Instagram story viewer> @romijabrand> Posts
POSTS STORIES REELS TAGGED
Download All
Stop Mengulang Failure yang sama,
klo boleh mengulang ke 3 tahun lalu, 
ada 1 failure utama yang wajib banget aku ketahui dan perbaiki dulu.

Failurenya: tidak memiliki personal branding!
Padahal ini adalah entry point membangun success storymu?

1. Setiap objek yang punya nama
adalah brand✅
Dan kamu, sebagai individu juga adalah brand
So, all you have to do is build your personal brand
Ciptakan personal brand untuk membentuk persepsi baik tentang dirimu,
sesuai dengan yang kamu bangun.

2. Personal brand ini sifatnya :
Diciptakan dan Diarahkan✅
Kamu sendiri yang menciptakan
Kamu sendiri yang mengarahkan sebelum orang lain

3. Kata pak Bi @subiakto ✅
Klo kamu gak membranding diri sendiri, orang lain yang duluan membrandingmu.

4. Apa arti personal brand?
Saat kamu membranding
atau menjual dirimu sebagai sebuah brand.✅
Itulah yang disebut sebagai personal brand.

Personal brand tentang apa?
answer this question...
Siapa kamu?
Siapa kamu dimata orang lain?
Apa makna kamu buat orang lain?
Kamu bikin orang lain jadi siapa?

4. membangun personal brand buat apa?
membangun success storymu✅

You will recognized in your area of expertise
You will establish credibility and respect
You will build your success story

5. Personal brand dibangun atas dasar apa?
Kompetensimu✅
So, cari kompetensimu sebagai DNA brandmu.
Carinya dari mana?
Dari bakat, interest, habit, ritual dan banyak lagi hehehe…

Mulai atur personal brandingmu dan solusikan failure yang ada, biar 3 tahun kedepan kamu gak menyesal kayak aku.

#jabaterat 🤝🏽

#tipsbisnis #bisniskuliner #belajardaripakbi
#tipsbranding #brandingumkm #umkm
#bisnis #branding #brand #brandlokal 
#romijabrand #brandactivist by @romijabrand
121
a year ago
Download
Di tangan perempuan, cerita jadi kekuatan,
di mata pelanggan, itulah alasan untuk tetap bertahan?

#jabaterat 🤝🏽 
📍 @yk_rasa 

#romijabrand #branding #brandlokal by @romijabrand
409
8 months ago
Download
1. HPP (Harga Pokok Penjualan)
Total biaya untuk menghasilkan satu produk.
Contoh HPP usaha makanan:
- bahan baku
- kemasan
- gas
- tenaga produksi

Rumus sederhana:
HPP = Total biaya produksi ÷ jumlah produk
Ini penting supaya tidak jualan di bawah biaya.

2. Omzet (Revenue)
Omzet adalah total uang yang masuk dari penjualan sebelum dipotong biaya.
Contoh:
Hari ini jualan Rp3 juta artinya omzetnya segitu.

Banyak UMKM merasa bisnisnya sehat karena omzet besar, padahal belum tentu untung.

2. Profit / Laba
Uang yang tersisa setelah semua biaya dikurangi.
Rumus sederhana:
Profit = Omzet – Semua Biaya

Jenisnya biasanya ada:
Gross Profit (Laba Kotor) : omzet - biaya produksi (HPP)
Net Profit (Laba Bersih) : laba kotor - biaya operasional

3. Margin
Persentase keuntungan dari produk yang dijual.
Rumus sederhana:
Margin = Harga jual – HPP

Contoh:
Harga jual = 10.000
HPP = 6.000
Margin = 10.000 - 6000= 4000
Jika mau dibuat presentase tinggal bagi harga jual X 100% maka hasilnya 40%

Margin ini menentukan ruang napas bisnis.

4. Cash Flow (Arus Kas)
Aliran uang yang masuk dan keluar dari bisnis. Banyak bisnis bangkrut bukan karena rugi, tapi karena cash flow macet.
Contoh masalah penyebab cash flow macet:
- stok banyak
- piutang menumpuk
- uang kas kosong

5. Break Even Point (BEP)
Titik di mana bisnis tidak untung dan tidak rugi.
Artinya: Pendapatan = Biaya
Contoh: Biaya operasional bulanan = 20 juta
Berarti minimal harus jual 20 juta per bulan untuk impas.

