Posted On: November 1st 2026, 08:31 am
Di Serbia pada 2025, ketika gelombang demonstrasi mahasiswa menuntut akuntabilitas pemerintah, muncul kelompok tandingan bernama Students Who Want to Study. Sejumlah laporan investigasi mengungkap dugaan keterlibatan pihak politik dan peserta berbayar, sehingga memunculkan pertanyaan tentang independensi gerakan tersebut. Sementara itu, di Thailand, Twitter pada 2020 menghapus 926 akun yang dikaitkan dengan Angkatan Darat Thailand karena aktivitas terkoordinasi untuk memperkuat narasi promiliter dan menyerang oposisi. Penelitian berikutnya juga menyoroti operasi digital yang menyasar aktivis prodemokrasi.
Kedua kasus ini memberikan pelajaran penting bagi praktisi komunikasi: menciptakan kesan dukungan yang besar mungkin dapat memengaruhi percakapan publik sesaat, tetapi ketika keaslian dukungan diragukan, yang dipertaruhkan bukan lagi sekadar narasi, melainkan kredibilitas dan reputasi institusi itu sendiri.
“Public support can be manufactured, but public trust must be earned.”