Posted On: October 22nd 2026, 07:25 am
Luruh
Sebuah pameran tunggal oleh Dwi Puspita
Dikurasi oleh Gusbarlian
Pembukaan pameran : Jum'at, 30 Oktober 2026 16.00
Dilanjutkan dengan diskusi pada pukul 18.00
Dengan pembicara Dwi Puspita, Shanaz Haque dan Ifa Misbach
ArtSociates Bandung
Jl. Dago Giri 99
Bandung
Sebagai seniman yang kembali berkarya setelah lebih dari dua dekade menepi dari dunia seni, Dwi
Puspita terlihat memiliki cara pandang yang khas dalam berkarya. Lukisannya tidak berbicara tentang
isu besar di luar sana. Ia menjaga jarak dari keriuhan zaman, mengamati yang benar-benar dipahami
dan menjadi bagian hidupnya. Ia memilih melihat ke dalam diri, memilih fase tertentu dalam hidup
tanaman sebagai objek utama, yang baginya adalah cerminan perjalanan hidup.
Bagi Dwi Puspita, melukis adalah kerja meditatif untuk memahami diri. Tak hanya mengikuti intuisi
untuk terus bergerak, secara sadar ia mengobservasi emosi dan menguji keyakinannya selama proses
berkarya. Proses itulah yang membuat lukisannya menghadirkan sesuatu yang berada di antara
organisme dan ingatan yang terus hidup. Garis, bidang, dan warna pada lukisannya tampak tegas di
satu bagian, tetapi samar, pudar, atau menghilang di bagian lain.
Bentuk-bentuk organik menyerupai bunga pada kanvasnya tidak hadir sebagai representasi alam yang
utuh, sebab telah melebur dengan ingatan dan sejarah tubuh si pelukis. Citraan objek di atas
kanvasnya terasa familiar, namun sekaligus asing dan nyaris kehilangan identitas aslinya.
Melukis dengan cat air dan getah tanaman tembakau di atas kanvas adalah pilihan terbaiknya untuk
merekam kerapuhan sekaligus kekuatan yang bersembunyi di balik kelembutan kelopak bunga dan
daun yang perlahan mati, terlepas, luruh, lalu kembali menyatu dalam lapisan-lapisan alam.
Pameran akan berlangsung pada 30 Oktober - 17 November 2026.
Pameran ini adalah kerjasama ArtSociates Indonesia dan Semarang Gallery.