Untuk UMKM yang masih merintis, tidak perlu pikirkan indikator bisnis lainnya yang njelimet, cukup kuasai dulu 5 fundamental di atas ya😊

Untuk fundamental branding bisa kamu pelajari di ebook “Branding Starter Kit: Panduan Lengkap Bikin Brand Eksis” . Klik link di bio untuk mendownload ya😀

#jabaterat 🤝🏽 
📍 @paragraf.coffeeservice 

#romijabrand #branding #brandlokal #brandactivist by @romijabrand
234
5 months ago
Download
7 Alasan Kenapa Relatable Aja Nggak Cukup

1. Relatable ≠ Diingat
Konten yang cuma “ngena” sesaat gampang dilupakan. Orang scroll, ketawa, lanjut. Tapi besoknya nggak ingat brand apa yang posting. Yang relatable sering kalah sama yang punya identitas sendiri yang beda dan konsisten.

2. Semua brand jadi kedengaran sama
Kalau semua brand pakai bahasa Gen Z yang sama, meme yang sama, tone “santai-akrab” yang sama, akhirnya nggak ada yang benar-benar menonjol. Brand voice jadi generik.

3. Kehilangan otoritas
Terlalu sering “becanda” dan ikut tren bikin audiens ragu: brand ini serius nggak sih soal produknya? Relatable berlebihan bisa mengorbankan kredibilitas.

4. Ngejar tren itu melelahkan & nggak scalable
Tim marketing jadi sibuk reaktif. Nunggu tren viral lalu buru-buru bikin konten “ikut-ikutan”. Energi habis di jangka pendek, strategi jangka panjang keteteran.

5. Rentan basi cepat
Referensi meme atau tren yang dipakai hari ini bisa terasa garing dalam hitungan minggu. Konten yang mengandalkan relevansi sesaat punya umur pendek.

6. Nggak semua audiens mau “temenan” sama brand
Sebagian orang beli produk karena kualitas, fungsi, atau nilai, bukan karena brand-nya lucu di sosmed. “Relatable” mengasumsikan semua orang ingin brand jadi teman, padahal nggak selalu begitu.

7. Menjauh dari positioning inti
Fokus berlebihan pada “gimana caranya biar diterima audiens” bisa bikin brand lupa nawarin apa yang bikin mereka beda. Akhirnya pesan utama (value proposition) jadi kabur.

Intinya relatable itu taktik, bukan strategi. Yang lebih tahan lama biasanya brand yang punya point of view jelas, bukan yang cuma pintar ikut arus. Menurut kamu gimana?😃

Butuh didampingi dalam membangun branding? Follow @jagoanbranding. Atau baca e-book membangun branding dari nol, klik link di bio😉

#jabaterat 🤝🏽

#romijabrand #jagoanbranding #brandactivist #brandlokal by @romijabrand
1
6 days ago
Download
Tahapan launching coffeeshop atau resto yang paling efektif:

1. Pre-Launch (30–60 hari sebelum buka)
- Tentukan positioning dan konsep brand.
- Bangun akun media sosial dan mulai teaser.
- Dokumentasikan proses pembangunan, trial menu, hingga cerita di balik brand.
- Kumpulkan database calon pelanggan (WhatsApp, Instagram, dll.). 

2. Friends & Family Preview
- Undang keluarga, teman, partner, atau influencer lokal.
- Fokus mendapatkan feedback jujur tentang rasa, pelayanan, dan suasana.
- Perbaiki semua kekurangan sebelum dibuka untuk umum. 

3. Soft Opening (3–14 hari)
- Buka dengan kapasitas terbatas.
- Bisa disertai promo ringan (misalnya 10–20% atau bonus minuman).
- Uji operasional dapur, kecepatan penyajian, stok, dan alur pelayanan. 

4. Grand Opening
- Adakan acara resmi dengan publikasi yang lebih besar.
- Kolaborasi dengan media, food creator, atau komunitas.
- Buat promo yang menarik tetapi tetap menguntungkan, agar ramai sekaligus menghasilkan pelanggan baru. 

5. Post Launch (30–90 hari pertama)
- Minta review dari pelanggan.
- Evaluasi menu terlaris dan yang kurang laku.
- Jalankan program loyalitas agar pelanggan kembali.
- Konsisten membuat konten media sosial dan promo berkala. 

Kuncinya, jangan menganggap grand opening sebagai garis finis. Justru 90 hari pertama adalah fase paling menentukan apakah restoran atau cafe akan memiliki pelanggan tetap atau hanya ramai sesaat. Banyak pemilik usaha terlalu fokus pada hari pembukaan, padahal keberhasilan jangka panjang ditentukan oleh konsistensi setelahnya.

