Posted On: November 13th 2023, 08:38 am
BINCANG ASIK SERI 19: SIKAP DAN MASA DEPAN
Di sela kegiatan asistensi propernas, saya berbincang banyak dengan Mas Edo, dan mendengarkan kisah perjalanan hidupnya, yang menarik untuk saya tulis dan bagikan di sini.
Edo lahir di Samarinda, 33 tahun silam. Edo dan ibunya ditinggal oleh bapaknya saat usianya masih dua bulan, menurut kisah ibunya. Dia tidak tahu keberadaan bapaknya hingga kini, selain hanya mengetahui bahwa bapaknya adalah keturunan Tionghoa.
Saat masuk sekolah dasar, Edo memiliki bapak sambung, sayangnya meninggal dunia saat ia kelas 4 SD, sehingga harus hidup berdua lagi dengan Sang Ibu. Dari Samarinda, pindah ke Bontang, pindah ke Samarinda lagi, hingga akhirnya pindah dan menetap di Balikpapan.
Edo pernah bermimpi menjadi atlit basket, olahraga yang ia tekuni sedari SMP. Waktu mengikuti seleksi Kejurnas, ia sudah kuliah, dan tidak lolos, ia menyadari tidak boleh kecewa karena tugas menyelesaikan akademis tidak kalah penting, butuh fokus. Setelah itu, Basket tidak lebih dari perkara hobi, meskipun sempat dimanfaatkan sebagai ajang memperluas koneksi—ia bergabung dengan club basket chinese Samarinda, berharap mempermudahnya mendapatkan pekerjaan nantinya. Tetapi karena seringnya pesta minum dan sajian makanan di kegiatan klub itu yang tidak sesuai dengan keyakinannya, ia lantas meninggalkan klub itu.
Akhirnya, dia memutuskan untuk bekerja paruh waktu sambil kuliah, dari bekerja di Pizza Hut sampai menjadi sales produk elektronik, sampai ia mampu membeli motor untuk menunjang kerja, terutama jika lulus kelak nanti, pikirnya waktu itu. Menjelang Wisuda, motornya dicuri orang pada saat dia ke warnet, menelusur lowongan di internet. Kehilangan motor membuat mimpinya menjadi sales andalan usai kuliah dan tetap hidup di Samarinda terpatahkan. Usai wisuda dia memutuskan ke Balikpapan, ikut ibunya yang sudah menikah lagi, dengan bapak sambung kedua.
[BERSAMBUNG DI KOLOM KOMEN]