Posted On: August 6th 2026, 02:47 pm
Segenap rasa yang aku bawa, adalah yang kukerahkan untukmu, semoga kita bisa terjaga dan saling menjaganya.
Kedua tangan ringkih kita akan saling bertautan, pada hari itu aku akan menangis dengan penuh ketidak percayaan bahwa cinta yang dulu aku kira goresan kasar diatas batu tak berbentuk huruf atau angka. Kini ada di hadapanku dalam wujud manusia yang menjadi doa di setiap pasrah diambang menyerah yang aku bisikkan pada sang maha kuasa.
Ternyata jawabannya adalah kamu,
Selama ini aku bingung mencari bertelanjang kaki, dengan punggung sobek bekas luka.
Kamu tidak bertanya asal lukanya dari mana
Kamu hanya memandangnya, mengusap kepalaku dengan penuh kasih. Memelukku dengan penuh sayang yang sangat asing, aku tidak pernah tahu bentuknya.
Aku selalu berfikir bahwa aku tidak layak. Penyangkalan masih berputar kencang diatas kepala.
"Oh sayangku, bagaimana membuat mu percaya bahwa ini adalah nyata ? Apakah harus aku ceritakan kisah 1001 malam ? Atau mau ku ceritakan tentang Layla dan Qais ? Semuanya akan aku ceritakan kepadamu, kita punya banyak sekali waktu"