Follow @jagoanbranding untuk diskusi branding. Mau tips lengkap dari membangun branding dari nol? Baca e-book : Langkah Praktis Membangun Branding dari A–Z dengan klik link di bio ya😃

#jabaterat 🤝🏽 @kuryyusuf 
📍 @paragraf.coffeeservice 

#romijabrand #jagoanbranding #brandactivist #brandlokal by @romijabrand
7
18 days ago
Download
Alasan pertama kenapa bisnis ada biasanya masih transaksional. Soal produk, uang, atau kebutuhan pasar. Purpose sejati ada di lapisan lebih dalam. Biasanya muncul di why ke-3, ke-4, atau ke-5. Setiap jawaban jadi pertanyaan “kenapa” berikutnya.

Cara melakukannya step-by-step:
1. Mulai dengan pertanyaan dasar: “Kenapa bisnis/brand ini kami dirikan?”
2. Jawab sejujur mungkin. Jangan langsung mikir “kedengarannya bagus”, tulis apa adanya.
3. Dari jawaban itu, tanya “kenapa itu penting?” lagi.
4. Ulangi sampai jawabannya terasa personal, universal, atau menyentuh nilai. Bukan lagi soal fitur/produk/uang.
5. Berhenti saat mulai mengulang-ulang jawaban yang sama dengan kata berbeda. Itu tanda kita sudah sampai di inti.

Kamu sudah menemukan alasan otentik kenapa brandmu ada? Yuk share di kolom komentar 😉

Follow @jagoanbranding untuk diskusi lebih dalam tentang branding bisnismu. Butuh panduan membangun branding dari nol? Download e-booknya dengan lik link di bio😉

#jabaterat 🤝🏽 @larka2294 
📍 @paragraf.coffeeservice 

#romijabrand #jagoanbranding #brandactivist #brandlokal by @romijabrand
33
21 days ago
Download
Jingle punya pengaruh yang sangat signifikan terhadap branding. Berikut penjelasannya kenapa jingle efektif menaikan awareness:
 1. Daya Ingat (Brand Recall)
Musik diproses di bagian otak yang berbeda dari bahasa verbal. Melodi yang repetitif menciptakan “earworm” (lagu yang terus terputar di kepala) sehingga brand lebih mudah diingat tanpa usaha sadar. Studi menunjukkan orang mengingat informasi 60% lebih baik saat dikemas dalam melodi dibanding teks biasa.

 2. Asosiasi Emosional
Musik memicu respons emosional secara langsung. Jingle yang tepat membantu konsumen mengasosiasikan brand dengan perasaan tertentu seperti kepercayaan, kesenangan, atau nostalgia yang mendorong loyalitas jangka panjang.

3. Repetisi yang Tidak Terasa Mengganggu
Berbeda dengan tagline verbal yang bisa terasa membosankan, jingle memungkinkan pengulangan pesan berkali-kali tanpa membuat audiens merasa dimanipulasi. Ini memperkuat brand awareness secara organik.

4. Jangkauan Lintas Bahasa & Demografis
Melodi bersifat universal. Jingle bisa menyentuh audiens dari berbagai latar belakang bahasa dan usia, memperluas jangkauan brand secara efektif.

Syarat Agar Jingle Efektif
Jingle tidak otomatis berhasil. Ada faktor penentu:
◾Kesederhanaan — mudah dinyanyikan & diingat
◾Relevansi brand — mencerminkan karakter & nilai brand
◾Konsistensi penggunaan — dipakai di semua touchpoint
◾Kualitas musikal — tidak mengganggu, enak didengar

Jingle yang baik bisa menjadi aset brand jangka panjang yang bekerja bahkan saat iklannya tidak sedang tayang,  karena konsumen sendiri yang “memutarnya” di kepala mereka. Pengaruhnya bukan hanya pada awareness, tapi sampai ke emosi, kepercayaan, dan keputusan pembelian.

Follow @jagoanbranding untuk diskusi branding mendalam. Mau tips lengkap dari membangun branding dari nol? Baca e-book : Langkah Praktis Membangun Branding dari A–Z dengan klik link di bio ya😃

#jabaterat 🤝🏽
📍 @elder.onthetable 

#romijabrand #jagoanbranding #brandactivist #brandlokal by @romijabrand
0
24 days ago
Download
5 prinsip relationship dalam bisnis yang penting untuk dijaga:

1️⃣ Trust lebih mahal daripada transaksi.
Orang mungkin membeli sekali karena produk, tetapi mereka kembali karena percaya pada orang di balik bisnis itu.

2️⃣ Memberi sebelum meminta.
Relationship yang sehat dibangun dengan memberi nilai, berbagi ilmu, membantu, atau hadir saat dibutuhkan. Bukan hanya muncul ketika ingin menjual.

