Instagram story viewer> @jagatlitera> Posts
POSTS STORIES REELS TAGGED
Download All
Kelas telah selesai, kini saatnya karya dimulai! ✍️📚

Penerbit Jagat Litera membuka Program Nulis Bareng “Menulis Diri, Merawat Mimpi” yang dapat diikuti oleh peserta Semeja Daring maupun masyarakat umum.

Pilih salah satu jalur penulisan:

📝 Esai Reflektif
Bersama Riswanda Himawan dan Merri Christina Zalukhu

📖 Kisah Inspiratif
Bersama Neny Suswati dan Sutrisno Gustiraja Alfarizi

Ketentuan utama:
- Panjang naskah 1.000–1.500 kata
-  Berkas Microsoft Word
-  Biodata narasi maksimal 75 kata
-  Menyertakan foto terbaru
- Karya asli dan belum pernah diterbitkan dalam buku ber-ISBN

📅 Batas pengumpulan: 1 Agustus 2026
🔗 Formulir pengumpulan: https://forms.gle/ShZfUZV8uBkxUe1K6

Naskah akan melalui proses kurasi dan penyuntingan untuk diterbitkan dalam antologi ber-ISBN/QRSBN bersama Penerbit Jagat Litera.

Jangan biarkan pengalamanmu berhenti sebagai kenangan. Mari mengubahnya menjadi tulisan yang bermakna.

#NulisBareng #MenulisDiriMerawatMimpi #JagatLitera #EsaiReflektif #KisahInspiratif by @jagatlitera
2
6 days ago
Download
“Kamu terlalu sibuk.”

Saya sering mendengar kalimat itu. Dan sejujurnya, saya tidak bisa membantah.

Saat ini, saya sedang menempuh pendidikan S-3 secara mandiri. Ada perkuliahan, naskah buku yang harus diselesaikan, Penerbit Jagat Litera dan Sekolah Menulis Jagat yang terus diupayakan bertumbuh, tulisan ilmiah yang perlu dipublikasikan, serta berbagai tanggung jawab lainnya.

Kadang saya bertanya, “Kenapa hidup saya dipenuhi dengan kegiatan seperti ini?”

Setiap kali pertanyaan itu muncul, saya teringat pada seorang anak kecil yang gemar membaca cerita. Jika akhir cerita yang dibacanya terasa kurang memuaskan, ia akan menuliskan versinya sendiri di buku tulis sederhana.

Anak kecil itu adalah saya.

Saya bukan berasal dari keluarga penulis. Saya juga tidak pernah membayangkan akan melanjutkan pendidikan hingga jenjang doktor.

Saat S-1, saya berkuliah dengan beasiswa Bidikmisi. Pada masa itu, tulisan saya mulai dimuat di media massa dan saya mendapat kesempatan meraih Juara II Tangkai Seni Penulisan Cerpen dalam Pekan Seni Mahasiswa Daerah Jawa Timur.

Saat S-2, saya melanjutkan studi dengan beasiswa LPDP. Di fase itu, saya semakin menyadari bahwa kemampuan menulis bukan sekadar hobi, melainkan keterampilan yang membuka banyak peluang.

Kini, saat menempuh S-3 dengan biaya mandiri, saya semakin memahami bahwa keputusan sederhana seorang anak kecil untuk menulis ulang akhir cerita ternyata membawa pengaruh besar dalam hidupnya.

Menulis mempertemukan saya dengan banyak kesempatan.

Menulis membantu saya mengenal diri sendiri.

Menulis mengajarkan saya bertahan dalam berbagai keadaan.

Dan mungkin, sebagian besar kesibukan saya hari ini lahir dari sesuatu yang saya cintai sejak lama: menulis.

Karena itu, ketika ada yang berkata, “Kamu terlalu sibuk,” saya hanya tersenyum.

Sebab saya tahu, kesibukan itu tumbuh dari benih yang saya tanam sejak kecil.

