Posted On: November 3rd 2026, 11:33 am
Momen Pekerja Migran Indonesia (PMI) di Hong Kong mencecar rombongan menteri terjadi dalam forum dialog terbuka bertajuk "Pasti Ada Solusi" yang digelar pada Minggu, 1 November 2026.
Kritik tajam tersebut disampaikan oleh Maryanti, S.H., Ketua Umum Komunitas Masyarakat Tanggap Hukum (KMTH). Di hadapan perwakilan delapan kementerian, ia menyentil beban fiskal masyarakat di tanah air yang kian tertekan oleh berbagai pungutan pajak demi mendongkrak pendapatan negara. Maryanti secara terbuka mempertanyakan efisiensi anggaran negara yang justru dihamburkan untuk membiayai perjalanan dinas rombongan besar pejabat lintas kementerian ke luar negeri.
Maryanti melayangkan kritik bahwa di saat rakyat Indonesia diperas melalui pajak untuk pendapatan negara, anggaran tersebut justru digunakan untuk menerbangkan rombongan besar lintas kementerian yang diperkirakan mencapai 70 orang ke luar negeri.
Pihak kementerian sempat berkilah bahwa kedatangan mereka adalah untuk menginventarisasi persoalan atau "belanja masalah". Istilah ini langsung dibalas kritis oleh perwakilan PMI, Dedi Kristanto, yang menegaskan, "Ke sini jangan cuma buat belanja masalah," mengingat masalah PMI sudah bertahun-tahun disampaikan namun tak kunjung tuntas.
Perwakilan PMI juga melakukan aksi simbolis "salam tiga jari" langsung di hadapan para menteri sebagai bentuk luapan kemarahan, kekecewaan, dan protes keras atas lambatnya perlindungan hukum bagi buruh migran.
Load More