Posted On: November 2nd 2026, 08:33 am
Sudah tiga malam ini saya berada di Mekkah utk menjalankan ibadah umroh secara mandiri. Kebetulan saya nginep di Novotel yg ternyata milik pengelola investasi dari Indonesia, Danantara (bayar sendiri, gak pake jadi endorser lho). Konon, investasi aset di Mekkah ini bakal diperluas lagi. Rasanya investasi di negri orang ini gak akan terjadi kalo gak dikenal dan dipercaya.
Pas banget semalem ada kawan wartawan telpon minta pendapat ttg branding-an Danantara yg lagi rame. Jadilah gw pengamat dadakan, tentunya dlm kapasitas sbg dosen komunikasi.
Reputasi harus berkembang mengikuti skala bisnis dan ekosistemnya. Pengembangan aset Danantara (seperti di Mekkah ini misalnya), menunjukkan mengapa reputasi internasional menjadi kebutuhan bagi institusi yang berbisnis secara global. Mengelola investasi lintas negara bukan hanya persoalan kemampuan finansial, tetapi juga membangun kepercayaan dengan pemerintah, regulator, dan mitra bisnis internasional. Tinggal kesenjangan pandangan yg jadi polemik belakangan ini bisa dijawab dgn transparansi dan akuntabilitas pemanfaatan sumber dayanya kepada publik di dalam negeri.