3️⃣ Konsisten lebih penting daripada impresi pertama.
Sekali bersikap baik memang mudah. Menjaga kualitas, komunikasi, dan komitmen dalam jangka panjang itulah yang menciptakan hubungan kuat.

4️⃣ Hubungan bukan hanya dengan pelanggan.
Supplier, karyawan, partner, komunitas, bahkan kompetitor juga bagian dari ekosistem bisnis. Cara kita memperlakukan mereka akan memengaruhi reputasi bisnis.

5️⃣ Jangan hitung semua dengan untung-rugi jangka pendek.
 Ada hubungan yang mungkin belum menghasilkan hari ini, tetapi bisa membuka peluang besar di masa depan.

Follow @jagoanbranding untuk diskusi lebih dalam tentang branding bisnismu. Butuh panduan membangun branding dari nol? Download e-booknya dengan lik link di bio😉

#jabaterat 🤝🏽 @larka2294 
📍 @paragraf.coffeeservice 

#romijabrand #jagoanbranding #brandactivist #brandlokal by @romijabrand
4
a month ago
Download
Dalam dunia bisnis, keduanya bukan tentang mana yang lebih baik. Keduanya adalah strategi yang memiliki tempat dan perannya masing-masing.

🔴 Jika bisnismu berada di Red Ocean
Jangan langsung takut dengan banyaknya kompetitor. Justru pasar yang ramai sering menjadi tanda bahwa permintaannya memang ada.
Strategi:
• Bangun diferensiasi yang jelas.
• Tingkatkan kualitas produk dan pelayanan.
• Perkuat branding agar lebih mudah diingat.
• Fokus pada pengalaman pelanggan.
• Bangun loyalitas agar pelanggan terus kembali
Di Red Ocean, kemenangan sering ditentukan oleh siapa yang mampu memberikan nilai lebih baik secara konsisten.

🔵 Jika bisnismu ingin menciptakan Blue Ocean
Fokuslah pada hal yang belum banyak diperhatikan pasar.
Strategi:
• Temukan kebutuhan pelanggan yang belum terjawab.
• Ciptakan pengalaman baru, bukan hanya produk baru.
• Gabungkan ide dari industri yang berbeda.
• Cari segmen pasar yang belum banyak dilayani.
• Berani mempertanyakan cara-cara lama yang dianggap normal.
Di Blue Ocean, kemenangan bukan datang karena mengalahkan pesaing, tetapi karena menawarkan sesuatu yang membuat pelanggan melihat pilihan baru.

Intinya adalah Red Ocean mengajarkan bagaimana memenangkan persaingan di pasar yang sudah ada. Blue Ocean mengajarkan bagaimana menciptakan ruang baru agar tidak selalu harus bersaing dengan cara yang sama. Yang terbaik bukan yang paling populer, melainkan yang paling relevan dengan kondisi bisnismu saat ini.

Follow @jagoanbranding buat diskusi branding lebih dalam😃 Mau panduan lengkap dari membangun b e-book : Langkah Praktis Membangun Branding dari A–Z dengan klik link di bio 😃

#jabaterat 🤝🏽 
📍 @filosofikopi 

#romijabrand #jagoanbranding #brandactivist #brandlokal taken in Filosofi Kopi by @romijabrand
5
a month ago
Download
Waktu yang tepat untuk memberikan diskon atau promo tergantung pada tujuan bisnismu, tapi secara umum ada beberapa momen strategis:

✅ Berdasarkan Momentum Pasar
• Hari besar & musiman : Lebaran, Natal, Tahun Baru, Harbolnas (11.11, 12.12). Konsumen sudah dalam mindset belanja, jadi konversi lebih tinggi.
• Akhir bulan/kuartal : Banyak orang baru gajian atau sedang kejar target budget.
• Peluncuran produk baru :  Promo early bird membangun momentum dan buzz awal.

✅ Berdasarkan Kondisi Bisnis
• Stok menumpuk :  Diskon clearance untuk memutar modal lebih cepat.
• Sepi pembeli : Promo di jam/hari yang biasanya sepi bisa meratakan permintaan.
• Akuisisi pelanggan baru : Diskon pertama kali beli efektif untuk menurunkan barrier masuk.
• Retensi pelanggan lama : Promo eksklusif untuk member/loyal customer.

✅ Berdasarkan Psikologi Konsumen
• Saat kompetitor sedang agresif : supaya tidak kehilangan pangsa pasar.
• Setelah pelanggan lama tidak aktif beberapa waktu : win-back campaign.

❌Yang Perlu Dihindari
• Diskon terlalu sering :  pelanggan jadi terbiasa menunggu promo dan tidak mau beli harga normal.
• Diskon tanpa kalkulasi margin : bisa rugi meski omzet naik.
• Promo yang tidak jelas batas waktunya : kurang menimbulkan urgensi.

