Posted On: September 4th 2025, 12:35 am
Jalan Kaki di Tepi Pudak
Apa aroma laut ketika kawanan ikannya hilang?
Apa suara yang tertinggal setelah para nelayan tak lagi melaut?
Apa tekstur air ketika rumput laut lenyap, digantikan oleh limpahan limbah daratan?
Tur jalan kaki ini mengajak kita menyusuri pesisir utara Gresik. Dari kejauhan, garis pantai mungkin tampak biasa: air berjumpa daratan, kapal-kapal melintas, laut membentang luas. Namun, ketika kita menjejakkan kaki, pengalaman itu berubah: tekstur jalan yang tidak rata, udara yang membawa aroma tertentu, hingga pandangan yang menyingkap lapisan-lapisan lain dari laut.
Melalui berjalan kaki, kita diajak merasakan apa itu krisis ekologi dari pesisir: bagaimana laut yang dulu penuh kehidupan kini perlahan kehilangan fungsinya; bagaimana perubahan di darat berimbas pada ekosistem laut; dan bagaimana ingatan tentang laut tetap melekat meski kehidupan di sekitarnya kian berkurang.
Pertanyaannya, apakah indera kita mampu merasakan perubahan yang tidak kita saksikan langsung? Bisakah tubuh kita membaca krisis yang hadir secara perlahan, senyap, dan kadang tak kasat mata?
Tur ini bukan hanya perjalanan fisik, tetapi juga melatih kepekaan indera: melihat, mendengar, mencium, dan meraba tanda-tanda krisis yang terhampar di tepi Pudak.