Instagram story viewer> @dikiw_wb> Post
4 years ago
Photo by Diki Wibowo on October 08, 2022.
Photo by Diki Wibowo on October 08, 2022.
Photo by Diki Wibowo on October 08, 2022.
Photo by Diki Wibowo on October 08, 2022.
9
Posted On: October 8th 2022, 07:18 am
"Bagaimana Demokrasi Kampus Kita?"

Tema yang diinisiasi oleh kawan-kawan Dewan Eksekutif Mahasiswa Fakultas Ushuluddin Adab dan Dakwah ini menjadj sangat penting dan perlu didiskusikan dikalangan perguruan tinggi Islam dan stakeholder keagamaan Islam di berbagai sektornya. Mengusung tema diatas, mereka menghadirkan beberapa narasumber dari teman-teman CipayungPlus skala Komisariat; KAMMI, HMI, PMII, IMM, GMNI. Dan 2 perwakilan mahasiswa non Afiliasi.

Dalam konteks tranformasi IAIN ke Universitas Islam Siber Indonesia (UISI), proses transformasi ini harus benar-benar diawali oleh kesiapan yang matang, baik aspek sistem, manajemen maupun infrastruktur kampus serta kultur budaya akademik yg dibangun seperti budaya riset, tradisi pengkaryaan dan pendalaman keilmuan berdaya saing tinggi.

Adapun niat awal tujuan pembentukan perguruan tinggi Islam adalah sangat mulia, futuristik dan memiliki konsekwensi moral (Perpres No. 11 tahun 1960 tentang pembentukan Institut Agama Islam Negeri). Dengan begitu, PTKIN mesti memiliki desain konsepsional dan praktis dalam rangka melahirkan para ilmuwan yang benar-benar berilmu dan tangguh dalam mengajarkan serta mengamalkan ilmunya, ilmuwan muslim yang bukan saja memahami ilmu agama dalam konteks teoritis-konsepsional, tapi juga dalam konteks praktis-operasionalnya.

Perubahan nomenklatur mesti memiliki efek transformasi yang substantif, terutama dalam membangun kampus sebagai laboratorium ilmuan dan keilmuan, baik ilmu pokok agama, ilmu terapan dan ilmu pengetahuan hasil penemuan era kontemporer. Gagal dalam memaknai perubahan label secara substantif, maka sama saja menggali kubur kampus itu sendiri.

Belakang ini pun, PTKIN lebih menekankan eselon kedua; Praktik, Progam, Tradisi dan Sejarah dan kurang memberi perhatian memadai pada eselon pertama; Konsep, Sakral, Keyakinan dan Doktrin-Ajaran. Sehingga kurang dominan para ahli dalam ilmu agama yg memiliki kapasitas dalam melakukan teoritisasi ilmu-ilmu keagamaan sehingga bisa dielaborasi dalam dunia yg lebih ril dan bermanfaat bagi kemanusiaan.

Cirebon, 07 Oktober 2022

#catatankemarin

#mahasiswa
#KAMMI
#HMI
#IMM
#PMII
#GMNI
Comments (9)
n.l.tsoccer a year ago

n.l.tsoccer

I see you doing your thing 🔥

_umarabdulazispriyatno 4 years ago
fahmimargolang_ 4 years ago

fahmimargolang_

Mantap brader

omarqadpanity 4 years ago

omarqadpanity

Mantap tum 🙌

More posts

back to up