instagram story viewer > #filosofi

#filosofi

Posts
Epitteto (50 d.C. – 135 d.C.) è stato uno dei più influenti filosofi greci di epoca romana e uno dei massimi esponenti dello Stoicismo tardo, insieme a Seneca e all’imperatore Marco Aurelio. Nato come schiavo a Ierapoli, nell’attuale Turchia — il suo stesso nome significa letteralmente “acquisito” o “comprato” —, trascorse la prima parte della vita al servizio di un liberto dell’imperatore Nerone a Roma, dove gli fu comunque concesso di studiare filosofia sotto la guida dello stoico Musonio Rufo. Ottenuta la libertà, iniziò a insegnare a Roma fino al 93 d.C., anno in cui l’imperatore Domiziano decretò l’espulsione di tutti i filosofi dalla città. Epitteto si trasferì quindi a Nicopoli, in Grecia, dove fondò una scuola filosofica diventata rapidamente celebre e frequentata da giovani patrizi, intellettuali e futuri governatori romani. Per Epitteto la filosofia non era una speculazione teorica, ma una guida pratica al vivere quotidiano per raggiungere la serenità interiore (atarassia). Il cuore del suo pensiero si fonda sulla dicotomia del controllo: la distinzione fondamentale tra le cose che dipendono da noi (i nostri pensieri, intenzioni, desideri e avversioni) e quelle che non dipendono da noi (il nostro corpo, la ricchezza, la reputazione, la salute e la morte). Secondo il filosofo, l’origine dell’infelicità e del dolore umano risiede nel tentativo improprio di controllare ciò che è fuori dal nostro potere o nel lasciarsi condizionare dalle circostanze esterne. Da questo presupposto deriva un altro suo celebre principio: gli uomini non sono turbati dalle cose in se stesse, ma dai giudizi e dalle interpretazioni che si formano su di esse. Come Socrate, Epitteto non lasciò alcun opera scritta. Tutta la nostra conoscenza del suo insegnamento la dobbiamo al suo fedele discepolo Arriano di Nicopoli, che trascrisse fedelmente le lezioni del maestro nei Discorsi e successivamente ne raccolse i precetti più immediati in una celebre guida tascabile, il Manuale (Enchiridion), rimasta per secoli una delle opere simbolo dell’etica e dell’autosufficienza spirituale dell’Occidente. #unchained #storia #successo #motivazione
Miyamoto Musashi (c. 1584 – 1645) è stato uno dei più grandi spadaccini, filosofi e strateghi della storia del Giappone. Considerato il Kensei (ovvero “Santo della Spada”), la sua figura si colloca a metà tra la realtà storica e il mito, incarnando l’archetipo del samurai errante (ronin) dedito alla perfezione marziale e spirituale. Questa frase esprime una profonda verità psicologica e strategica che si sposa perfettamente con la filosofia di Musashi e, più in generale, con il pensiero dei grandi guerrieri-filosofi della storia. Il significato centrale può essere riassunto in un concetto tanto semplice quanto potente: la vera pace non è assenza di capacità di combattere, ma controllo consapevole della propria forza. Se un uomo è pacifico solo perché non sa come essere violento, o perché ha paura del conflitto, la sua non è una scelta morale, ma una debolezza. Non sta scegliendo la pace, è semplicemente innocuo. Musashi e la filosofia marziale orientale insegnano che per essere davvero “virtuosi”, bisogna avere la capacità di agire (anche violentemente, se necessario) e scegliere deliberatamente di non farlo. Un agnello è pacifico per natura, ma non ha scelta; un guerriero che rinfodera la spada sceglie la pace attivamente. #unchained #storia #successo #motivazione
