instagram story viewer > #iNews

#iNews

Posts
Kasus pemukulan yang menimpa aktivis Ronald A Sinaga alias Bro Ron di Menteng, Jakarta Pusat, berakhir damai. Ronald mengungkapkan alasan berdamai adalah murni adanya miskomunikasi. "Di sini kami mengambil kesimpulan bahwa sebenarnya kami ini saudara semua. Apa yang terjadi di lapangan bisa dibilang 100 persen itu miskomunikasi setelah mengetahui alur ceritanya kenapa kami di situ, kenapa ada Bang Randi, kenapa ada Bang Ical. Oh, ternyata, ternyata kami di situ bukan untuk bermusuhan. Murni miskomunikasi," ujar Ronald kepada wartawan di Polsek Metro Menteng, Kamis (7/5/2026). Ia menegaskan masalah tersebut telah selesai. Ia pun meminta maaf kepada masyarakat usai kasusnya membuat kegaduhan. Baca selengkapnya hanya di https://www.inews.id/news Cretaor: ERL/AH #iNews #BroRon #PemukulanBroRon #Damai
Ketegangan memuncak dalam program 'Rakyat Bersuara' di iNews TV semalam. Moderator senior Aiman Witjaksono mengambil tindakan tegas dengan mengusir Permadi Arya alias Abu Janda keluar dari studio setelah dinilai tidak menjaga etika saat berdebat dengan Pakar Hukum Tata Negara, Feri Amsari. Kekacauan bermula saat Feri Amsari memaparkan data sejarah terkait dukungan bangsa Palestina terhadap kemerdekaan RI. Tak terima dengan argumen tersebut, Permadi Arya bereaksi dengan nada tinggi dan sikap yang dianggap melampaui batas kesopanan forum formal. Aiman Witjaksono yang berusaha menjaga kondusivitas acara berkali-kali memberikan peringatan, namun tidak diindahkan. Akhirnya, dengan sikap tegas, Aiman meminta Permadi meninggalkan ruangan demi kelanjutan diskusi yang lebih bermartabat. Sikap tegas moderator ini langsung mendapat respons beragam dari netizen. Banyak yang menilai langkah ini perlu dilakukan untuk menjaga marwah debat publik di televisi nasional. Persepsi kamu gimana?
Kalo kalian disitu apa yang kalian lakukan? . . [ Inews Tv Via TikTok/seputarsulawesi_ ]
“Stop de wol, Ai ripit... Stop de wol.” — Pepatah Solo, 2500SM Langkah Presiden Prabowo untuk jadi "Juru Damai" antara Iran dan Israel hanya akan jadi bahan tertawaan. Tadi malam, di YouTube Official iNews, Rocky Gerung mengkritik arah diplomasi luar negeri Indonesia (presiden) dengan menyoroti perbedaan fundamental dalam memandang konflik. Menurutnya, dunia internasional saat ini terjebak dalam dua perspektif yang bertolak belakang: perspektif permusuhan eksistensial antara Iran dan Israel, serta perspektif "hanya mainan" oleh Trump. Bagi Trump, politik luar negeri bukanlah soal nilai atau hukum, melainkan instrumen transaksional yg bisa ia tinggalkan begitu saja saat sudah merasa bosan, sama kayak yang Trump lakukan pada Venezuela. Perbedaan perspektif inilah yg membuat upaya perdamaian oleh Indonesia dianggap Rocky sebagai langkah yang absurd (untuk tidak mengatakannya konyol). Ia menilai keinginan Presiden Prabowo untuk menjadi juru damai antara Iran dan Israel lahir dari ketidaktahuan pada realitas tersebut. Indonesia dianggap tidak memiliki kekuatan untuk mengubah pola pikir Trump yang menganggap politik sebagai mainan, pun tidak mampu mengintervensi permusuhan Iran-Israel yang sudah sangat bebuyutan. Rocky membandingkan ambisi ini dengan upaya Jokowi dalam konflik Rusia-Ukraina dulu yang ia sebut hanya menjadi bahan tertawaan dunia. Rocky menyarankan agar pemerintah lebih realistis dengan mengalihkan fokus pada mitigasi dampak domestik dari perang itu. Daripada sibuk menjadi juru damai internasional yang mustahil berhasil, Presiden lebih baik memastikan stabilitas harga energi dan kebutuhan pokok di dalam negeri. Bagi Rocky, ancaman nyata bagi kepemimpinan nasional adalah kemarahan rakyat jika dampak ekonomi dari konflik tersebut (seperti kenaikan harga BBM dan LPG) gagal diantisipasi oleh pemerintah. Sumber video: Official iNews, 03 Maret 2026 #rumiisme
