Posted On: January 29th 2025, 10:55 pm
Pendakian kedua, 15-16 Agustus 2020
Bukit Mongkrang 2194 MDPL ⛰️⛺
Masih dengan tempat yang sama, tapi dengan suasana yang berbeda. Singkat cerita, waktu itu kami berangkat ber 10. Kami mulai mendaki pada saat setelah waktu maghrib. Di tengah-tengah pendakian ada 3 atau 4 dari kami yang sebagian merasa pusing, nyeri, capek. Akhirnya kami putuskan untuk membagi 2 kelompok. Kelompok 1 terdiri dari 4 orang putra, yang badannya masih fit dan pingin keburu sampai, tapi mereka dapat tugas untuk mendirikan tenda, supaya nanti kelompok 2 ketika sampai camp ground bisa langsung istirahat. Kelompok 2 terdiri dari 6 orang, yang 4 putri, yang 2 putra sebagai sweeper selama pendakian. Kala itu pengalaman aku pertama kali jadi sweeper bareng mas sepupuku, belajar sabar, mendampingi dan menanti temen-temen yang kelelahan atau nggak enak badan. Waktu tempuh normal yang diperlukan sebenarnya bisa cuma 1 atau 1,5 jam, tapi karena situasi dan kondisi kami tiba lebih lama. Nggak papa, ya begitulah ketika jalan bersama, harus saling peduli dan menjaga. Puncak nggak akan pergi kemana-mana, tapi nasib teman kita yang utama. Cuaca selama pendakian sedikit gerimis, dan beberapa saat ketika sudah sampai atas, langit menjadi cerah dengan panorama bintang-bintang yang begitu indah. Besoknya dapat sunriss full cerah. Dalam pendakian ini ada hal-hal yang menurutku unik. Dimulai dari perjuangan ngajakin temen-temen ikutan mendaki dan camping di bukit, awalnya ada yang nggak dibolehin sama orang tuanya, karena khawatir hilang di gunung. Ada yang mau diajak tapi nggak mau repot bawa apa-apa, tapi ketika waktu pendakian dia jadi orang yang paling mau direpotin, bahkan dia gendong 1 carrier + 1 ransel punya temen yang sakit. Yang awalnya belum suka naik gunung, setelah itu di lain waktu dia yang malah ngajakin naik gunung lagi. Kreativitas juga berguna saat pendakian, kala itu ada yang bawa banyak jagung, mau buat jagung bakar, tapi ternyata nggak ada yang bawa mentega, adanya cuma selai stroberi. Beberapa membakar jagung yang beroleskan selai stroberi, dan sepertinya rasanya agak aneh. Tapi ada yang punya ide, mending sebagian dibuat jagung manis (rebus) aja, tambah skm, dan jadilah lebih enak.