Baca Caption 👇 "Jika kamu belum mencapai banyak hal di usia 25, kamu mungkin telah terhindar dari salah satu ilusi terbesar masa muda." Di usia awal 20-an, otak secara alami mencari bukti cepat akan nilai diri — status, pengakuan, pencapaian instan. Tapi mengejar validasi terlalu cepat sering menjebak orang dalam jalur yang sebenarnya tidak pernah mereka pilih secara sadar. Riset tentang perkembangan karier menunjukkan bahwa orang yang lebih banyak mengeksplorasi sebelum usia 30 sering kali membangun arah jangka panjang yang lebih kokoh. Menguji ide, melakukan kesalahan secara terbuka, mengubah arah — di usia 25 itu terasa seperti kebingungan. Di usia 35, itu sering berubah menjadi kejelasan. Ini bukan berarti waktu tidak penting. Prefrontal Cortex memang terus matang hingga pertengahan 20-an, dan kapasitas otak untuk berubah memang bergeser seiring usia. Tapi neuroplastisitas — kemampuan otak membangun jalur baru — tetap berlangsung sepanjang hidup. Yang menentukan bukan angka usia, tapi konsistensi tindakan yang lo ambil dari titik manapun lo memulai. Masalahnya bukan saat lo masih mencari arah di usia 25. Masalahnya adalah saat "mencari jati diri" menjadi alasan untuk tidak pernah benar-benar mengeksekusi apapun — di usia berapa pun. Orang yang merasa "ketinggalan" sering justru mendapat sesuatu yang terlewatkan orang lain: perspektif, kesabaran, dan pemahaman yang lebih jelas tentang apa yang sebenarnya penting bagi mereka. Aku sudah merangkum 70 jebakan mental (Bias) yang diam-diam menyabotase keputusanmu setiap hari. Pelajari blueprint nya di Ebook Internal War, cek di link bio profile Disclaimer: I do not own this video; all rights belong to the original creator #polapikir #filosofi #kesadaran #psikologi
Lucio Anneo Seneca è stato uno dei più importanti filosofi dello stoicismo romano, oltre che scrittore, politico e precettore dell’imperatore Nerone. Al centro del suo pensiero troviamo la ricerca della serenità interiore, il dominio delle passioni e la capacità di affrontare le difficoltà senza lasciarsi guidare dalla paura. Per Seneca, infatti, non possiamo controllare tutto ciò che accade, ma possiamo scegliere il modo in cui reagire agli eventi. La citazione nasce dalle Lettere morali a Lucilio, una raccolta di riflessioni nelle quali il filosofo invita l’amico Lucilio a vivere con maggiore consapevolezza e coraggio. In particolare, compare nella Lettera 104, al paragrafo 26, anche se nel tempo è stata tradotta e rielaborata in forme leggermente diverse. Il significato resta però profondamente fedele alla filosofia stoica. Molte difficoltà acquistano potere proprio perché continuiamo a immaginarle, rimandarle o temerle. L’esitazione rende gli ostacoli più grandi di quanto siano davvero, mentre il coraggio di muovere il primo passo può ridimensionare ciò che sembrava impossibile. Seneca ci ricorda così che, a volte, non è la realtà a trattenerci, ma il modo in cui la nostra mente la anticipa e la trasforma. #booktokitalia #books #booktoker #booktok #book
Ada manusia yang tubuhnya masih berjalan, tetapi jiwanya telah lama berkemas. Ia tersenyum, bernapas, dan menjalani hari—namun diam-diam, seluruh musim dalam dirinya telah gugur. #Sastra #Kehidupan #Renungan #KataKata #Filosofi
Sedih memang... Dunia ini tidak berlangsung selamanya. Tapi begitulah hukum alam semesta. Bagaimana kalau selama ini kita salah memahami arti "berakhir"? Aku pribadi masih berada di antara percaya dan tidak percaya soal reinkarnasi. Tapi ada satu hal yang sulit diabaikan. Mungkin kita bukan hanya sekumpulan daging dan tulang. Tubuh kita hanyalah susunan miliaran atom yang membentuk sel. Dan sel membentuk kita. Lalu ketika kita mati...Atom-atom itu tidak ikut mati. Mereka tetap ada. Berpindah. Menjadi bagian dari sesuatu yang lain. Menjadi tanah, udara, tumbuhan, bahkan mungkin suatu hari menjadi bagian dari kehidupan baru. Kalau begitu jika tubuh hanyalah susunan atom, apakah "kita" benar-benar berakhir saat mati? Apakah yang benar-benar hilang hanyalah bentuknya? Atau mungkin itulah mengapa sebuah karya seni bisa terasa abadi. Karena meski penciptanya telah tiada, pola pikir, emosi, dan jejak keberadaannya masih hidup di dalam karya yang ia tinggalkan. Mungkin kita tidak hidup selamanya. Tapi sesuatu dari diri kita selalu menemukan cara untuk tetap ada. #asalaksara #Art #Sains #filosofi #reinkarnasi
