Posted On: August 26th 2025, 06:22 pm
Tubuh berjalan tanpa aba-aba, seperti mesin tua yang tetap berdenyut meski tuannya tertidur.
Kaki melangkah bukan karena perintah kepala, tetapi karena tarikan samar dari sesuatu yang tak terlihat yang mungkin intuisi, atau hanya arus asing yang sudah lama menetap dalam darah.
Merasakan diri terbagi dua: satu yang bergerak di dunia nyata, dan satu lagi tercecer, tertinggal di belakang, hanya mampu menyaksikan.
Semakin jauh berjalan, semakin sadar bahwa kendali itu hanyalah ilusi. Ada bagian dalam diri yang lebih kuno daripada pikiran, lebih liar daripada logika, dan lebih setia daripada kesadaran.
Dialah yang kini mengendalikan tubuh. Menuntun. Dan aku? Aku hanya penumpang di dalam diriku sendiri yang memposting ini dengan penuh sadar diawali dengan foto manyun sebagai pembuka.