dari saya, suaranya lembut dan hatinya penuh cinta, ia berdiri tepat dibelakang Tuan" jawab Sang Gadis penuh senyum.
Mendengar semua keindahan itu, Sang Penyair langsung menoleh dengan cepat kearah belakangnya, namun tak ia dapati apa apa selain pemandangan pasar yang sesak dan ramai.
"Pergilah engkau wahai pendusta, tidaklah Tuan mengaku cinta, kecuali kepada satu hati saja, sesungguhnya saya tak akan pernah cukup, bilamana Tuan selalu mencari yang jauh lebih indah dari pada sekedar saya. Tinggalkan saya, karna laki-laki seperti Tuan, tak layak untuk cinta yang nyaris saja saya berikan kepada Tuan"
A story by
@al.thafandra