Posted On: October 27th 2026, 11:59 am
Mau tirus dengan Botox rahang, tapi kok malah jowl-nya keliatan turun dan menonjol? 🤔 Hati-hati, ini jebakan anatomi yang sering terlewat!
Secara anatomis, otot masseter bukan cuma bikin rahang terlihat kotak, tapi juga berfungsi sebagai skala penopang (scaffold) alami bagi jaringan lunak dan bantalan lemak di sekitarnya. Ketika otot ini disuntik Botox, volumenya akan menyusut (atrofi) agar wajah tampak lebih ramping dan berbentuk V-shape.
Namun, apa jadinya jika otot masseter menyusut, sementara kulit di sekitarnya sudah mulai kehilangan elastisitasnya?
Fenomena ini dikenal sebagai The Empty Space Effect. Kehilangan "dinding penahan" dari otot masseter membuat kantung lemak di area jowl (pre-masseter fat pad) yang ada di depannya menjadi lebih terekspos dan tampak menonjol keluar.
Kondisi ini paling sering dialami oleh pasien usia 35 tahun ke atas dengan tanda-tanda aging awal, memiliki struktur heavy jowl fat bawaan, atau akibat teknik dan dosis injeksi Botox yang terlalu agresif di bagian bawah rahang.
Itulah mengapa prosedur estetik tidak bisa disamaratakan (one size fits all). Dibutuhkan analisis anatomi yang presisi dan bijak—kadang perlu dikombinasikan dengan skin tightening (seperti HIFU/Ultherapy) atau dermal filler—untuk menjaga struktur jawline tetap kencang dan proporsional.
Punya pengalaman serupa atau mau konsultasi bentuk rahang yang paling pas untuk struktur wajahmu? Yuk, tulis di kolom komentar
#qeren #dokterorlen #botox #botoxmasseter