Filosofi kata "Terserah" wanita
Shams TABRIZI adalah sosok yang memikat dalam sejarah spiritual dan mistik. Dikenal luas sebagai guru dari Jalaluddin Rumi, Shams Tabrizi memainkan peran penting dalam membentuk pemikiran dan puisi-puisi yang mendalam dari Rumi. Lahir di Tabriz, Persia, Shams dikenal sebagai seorang darwis pengembara, yang membawa filosofi dan kebijaksanaan dari perjalanan panjangnya melintasi negeri-negeri yang kaya budaya dan tradisi. Kehadirannya yang misterius dan kepribadiannya yang kuat tidak hanya mendorong transformasi spiritual di penghujung hidup Rumi, tetapi juga menanamkan pemahaman yang lebih dalam tentang cinta ilahi. Pertemuan pertama antara Shams dan Rumi adalah sebuah momen yang mendalam yang dikisahkan dengan penuh rasa kagum dan hormat dalam sejarah spiritual Islam. Dampaknya tidak hanya melingkupi Rumi, tetapi juga menciptakan gelombang pemikiran baru yang bertahan hingga hari ini, mempengaruhi para pencari kebenaran dan pengetahuan di seluruh dunia. Shams Tabrizi, dengan ajarannya yang berani dan pandangannya yang mendalam tentang kehidupan, telah menjadi simbol dari pencarian abadi akan pencerahan dan kebijaksanaan sejati.
Makna dan Filosofi Kutipan Kutipan sufistik ini mengandung pesan mendalam tentang kesempatan baru, keikhlasan, dan kedamaian hati. Berikut adalah beberapa poin makna utamanya: Pembaruan Hidup dan Harapan Baru ("Setiap pagi Allah memberimu ruh yang baru") Ketika kita terbangun di pagi hari, itu adalah bentuk kasih sayang Tuhan yang memberikan kita kesempatan, energi, dan napas kehidupan yang baru. Pagi hari disimbolkan sebagai lembaran putih yang bersih. Melepaskan Masa Lalu ("janganlah engkau bangun dengan hati yang masih tertambat pada senja kemarin") "Senja kemarin" melambangkan masa lalu—baik itu berupa kegagalan, kesedihan, kekecewaan, patah hati, maupun kesalahan yang telah lewat. Rumi mengingatkan kita agar tidak membawa beban, penyesalan, atau dendam masa lalu ke dalam hari yang baru. Ajaran untuk Move On dan Hidup di Masa Kini (Present Moment) Secara psikologis dan spiritual, kutipan ini mengajak kita untuk hidup sepenuhnya di hari ini. Menambatkan hati pada hari kemarin hanya akan menguras energi emosional dan membuat kita tidak bisa bersyukur atau melihat peluang yang ada di depan mata. #jalaluddinrumi #kontenislami #quotes #motivasi #fyp
Sering kali kita menyalahkan manusia karena keserakahan, kebohongan, atau pengkhianatan. Tapi pernahkah kita bertanya... Apakah semua itu lahir dari diri manusia, atau ada tekanan ekonomi yang perlahan mengubah cara seseorang berpikir dan bertindak? Tidak semua orang berubah karena ingin menjadi jahat. Sebagian berubah karena keadaan yang terus menekan. Menurutmu, mana yang lebih berpengaruh? Manusia atau ekonomi? 🤔 #Psikologi #Filosofi #RealitaHidup #SudutPandang #Refleksi Ekonomi Kehidupan RepublikTepung
Filosofi Coki Eps 1
🕊️ Filosofi Burung Murai Batu 🕊️ "Burung murai batu tak pernah takut berkicau setinggi langit, meski tubuhnya kecil. Ia mengajarkan bahwa yang membatasi langkah bukanlah keadaan, melainkan keraguan dalam hati. Jangan takut bermimpi besar, karena kita memiliki Tuhan Yang Maha Besar. Selama niatmu baik, usahamu sungguh-sungguh, dan doamu tak pernah putus, tidak ada mimpi yang terlalu tinggi bagi Allah SWT untuk diwujudkan pada waktu terbaik-Nya." #muraibatu #kicaumania #muraibatumedanjakarta #muraibatuindonesia #filosofimurai
back to up