🤍

Adakah satu kebiasaan kecil di masa lalu yang ternyata membawa Anda pada kehidupan yang dijalani hari ini?

Saya ingin membacanya di kolom komentar.

💾 Simpan unggahan ini jika Anda sedang belajar percaya bahwa proses kecil yang dilakukan secara konsisten dapat mengubah banyak hal. by @jagatlitera
44
a month ago
Download
HALO, AKU GUSTI TRISNO
Penulis & Dosen Sastra dari Masa Depan.

Maksud “masa depan” bukan karena aku punya mesin waktu, melainkan karena aku percaya: menulis itu investasi paling masuk akal. Bukan cuma buat jadi penulis, melainkan buat jadi manusia yang lebih jernih berpikir, lebih rapi mengolah rasa, dan lebih kuat menyusun gagasan.

Perjalananku dimulai dari hal yang sederhana banget waktu SD:
aku sering nggak puas sama akhir cerita yang kubaca… lalu aku bikin ending versiku sendiri. Dari situ, aku paham satu hal: menulis itu cara paling jujur untuk “ikut hidup” di dalam cerita.

Masuk SMP, aku pindah ke blog: belajar menulis rutin, belajar menyusun pengalaman jadi kalimat, belajar “didengar” meski awalnya cuma oleh segelintir orang.
Di SMA, aku mulai jatuh cinta pada cerpen: belajar merangkum dunia yang luas ke dalam ruang yang sempit, tapi tetap berdampak.

Lalu, kuliah Pendidikan Bahasa Indonesia membuka pintu yang lebih besar: dari S-1, S-2, sampai S-3, menulis bukan cuma urusan kreativitas, melainkan juga urusan disiplin, cara berpikir, dan cara bertanggung jawab pada kata-kata. Di fase ini, medan menulisku makin luas: fiksi sampai nonfiksi, dari karya kreatif sampai kerja akademik.

Di mikroblog 20 slide ini, aku rangkum semuanya:
✍️ perjalanan menulis dari SD–kuliah
📚 karya fiksi & nonfiksi yang kubangun pelan-pelan
🎤 pengalaman sebagai trainer penulisan dan juri
🏆 prestasi + pelatihan yang sering berujung produk nyata (bukan sekadar “pelatihan selesai”)

Kalau kamu pernah merasa: “aku pengin nulis, tapi ragu apakah bisa konsisten”, mungkin kamu akan menemukan satu titik yang “klik” di salah satu slide.

👉 Geser sampai salindia (slide) 20.
Lalu, komentar: kamu mulai menulis serius sejak SD / SMP / SMA / Kuliah / baru mau mulai?

#GustiTrisno #MikroblogMenulis #MenulisItuDilatih #PenulisIndonesia #DosenSastra CeritaMenulis WritingJourney BelajarMenulis taken in Universitas Negeri Malang - UM by @jagatlitera
65
6 months ago
Download
Kuliah bukan hanya tentang menyelesaikan tugas, tetapi juga tentang membangun jejak. Salah satunya melalui buku. 📚

Banyak mahasiswa berpikir bahwa menerbitkan buku harus menunggu lulus. Padahal, selama memiliki naskah dan kemauan untuk belajar, proses itu bisa dimulai dari sekarang.

Jika kamu sedang menyiapkan naskah—baik hasil penelitian, kumpulan esai, buku ajar, maupun karya lainnya—Jagat Litera siap mendampingi proses penerbitannya.

Karena setiap karya layak menemukan pembacanya.

📩 Konsultasi penerbitan melalui DM atau WhatsApp di bio.

#JagatLitera #PenerbitBuku #MahasiswaMenulis #KuliahS3 #menerbitkaninspirasi by @jagatlitera
3
14 hours ago
Download
Dulu, saya mengira menjadi pemateri berarti harus selalu percaya diri.

Ternyata tidak.