Kalau pelanggan hanya membeli saat ada diskon, yang mereka cintai bukan brand-mu  tapi harga murahmu.
Butuh didampingi dalam membangun branding? Follow @jagoanbranding. Atau baca e-book membangun branding dari nol, klik link di bio.

#jabaterat 🤝🏽 @kedaiswasti 

#romijabrand #jagoanbranding #brandactivist #brandlokal by @romijabrand
0
a month ago
Download
6 Cara Ini Bikin Brand Kamu Benar-Benar Berbeda

1. Temukan “Point of View” yang Spesifik
Jangan coba jadi semua hal untuk semua orang. Brand yang kuat punya pendirian — bahkan berani menolak sebagian audiens. Contoh: Patagonia tidak hanya jual jaket, mereka punya sikap keras soal lingkungan.

2. Kenali Musuh Bersamamu
Brand yang berkesan sering punya “musuh” dalam hal ini bukan kompetitor, tapi masalah atau mentalitas yang mereka lawan. Apple melawan konformitas. Dove melawan standar kecantikan yang tidak realistis. Apa yang brand kamu tolak?

3. Punya Bahasa & Nada yang Konsisten
Cara brand berbicara itu sama pentingnya dengan apa yang dikatakan. Pilih satu nada (serius? hangat? blak-blakan? humoris?) dan konsisten di semua touchpoint.

4. Jadikan Pengalaman sebagai Produk
Produk bisa ditiru, tapi pengalaman jauh lebih sulit. Bagaimana rasanya berinteraksi dengan brand kamu — dari DM, packaging, sampai after-sales? Itu yang diingat orang.

5. Cerita yang Otentik, Bukan Generik
Hindari klaim seperti “berkualitas tinggi” atau “terpercaya” karena semua brand bilang itu. Ceritakan kenapa kamu ada, siapa yang kamu bantu, dan bagaimana kamu melihat dunia secara berbeda.

6. Konsistensi di Atas Kreativitas
Brand yang beda bukan selalu yang paling kreatif, tapi yang paling konsisten. Orang mengenali brand lewat repetisi dari warna, kata-kata, cara pelayanan.

Kunci utamanya bukan sekadar tampil beda secara visual, tapi memiliki sudut pandang yang jelas tentang siapa kamu dan untuk siapa kamu ada.
Follow @jagoanbranding untuk diskusi lebih dalam tentang branding bisnismu. Butuh panduan membangun branding dari nol? Download e-booknya dengan lik link di bio😉

#jabaterat 🤝🏽 @dwsantaewae 
📍 @studiodjajan_metro 

#romijabrand #jagoanbranding #brandactivist #brandlokal taken in Studio Djajan Metro by @romijabrand
5
a month ago
Download
Urutan prioritas yang biasanya saya lihat saat krisis:

1. Cash Flow (arus kas)
Karena bisnis tidak bangkrut saat rugi, tetapi saat kehabisan uang tunai. Pertanyaan pertama saat krisis adalah: “Kas cukup berapa bulan lagi?”

2. Profitabilitas
Jangan terjebak mengejar penjualan yang ternyata tidak menghasilkan laba. Lebih baik omzet turun tetapi masih untung daripada omzet besar namun bocor di mana-mana.

3. Pelanggan Inti
Saat krisis, fokus mempertahankan pelanggan yang paling sering membeli dan paling menguntungkan. Mereka adalah penyelamat bisnis di masa sulit.

4. Tim Kunci
Tidak semua posisi memiliki dampak yang sama. Owner perlu memastikan orang-orang yang paling berpengaruh terhadap operasional dan penjualan tetap produktif dan termotivasi.

5. Reputasi
Krisis akan berlalu, tetapi reputasi yang rusak bisa bertahan lama. Jangan sampai keputusan jangka pendek merusak kepercayaan pelanggan.

6. Pertumbuhan
Ini justru yang terakhir. Saat badai datang, fokusnya bukan menambah layar kapal, tetapi memastikan kapal tidak tenggelam.

Saat kondisi tidak pasti, fokuslah menjaga keberlangsungan. Pertumbuhan selalu bisa dikejar nanti.

Kalau butuh ide branding, bisa diskusi sama @jagoanbranding atau baca e-book: Langkah Praktis Membangun Branding dari A–Z dengan klik link di bio😃

#jabaterat 🤝🏽
📍 @komi.tokoro 

#romijabrand #jagoanbranding #brandactivist #brandlokal by @romijabrand
2
a month ago
Download
×

Download all media on this page

Photos Videos
back to up