Posted On: November 4th 2026, 10:53 am
Untuk pertama kalinya, tim Common Room berhasil memanen ikan nila dari instalasi pertanian aquaponik yang dikembangkan di Cigadung, Bandung, pada Rabu (4/11/2026). Setelah melalui proses pemeliharaan selama kurang lebih lima bulan sejak penebaran benih pada Mei lalu, ikan nila yang semula berukuran 7–10 cm kini tumbuh hingga mencapai panjang 20–25 cm per ekor. Dengan pendampingan Pakebun, sistem aquaponik ini mengintegrasikan budidaya ikan (akuakultur) dan tanaman (hidroponik) dalam satu ekosistem yang saling mendukung. Menurut Staf Lapangan Common Room, Kiky Andhika kesehatan ikan yang terlihat dari kondisi fisik, warna insang, serta perilakunya yang aktif menjadi salah satu indikator keberhasilan proses pemeliharaan. Bahkan, beberapa ikan ditemukan dalam kondisi bertelur, yang turut menunjukkan bahwa lingkungan budidayanya mendukung kehidupan ikan. Selain ikan nila, tim Common Room juga memanen bawang daun dari instalasi yang sama.
Praktik ini memperlihatkan bahwa keterbatasan lahan bukanlah penghalang untuk mengembangkan sumber pangan secara mandiri. Melalui sistem yang memanfaatkan sirkulasi nutrisi antara ikan dan tanaman, aquaponik menawarkan pendekatan budidaya yang efisien dalam penggunaan air, adaptif terhadap ruang terbatas, dan lebih ramah lingkungan. Kolaborasi Pakebun dan Common Room di Cigadung menjadi contoh bagaimana edukasi, pemanfaatan teknologi, dan praktik langsung dapat berjalan beriringan untuk mendorong pertanian urban yang lebih cerdas dan berkelanjutan. Lebih dari sekadar menghasilkan ikan dan sayuran, inisiatif ini juga menjadi ruang belajar bersama untuk memperkuat kesadaran, kapasitas, dan peluang kemandirian pangan di tengah kehidupan perkotaan.
#communitynetworks#meaningfulconnectivity