Tahun 2019, ketika pertama kali menjadi pemateri, saya justru malu, grogi, nervous, dan terus bertanya:
“Apakah saya cukup layak berbicara di depan mereka?”

Namun, dari pengalaman itu saya belajar bahwa keberanian bukan berarti tidak takut.

Keberanian adalah tetap berbagi meskipun rasa takut masih ada.

Menulis membawa saya ke banyak ruang belajar. Bukan hanya sebagai peserta, melainkan juga sebagai fasilitator yang ikut tumbuh dari setiap pertemuan.

Di konten ini, saya membagikan bagaimana menulis membawa saya menjadi pemateri.

Baca sampai akhir, ya.

Barangkali pengalaman ini juga sedang kamu rasakan.

Simpan postingan ini kalau kamu sedang belajar percaya diri untuk berbagi.

Bagikan juga kepada teman yang ingin mulai menulis, mengajar, atau menjadi pemateri.

#KelasMenulis #PemateriMenulis #Literasi #PublicSpeaking #PenulisIndonesia by @jagatlitera
1
2 days ago
Download
Mungkin, akhir pekan ini kamu tidak membutuhkan kelas yang membuatmu semakin banyak tahu.

Mungkin, yang kamu butuhkan adalah ruang yang membuatmu akhirnya mulai menulis.

Sebab, banyak tulisan tidak pernah selesai bukan karena kita tidak mampu. Melainkan karena tidak pernah ada momen untuk benar-benar memulainya.

Semeja Daring hadir bukan hanya untuk berbagi materi. Kami ingin menemani langkah pertama itu—mulai menemukan arah tulisan, mengembangkannya, hingga melanjutkannya setelah kelas usai.

Kalau selama ini ada esai beasiswa yang belum selesai, kisah hidup yang masih tersimpan, atau gagasan yang terus kamu tunda, mungkin inilah saatnya memberi waktu untuk menuliskannya.

📖 Jumat malam kita belajar bersama.
✍️ Sabtu pagi kita melanjutkan perjalanan.

Geser carousel ini untuk melihat bagaimana kelas ini dirancang.

Jika merasa ini adalah ruang yang kamu cari, kamu masih bisa bergabung. Informasi pendaftaran tersedia pada pamflet atau bisa langsung melalui DM.

Sampai jumpa di Semeja Daring.

Karena setiap tulisan besar selalu dimulai dari keberanian menulis kalimat pertama. by @jagatlitera
0
9 days ago
Download
Ide adalah pintu masuk. Namun, naskah yang kuat membutuhkan lebih dari sekadar ide.

Penulis perlu menentukan bagian mana yang menjadi pembuka, kapan konflik mulai terasa, peristiwa mana yang harus diperlihatkan, bagian mana yang cukup diceritakan, dan bagaimana perubahan tokoh dibangun secara masuk akal.

Sutrisno Gustiraja Alfarizi tidak hanya menulis karya kreatif, tetapi juga meneliti pembelajaran menulis. Salah satu penelitiannya mengembangkan bahan ajar penulisan cerpen fantasi kritis dengan memanfaatkan cerita rakyat Situbondo. Pada 2024, ia juga mengikuti residensi penulis di Pesisir Barat dan menghasilkan dua novel berlatar wilayah tersebut.

Perjalanan itu menunjukkan bahwa cerita tidak hanya menunggu inspirasi. Cerita perlu ditemukan melalui pengamatan, riset, pemilihan sudut pandang, dan penyusunan struktur.

Dalam sesi ini, peserta akan diajak melihat pengalaman pribadi sebagai bahan cerita yang masih perlu diolah menjadi naskah yang utuh.
Karena pengalaman memberi bahan, tetapi tekniklah yang membuat pembaca bertahan.

#jagatlitera #kisahinspiratif #esaibeasiswa #kelasmenulis by @jagatlitera
0
10 days ago
Download
Banyak yang mengira setiap kali saya berbicara tentang tulisan, pasti yang dibahas adalah esai beasiswa.

