"Tahan sebentar, ya."
Aku hanya bisa meringis menahan sa kit kala alko hol menyen tuh kulit siku yang lecet ini. Huh, beruntung saat mobil tadi melaju hanya mengenai sedikit tu buhku hingga tak terpental jauh. Hanya saja kedua sikuku yang lecet akibat mengenai bebatuan di pinggir jalan.
"Udah selesai. Sekali lagi maaf, ya," ujar pemuda yang belum kuketahui namanya.
"Nggak apa-apa. Saya yang harusnya minta maaf karena sudah ceroboh tadi. Nggak lihat-lihat waktu belok."
Ya, aku sadar penuh jika memang salah. Hanya karena takut tertang kap oleh dua orang pria tadi, aku jadi tak fokus dan langsung berbelok tanpa melihat ada mobil yang tengah melaju di dalam gang.
Ah, mengingat itu, aku seolah diingatkan karena belum mengucapkan terima kasih pada pemuda ini.
"Makasih sudah selamatkan saya dari orang ja hat tadi, ya," ucapku tulus.
Saat ini aku masih berada di depan sebuah rumah bersama dia. Rumah yang terletak di ujung gang tadi, di kelilingi pohon-pohon yang cukup tinggi. Anehnya lagi, hanya ada satu rumah ini di sini.
"Sama-sama," sahutnya. "Ngomong-ngomong, ngapain kamu lewat jalan ini sendirian? Bahaya kalau malam."
Aku hanya merespon dengan senyum canggung. Rasanya terlalu memalukan jika aku berterus terang tak ada ua ng.
Pemuda itu tampak menaikkan kedua alisnya. Namun, seperti tak menuntut jawaban atas apa yang tadi dia tanyakan. Kini matanya malah tertuju pada kedua kakiku yang tengah po los tanpa sandal.
"Ya ampun ... kaki kamu luka. Emang nggak sa kit lecet gini?" tanyanya.
Belum sempat aku menjawab, dia sudah berjongkok di hadapanku sembari menggeser kotak P3K.
"Eh, nggak usah!" larangku. Kubawa kaki ini sedikit menjauh kala dia hendak menyen tuh.
"Nggak apa-apa, biar aku obatin dulu. Kaki kamu lecet begini, bisa infeksi."
Dia tetap memak sa dan mengam bil kakiku. Dibersihkannya dengan lembut, lalu diobati menggunakan obat merah. Tak lupa dibalut kain kasa. Begitupun yang dia lakukan pada kakiku yang lain.
"Kenapa bisa lecet gini, sih? Kamu sebenernya habis dari mana?"
***
Judul: SENARA (Antara Asa, Cinta, dan Luka)
Penulis: Deshika Widya
Baca di KBM APP
#fyp #kbm
#viralvideos #romansa #senara