Debat panas terjadi di program Interupsi iNews! Ade Armando secara tegas membantah tuduhan penghinaan terhadap Jusuf Kalla (JK) yang dilaporkan oleh puluhan ormas Islam. "Saya bersumpah, saya tidak melakukan itu untuk menista Pak JK," tegasnya menanggapi tudingan framing video yang dianggap menyudutkan salah satu pihak. Saksikan Interupsi selengkapnya hanya di YouTube Official iNews: https://www.youtube.com/live/VgP2gYFHbuw #Interupsi #AdeArmando #jk #ormasislam #lbh #JusufKalla
Permadi Arya, pria kelahiran Cianjur pada 14 Desember 1973, memulai perjalanan hidupnya jauh dari ingar-bingar politik praktis. Sebelum dikenal luas sebagai Abu Janda, ia menempuh pendidikan formal di luar negeri dengan meraih diploma ilmu komputer di Singapura dan gelar sarjana bisnis dari University of Wolverhampton, Inggris. Bekal pendidikan ini membawanya ke dunia korporat, di mana ia sempat berkarier di berbagai sektor mulai dari perusahaan sekuritas, perbankan, hingga industri asuransi sebagai karyawan profesional. Transformasi kariernya menjadi sosok publik dimulai sekitar tahun 2014, bertepatan dengan memanasnya suhu politik nasional. Lewat media sosial, ia menciptakan persona "Abu Janda al-Boliwudi"—sebuah nama parodi yang bertujuan untuk menyindir narasi kelompok ekstremis dan radikal. Dengan gaya bicara yang blak-blakan dan sering kali jenaka namun provokatif, ia memposisikan diri sebagai pembela keberagaman dan pendukung setia pemerintahan Joko Widodo, yang kemudian melambungkan namanya sebagai salah satu influencer politik paling berpengaruh sekaligus kontroversial di Indonesia. Namun, ketenaran tersebut tidak lepas dari berbagai badai hukum dan polemik sosial. Sepanjang kariernya sebagai aktivis digital, Permadi kerap berurusan dengan kepolisian akibat pernyataannya yang dinilai menyinggung isu SARA, seperti perselisihannya dengan Natalius Pigai serta cuitan mengenai "Islam Arogan" yang sempat memicu gelombang protes besar. Meski sering dilaporkan, ia tetap eksis di ruang publik sebagai tokoh yang vokal melawan apa yang ia sebut sebagai bibit intoleransi di tanah air. Kontroversi terbaru yang menyelimuti Abu Janda mencapai puncaknya pada Maret 2026 dalam sebuah debat panas di program televisi "Rakyat Bersuara". Dalam acara tersebut, ia terpaksa diusir keluar studio oleh presenter Aiman Witjaksono setelah melontarkan pernyataan yang dinilai tidak beretika dan menghina tokoh senior Ikrar Nusa Bhakti. Insiden ini memicu gelombang kecaman dari berbagai aktivis demokrasi yang menganggap perilakunya di ruang publik sudah melampaui batas kewajaran dalam berpendapat. Sumber : Liputan 6, Detikcom #abujanda #aiman #inews
Jadi apakah langsung diketok palu bahwa itu hoax? Tulis pendapat lo di kolom komentar! Sumber Video: Official INews/ Youtube #MutatioMedia #ExplainerVideo
ABU JANDA VS NETIZEN! Debat Sejarah Palestina di TV 📺🔥 Bahas sejarah kok jadi panas gini? 🌶️ Pernyataan Abu Janda soal 'British Palestine' dan kekalahan Inggris ini langsung viral! Menurut kalian gimana, setuju atau ada fakta lain? 🤔 Simak videonya! 🍿 #FYP #Palestina #AbuJanda #RakyatBersuara #iNews
