Instagram story viewer> @satriaardan> Post
7 months ago
Makna toleransi di hari Fitri 
Ada pemandangan yang luar biasa di perjalanan mudik idul Fitri 1447 Hijriyah tepat di tahun 2026. Perjalanan saya membawa ke daerah luk sembilan. 
Kalau itu saya sedang melakukan kunjungan ke makam kakek nenek dan juga Uwak saya. Seiring melantunkan kiriman doa mata saya tertuju di salah satu sudut makam yang pada saat itu sang pendeta sedang memimpin dan mengiringi sang jenazah. 

Namun nampak dengan jelas para pelayat ada di keburunan mereka berada di sekitaran sang pendeta saudara-saudara andai taulan dan tetangga yang berhijab dan juga memakai kopiah yang tentunya masih dalam nuansa idul Fitri. 

Sontak saat itu, saya berpikir this is real Indonesia. Nilai kerukunan harmonisasi dalam nuansa pendudukan masih tergambar sangat jelas. Nampak terlihat jelas dalam iringan lagu dan pembacaan Alkitab yang dipimpin langsung oleh sang pendeta saudara dan handai taulan mereka yang berhijab pun dalam kondisi isak tangis penuh kesedihan. 

Pun juga dengan mereka yang memakai kopiah dengan bergegas sesaat peti jenazah dimasukkan ke liang lahat sesegera mungkin mereka ikut mengambil cangkul untuk segera menutupnya dengan tanah. 

Sesekali salah seorang warga muslim yang juga bagian dari tetangga mereka pun juga mengucapkan'' ayo yang pernah ketemu dan pernah menyapa ini adalah saudara kita silakan ikut serta menguburkan dan menutup dengan tanah'' 

Pemandangan yang luar biasa menurut saya di tengah masih nuansa idul Fitri orang masih ramai untuk bersilaturahmi namun nuansa kerukunan di tengah rasa duka itu sangatlah kental. Mereka akan melantunkan doa menurut kepercayaan masing-masing seperti halnya umat Islam juga memahami bahwasanya. '' bagimu agamamu bagiku agamaku'' 

Sungguh indah gambaran kerukunan yang saya dapatkan pada mudik tahun ini. Teruntuk saudara-saudaraku umat Nasrani, umat Katolik, dan saudara-saudaraku non muslim lainnya, terima kasih kebesaran dan penguatan dalam persaudaraan kita semakin menguatkan dalam menjaga Indonesia ini tetap utuh dalam bingkai kerukunan dan harmoni. 

Mardiyan 
Cacatan mudik lebaran 2026M /1447 H
Malang - Kediri - Jatim Indonesia 

@sorotan 
Kemenag Banjarbaru 
#kemenagberdampak 
#hiduprukun
0
Posted On: March 25th 2026, 12:42 am
Makna toleransi di hari Fitri
Ada pemandangan yang luar biasa di perjalanan mudik idul Fitri 1447 Hijriyah tepat di tahun 2026. Perjalanan saya membawa ke daerah luk sembilan.
Kalau itu saya sedang melakukan kunjungan ke makam kakek nenek dan juga Uwak saya. Seiring melantunkan kiriman doa mata saya tertuju di salah satu sudut makam yang pada saat itu sang pendeta sedang memimpin dan mengiringi sang jenazah.

Namun nampak dengan jelas para pelayat ada di keburunan mereka berada di sekitaran sang pendeta saudara-saudara andai taulan dan tetangga yang berhijab dan juga memakai kopiah yang tentunya masih dalam nuansa idul Fitri.

Sontak saat itu, saya berpikir this is real Indonesia. Nilai kerukunan harmonisasi dalam nuansa pendudukan masih tergambar sangat jelas. Nampak terlihat jelas dalam iringan lagu dan pembacaan Alkitab yang dipimpin langsung oleh sang pendeta saudara dan handai taulan mereka yang berhijab pun dalam kondisi isak tangis penuh kesedihan.

Pun juga dengan mereka yang memakai kopiah dengan bergegas sesaat peti jenazah dimasukkan ke liang lahat sesegera mungkin mereka ikut mengambil cangkul untuk segera menutupnya dengan tanah.

Sesekali salah seorang warga muslim yang juga bagian dari tetangga mereka pun juga mengucapkan'' ayo yang pernah ketemu dan pernah menyapa ini adalah saudara kita silakan ikut serta menguburkan dan menutup dengan tanah''

Pemandangan yang luar biasa menurut saya di tengah masih nuansa idul Fitri orang masih ramai untuk bersilaturahmi namun nuansa kerukunan di tengah rasa duka itu sangatlah kental. Mereka akan melantunkan doa menurut kepercayaan masing-masing seperti halnya umat Islam juga memahami bahwasanya. '' bagimu agamamu bagiku agamaku''

Sungguh indah gambaran kerukunan yang saya dapatkan pada mudik tahun ini. Teruntuk saudara-saudaraku umat Nasrani, umat Katolik, dan saudara-saudaraku non muslim lainnya, terima kasih kebesaran dan penguatan dalam persaudaraan kita semakin menguatkan dalam menjaga Indonesia ini tetap utuh dalam bingkai kerukunan dan harmoni.

Mardiyan
Cacatan mudik lebaran 2026M /1447 H
Malang - Kediri - Jatim Indonesia

@sorotan
Kemenag Banjarbaru
#kemenagberdampak
#hiduprukun

More posts

back to up