Padahal, tidak selalu demikian.

Ada ruang yang berbeda, dengan tujuan yang berbeda. Sebab, tidak semua pengalaman hidup ditulis untuk lolos seleksi. Ada yang ditulis agar pengalaman itu menemukan makna, lalu menguatkan orang lain yang membacanya.

Di carousel ini, saya bercerita mengapa saya memilih jalur pembahasan yang berbeda dalam Semeja Daring, sekaligus apa yang akan dipelajari pada sesi yang saya ampu.

Geser sampai selesai. Siapa tahu, selama ini yang ingin kamu tulis bukan esai beasiswa, melainkan kisah yang memang layak untuk dikenang dan dibagikan.

Kalau setelah membaca kamu merasa sesi ini cocok untukmu, tuliskan “SIAP MENULIS” di kolom komentar atau kirim DM untuk mendapatkan informasi kelas. Jangan lupa simpan postingan ini agar mudah kamu temukan saat siap mulai menulis. by @jagatlitera
0
10 days ago
Download
“Saya sudah menulis pengalaman hidup saya. Kenapa tetap terasa kurang tepat?”

Bisa jadi masalahnya bukan pada pengalaman yang kamu miliki, melainkan pada cara kamu mengolahnya.

Banyak orang menulis esai beasiswa dengan gaya bercerita seperti kisah inspiratif. Sebaliknya, tidak sedikit yang menulis kisah inspiratif dengan gaya yang terlalu formal dan penuh penjelasan. Akibatnya, pesan yang ingin disampaikan justru tidak sampai kepada pembacanya.

Padahal, setiap jenis tulisan memiliki tujuan, pembaca, dan pendekatan yang berbeda.

Memahami perbedaannya bukan sekadar soal teori. Ini adalah bekal penting agar tulisanmu mampu mencapai tujuan yang kamu inginkan—baik untuk meyakinkan reviewer beasiswa maupun menggerakkan hati para pembaca.

Lewat carousel ini, saya membahas mengapa dua jenis tulisan tersebut tidak boleh disamakan dan bagaimana mulai menempatkan pengalaman hidup pada wadah yang tepat.

Geser setiap slide sampai selesai. Siapa tahu, selama ini yang perlu kamu ubah bukan ceritanya, melainkan cara kamu menuliskannya.

Jika postingan ini bermanfaat, simpan agar mudah kamu pelajari kembali, bagikan kepada teman yang sedang mempersiapkan beasiswa atau mulai menulis kisah hidupnya, dan tuliskan “SIAP MENULIS” di kolom komentar sebagai langkah awal untuk menghasilkan tulisan yang lebih terarah.

Sampai bertemu di kelas. Mari bertumbuh bersama melalui tulisan. by @jagatlitera
0
11 days ago
Download
Ada pengalaman yang tidak cukup hanya dikenang.

Ia perlu ditulis agar menjadi jalan bertumbuh.

Dalam esai beasiswa, kita belajar menulis diri secara strategis: menyusun pengalaman, motivasi, rencana studi, dan kontribusi dengan jelas.

Dalam kisah inspiratif, kita belajar menulis diri secara hangat: mengolah pengalaman hidup menjadi cerita yang jujur, dekat, dan bermakna.

Dua bentuk tulisan ini berbeda. Namun, keduanya sama-sama berangkat dari satu hal: pengalaman diri.

Oleh karena itu, Jagat Litera menghadirkan Semeja Daring Menulis Diri, Merawat Mimpi: Dari Esai Beasiswa hingga Kisah Inspiratif.

Kelas ini dirancang untuk kamu yang sedang menyiapkan esai beasiswa, ingin menulis kisah inspiratif, atau masih bingung bagaimana memulai tulisan dari pengalaman sendiri.

Baca kontenl ini sampai akhir, ya.

Barangkali, ini bisa menjadi meja pertama untuk mulai menulis cerita, merawat mimpi, dan menemukan arah tulisanmu.

