Instagram story viewer> @zulhaq_> Post
3 years ago
Co Creator: edohwijaya
Photo by Zia Ulhaq on November 13, 2023.
Photo by Zia Ulhaq on November 13, 2023.
Photo by Zia Ulhaq on November 13, 2023.
14
Posted On: November 13th 2023, 08:38 am
Tagged Users:
BINCANG ASIK SERI 19: SIKAP DAN MASA DEPAN

Di sela kegiatan asistensi propernas, saya berbincang banyak dengan Mas Edo, dan mendengarkan kisah perjalanan hidupnya, yang menarik untuk saya tulis dan bagikan di sini.

Edo lahir di Samarinda, 33 tahun silam. Edo dan ibunya ditinggal oleh bapaknya saat usianya masih dua bulan, menurut kisah ibunya. Dia tidak tahu keberadaan bapaknya hingga kini, selain hanya mengetahui bahwa bapaknya adalah keturunan Tionghoa.

Saat masuk sekolah dasar, Edo memiliki bapak sambung, sayangnya meninggal dunia saat ia kelas 4 SD, sehingga harus hidup berdua lagi dengan Sang Ibu. Dari Samarinda, pindah ke Bontang, pindah ke Samarinda lagi, hingga akhirnya pindah dan menetap di Balikpapan.

Edo pernah bermimpi menjadi atlit basket, olahraga yang ia tekuni sedari SMP. Waktu mengikuti seleksi Kejurnas, ia sudah kuliah, dan tidak lolos, ia menyadari tidak boleh kecewa karena tugas menyelesaikan akademis tidak kalah penting, butuh fokus. Setelah itu, Basket tidak lebih dari perkara hobi, meskipun sempat dimanfaatkan sebagai ajang memperluas koneksi—ia bergabung dengan club basket chinese Samarinda, berharap mempermudahnya mendapatkan pekerjaan nantinya. Tetapi karena seringnya pesta minum dan sajian makanan di kegiatan klub itu yang tidak sesuai dengan keyakinannya, ia lantas meninggalkan klub itu.

Akhirnya, dia memutuskan untuk bekerja paruh waktu sambil kuliah, dari bekerja di Pizza Hut sampai menjadi sales produk elektronik, sampai ia mampu membeli motor untuk menunjang kerja, terutama jika lulus kelak nanti, pikirnya waktu itu. Menjelang Wisuda, motornya dicuri orang pada saat dia ke warnet, menelusur lowongan di internet. Kehilangan motor membuat mimpinya menjadi sales andalan usai kuliah dan tetap hidup di Samarinda terpatahkan. Usai wisuda dia memutuskan ke Balikpapan, ikut ibunya yang sudah menikah lagi, dengan bapak sambung kedua.

[BERSAMBUNG DI KOLOM KOMEN]
Comments (14)
ady_marwansyah 3 years ago

ady_marwansyah

🔥🔥semangat bray @edohwijaya

budibudiar07 3 years ago

budibudiar07

Semangat pejuang

idharmuhtar 3 years ago

idharmuhtar

Keren Mas Edo dan Pak Zia 🔥☺️

lauraginting_ 3 years ago

lauraginting_

terhuraaa 🥹🥹😍😍✨ kereen kamu mass @edohwijaya

santinurani 3 years ago

santinurani

Salam buat Mas Edo... tetap semangaaaat🔥🔥

adi9un 3 years ago

adi9un

ESS = edo spirit santai inspiratif mantabb semangat terus bro @edohwijaya

edox_xode 3 years ago

edox_xode

Semangat Edo🔥❤️

zulhaq_ 3 years ago

zulhaq_

Ternyata perubahan keputusan hidup yang diambil karena kehilangan motor itu, membawanya pada pekerjaan dengan karir yang mapan. Di Balikpapan, dia bekerja di salah satu perusahaan jasa K3 (PJK3) selama 7 tahun—dari menjadi IT, tim operasional dan safety, marketing, penyusun dokumen tender, hingga asisten instruktur. Dia selalu menyisihkan gajinya untuk mengambil sertifikasi K3 dan Teknik, mumpung bisa dapat kortingan harga sebagai orang dalam. Setelah 7 tahun itu, tahun 2017 dia pindah kerja ke Petrosea Balikpapan, berkontrak sebagai helper mechanic, yang selanjutnya bertugas sebagai Safety Patrol. Saat ini dia menjabat sebagai HSE Coordinator.

More posts

back to up