Instagram story viewer> @nomanun> Post
3 years ago
Akhir-akhir ini hati saya terusik dengan kalimat "KALAU MISKIN JANGAN PUNYA ANAK.!"

Kalimat itu ditulis oleh seorang hidup dengan perekonomian mumpuni, sedangkan dia tak pernah bersentuhan langsung dengan poros kemiskinan. 

Marah, tentu saja.! 
Bagi saya yang sedang menanti lahirnya seorang anak dan saya merasa terlahir dari keluarga miskin, tulisan tersebut tidak bisa dianggap remeh. Saya tumbuh dan dididik baik oleh orang tua saya. Benar saat itu orang tua saya miskin namun beliau tidak hina, tidak pula mendzalimi meskipun makan pakai lauk mie instan atau sekedar tempe goreng. Hak saya sebagai seorang anak terpenuhi meskipun orang tua kami terseok-seok untuk memenuhinya. Saya menerima keadaan tersebut. 

Mari kita berpikir sejenak.!
1. Ada kasus anak orang miskin jadi pencuri. 
2  Ada kasus anak orang kaya jadi  pemerkosa dan jadi koruptor. 

Kita sepakat bahwa anak orang miskin dan orang kaya sama-sama berpotensi melakukan tindakan kriminal.

Berarti inti dari permasalahannya adalah bukan miskin atau kaya. Bukan pula gizi terpenuhi ataupun tidak. Melainkan kapabilitas orang tua dalam pengasuhan anak-anak. Kesiapan mental dan ilmu orang tua untuk mengasuh anak-anak. 

Bisa kita lihat disekitar, banyak anak yg terlahir dari keluarga miskin dikasih makan seadanya dari sumber halal, kemudian  tumbuh dewasa menjadi orang yang mapan berkecukupan. Dan banyak pula anak yg terlahir dari keluarga kaya, gizi terpenuhi justru menjadi manusia dewasa yang bodoh tak beradab, serta memiliki potensi merusak jauh lebih besar bila dibanding orang miskin. 

Orang miskin tak pernah merampok harta negara. Orang miskin tak pernah menjual pulau. Orang miskin tak pernah memiskinkan orang lain dengan cara MEMBUAT UNDANG-UNDANG PEMBODOHAN.! 

Miskin bukanlah dosa. 
Tapi bodoh tak beradab adalah DOSA BESAR.! 

020623/01:30

N. A
2
Posted On: June 1st 2023, 06:40 pm
Akhir-akhir ini hati saya terusik dengan kalimat "KALAU MISKIN JANGAN PUNYA ANAK.!"

Kalimat itu ditulis oleh seorang hidup dengan perekonomian mumpuni, sedangkan dia tak pernah bersentuhan langsung dengan poros kemiskinan.

Marah, tentu saja.!
Bagi saya yang sedang menanti lahirnya seorang anak dan saya merasa terlahir dari keluarga miskin, tulisan tersebut tidak bisa dianggap remeh. Saya tumbuh dan dididik baik oleh orang tua saya. Benar saat itu orang tua saya miskin namun beliau tidak hina, tidak pula mendzalimi meskipun makan pakai lauk mie instan atau sekedar tempe goreng. Hak saya sebagai seorang anak terpenuhi meskipun orang tua kami terseok-seok untuk memenuhinya. Saya menerima keadaan tersebut.

Mari kita berpikir sejenak.!
1. Ada kasus anak orang miskin jadi pencuri.
2 Ada kasus anak orang kaya jadi pemerkosa dan jadi koruptor.

Kita sepakat bahwa anak orang miskin dan orang kaya sama-sama berpotensi melakukan tindakan kriminal.

Berarti inti dari permasalahannya adalah bukan miskin atau kaya. Bukan pula gizi terpenuhi ataupun tidak. Melainkan kapabilitas orang tua dalam pengasuhan anak-anak. Kesiapan mental dan ilmu orang tua untuk mengasuh anak-anak.

Bisa kita lihat disekitar, banyak anak yg terlahir dari keluarga miskin dikasih makan seadanya dari sumber halal, kemudian tumbuh dewasa menjadi orang yang mapan berkecukupan. Dan banyak pula anak yg terlahir dari keluarga kaya, gizi terpenuhi justru menjadi manusia dewasa yang bodoh tak beradab, serta memiliki potensi merusak jauh lebih besar bila dibanding orang miskin.

Orang miskin tak pernah merampok harta negara. Orang miskin tak pernah menjual pulau. Orang miskin tak pernah memiskinkan orang lain dengan cara MEMBUAT UNDANG-UNDANG PEMBODOHAN.!

Miskin bukanlah dosa.
Tapi bodoh tak beradab adalah DOSA BESAR.!

020623/01:30

N. A
Comments (2)
khurniawahyuni 3 years ago

khurniawahyuni

haruse materi pernikahan (kewajiban istri dan suami dll) sm parenting di terapno nak pelajaran.guduk reproduksine tok seng diterapno ga se.

More posts

back to up