Simpan postingan ini.

Bagikan kepada teman yang sedang berjuang menulis esai atau ingin menulis kisah inspiratif.

Untuk informasi pendaftaran, silakan cek pamflet atau hubungi kami melalui DM Instagram.

#MenulisDiri #MerawatMimpi #EsaiBeasiswa #KisahInspiratif #BeasiswaLPDP by @jagatlitera
0
12 days ago
Download
“Apakah esai beasiswa masih penting?”

Pertanyaan itu sering muncul setiap kali format beasiswa berubah.

Ada yang beranggapan, ketika nama esainya berubah, maka yang perlu dipelajari juga harus dimulai dari nol. Padahal, yang berubah sering kali hanyalah bentuk pertanyaannya. Cara berpikir yang diuji tetap sama.

Esai beasiswa tidak pernah sekadar menguji kemampuan merangkai kata. Ia menguji apakah seseorang benar-benar mengenali dirinya, memahami alasan mengapa ia ingin melanjutkan studi, memiliki rencana yang masuk akal, dan mampu menunjukkan dampak yang ingin diwujudkan setelah pendidikan selesai.

Karena itu, jangan berhenti pada kalimat-kalimat besar seperti “Saya ingin kembali ke Indonesia.” atau “Saya ingin berkontribusi bagi bangsa.” Pertanyaan berikutnya selalu lebih penting: bagaimana caranya? untuk siapa? dan mengapa itu perlu dilakukan?

Itulah sebabnya saya percaya, contoh esai memang layak dipelajari, tetapi bukan untuk disalin. Yang perlu dipelajari adalah pola berpikir di baliknya: bagaimana pengalaman disusun menjadi cerita, bagaimana cerita berkembang menjadi rencana, dan bagaimana rencana diterjemahkan menjadi kontribusi yang nyata.

Apa pun nama beasiswanya, apa pun format terbarunya, kemampuan menyusun gagasan yang jernih akan selalu menjadi bekal yang berharga.

Semoga carousel ini membantu teman-teman melihat bahwa yang paling penting bukan sekadar mengikuti format, melainkan mampu menjawab setiap pertanyaan dengan jujur, konkret, dan terarah.

Jika kamu sedang mempersiapkan esai beasiswa, simpan postingan ini agar mudah dibaca kembali saat mulai menulis.

Dan jika kamu adalah penerima beasiswa yang bersedia berbagi esai, saya akan sangat senang menerimanya melalui DM Instagram. Semoga semakin banyak orang dapat belajar, bukan untuk menyalin, tetapi untuk memahami cara berpikir yang melahirkan sebuah esai yang kuat. by @jagatlitera
0
13 days ago
Download
Dulu, saya mengira menjadi pemateri berarti harus selalu percaya diri.

Ternyata tidak.

Tahun 2019, ketika pertama kali menjadi pemateri, saya justru malu, grogi, nervous, dan terus bertanya:
“Apakah saya cukup layak berbicara di depan mereka?”

Namun, dari pengalaman itu saya belajar bahwa keberanian bukan berarti tidak takut.

Keberanian adalah tetap berbagi meskipun rasa takut masih ada.

Menulis membawa saya ke banyak ruang belajar. Bukan hanya sebagai peserta, melainkan juga sebagai fasilitator yang ikut tumbuh dari setiap pertemuan.

Di konten ini, saya membagikan bagaimana menulis membawa saya menjadi pemateri.

Baca sampai akhir, ya.

Barangkali pengalaman ini juga sedang kamu rasakan.

Simpan postingan ini kalau kamu sedang belajar percaya diri untuk berbagi.

Bagikan juga kepada teman yang ingin mulai menulis, mengajar, atau menjadi pemateri.

#KelasMenulis #PemateriMenulis #Literasi #PublicSpeaking #PenulisIndonesia by @jagatlitera
0
14 days ago
Download
×

Download all media on this page

Photos Videos
back to up