Medan — Suasana debat dalam program dialog Rakyat Bersuara memanas saat perbincangan antara Roy Suryo dan Rismon Sianipar berujung ketegangan di studio, Selasa (21/4/2026). Ketegangan tersebut membuat pembawa acara, Aiman Witjaksono, mengambil sikap tegas dengan meminta Razman untuk meninggalkan forum demi menjaga kondusivitas jalannya diskusi. Video : iNews / Rakyat Bersuara
GEMPAR! Studio Rakyat Bersuara iNews TV mendadak mencekam! 🔥 Pakar Hukum Refly Harun dan Jahmada Girsang nyaris adu jotos di depan kamera saat siaran LIVE! 😱 Ketegangan pecah saat Refly memutuskan Walk Out setelah menyindir Jahmada soal transparansi buku 'Jokowi’s White Paper'. Situasi memanas saat salam perpisahan berubah jadi kontak fisik! Jahmada yang tak terima disindir, menarik dan mendorong tubuh Refly hingga suasana tak terkendali. 🥊 Aiman Wicaksono dan kru sampai harus turun tangan melerai drama panas ini! Tak hanya itu, sebelum keluar, Refly Harun sempat melontarkan kalimat super pedas: Sebut Jokowi JAHAT karena membiarkan polemik ijazah memecah belah bangsa! ⚡ Apakah ini debat intelektual atau sudah jadi urusan personal? Tonton videonya sampai habis! Menurut kalian, siapa yang paling emosional? 👇 #ReflyHarun #JahmadaGirsang #RakyatBersuara #Jokowi #DebatPanas #BeritaViral #BeritaBetulBetul
Prof Latuhihin sudah dipesan Lebih Baik Mundur Karena Ada Abu Janda dan Terbukti Melihat Kelakuan di Panggung. Buat Apa Abu Janda Diberi Panggung oleh INews, Aiman Witjaksono dan Produser Rakyat Bersuara?? Bahkan Prof. Ferry Latuhihin mengakui keberadaan Abu Janda degradasi dirinya. #abujanda #rakyatbersuara #inews #inewstv #ferrylatuhihin
Media sosial kembali dihebohkan oleh video viral yang memperlihatkan momen pegiat media sosial, Permadi Arya alias Abu Janda, diusir dari sebuah ruang diskusi televisi. Insiden ini terjadi dalam program dialog di stasiun televisi iNews yang dipandu jurnalis Aiman Witjaksono pada Selasa, 10 Maret 2026. Ketegangan memuncak dan berujung pada keluarnya Abu Janda dari studio setelah ia terlibat adu mulut serta perdebatan sengit dengan Pakar Hukum Tata Negara, Feri Amsari. Perdebatan bermula saat Feri Amsari memaparkan alasan mengapa Indonesia terus mendukung Palestina secara penuh. Feri menyebut bangsa Indonesia memiliki utang sejarah yang sangat besar terhadap eksistensi Palestina. Namun, belum selesai argumen tersebut disampaikan, Abu Janda langsung memotong pembicaraan dengan nada tinggi. Ia secara frontal menepis pernyataan Feri dan menyebut narasi utang sejarah itu sebagai hoaks, dengan dalih bahwa pada tahun 1945 belum ada entitas negara Palestina yang resmi berdiri. Menanggapi bantahan tersebut, Feri Amsari membalas bahwa Abu Janda terlalu bersemangat namun keliru dalam memahami sejarah. Feri meluruskan fakta bahwa sumbangan penting untuk kampanye kemerdekaan Indonesia di Timur Tengah kala itu diberikan langsung oleh bangsawan asal Palestina kepada tokoh nasional H. Agus Salim. Bukannya mereda, Abu Janda justru terus memotong pembicaraan dan melontarkan kata-kata kasar. Merasa ruang publik telah dicemari oleh kekasaran verbal, Feri akhirnya meminta ketegasan Aiman Witjaksono untuk mengusir Abu Janda dari forum diskusi. Merespons desakan pengusiran tersebut, Abu Janda menantang balik dan menyatakan siap meninggalkan forum tanpa perlu diusir secara paksa. "Nggak usah lu usir, dengan senang hati, gue pergi," ucap Abu Janda secara emosional. Pernyataan itu langsung dibalas oleh Feri Amsari dengan sindiran tajam yang membuat suasana semakin mendidih. YT: iNews/Rakyat Bersuara� #thehappeningnews #abujanda #diusir #profesor #debat
back to up