Anak muda jangan hanya menjadi penonton pembangunan. Harus ikut mengambil peran dan menciptakan peluang.
Dalam Rembuk Nasional Pemuda Indonesia ke-III di Jakarta, gubernur
@mirzano menyampaikan pentingnya mengembangkan potensi ekonomi desa melalui hilirisasi komoditas unggulan.
Ini sejalan dengan arah pembangunan nasional di bawah kepemimpinan Presiden
@prabowo, yang mendorong pemerataan ekonomi, peningkatan kesejahteraan petani, dan tumbuhnya aktivitas ekonomi hingga ke perdesaan.
Lampung punya potensi besar di sektor pertanian dan perkebunan, mulai dari kopi, kakao hingga lada. Tantangannya adalah bagaimana komoditas ini tidak hanya dijual sebagai bahan mentah, tetapi juga diolah di daerah asalnya sehingga nilai tambahnya bisa dinikmati masyarakat setempat.
Di sinilah anak muda punya ruang besar untuk berkontribusi. Petani menghasilkan bahan baku, sementara generasi muda bisa mengambil peran dalam pengolahan, pengembangan produk, teknologi hingga pemasaran digital. Dari situ akan tumbuh usaha baru dan lapangan kerja di desa.
Sementara itu, Ketua Dewan Pembina
@rembukpemuda Rahayu Saraswati Djojohadikusumo menyoroti pentingnya ruang diskusi yang terbuka dan konstruktif bagi generasi muda.
Ia menyampaikan keprihatinannya terhadap banyaknya perdebatan di media sosial dan ruang publik yang tidak berujung pada rekomendasi maupun hal-hal yang bisa dikerjakan bersama.
Menurut Saraswati, Rembuk Pemuda menjadi wadah bagi anak muda dari berbagai latar belakang untuk bertukar gagasan, menghimpun aspirasi daerah, dan merumuskan solusi yang bisa disampaikan kepada pemangku kepentingan.
Dua hal ini penting untuk kita dorong bersama. Anak muda perlu punya ruang untuk menyampaikan gagasan, sekaligus kesempatan untuk mewujudkannya menjadi karya dan aksi nyata.
Karena pembangunan tidak cukup hanya dengan ide. Harus ada keberanian untuk bekerja, berkolaborasi, dan menciptakan manfaat bagi masyarakat.