Posted On: June 22nd 2026, 04:50 pm
Perayaan Sunyi, Tahun ke-5
Lima tahun lalu...
Aku berdiri di ambang perpisahan, setegar batu dan serapuh debu dalam waktu yang bersamaan.
Menatap seseorang yang sepanjang hidup menjadi tempat pulang, lalu menyaksikannya berlayar menuju jarak yang tak dapat ditempuh kaki mana pun.
Hari ini...
Aku datang membawa bunga yang tumbuh dari tangan sendiri—bunga yang mengingatkanku pada musim-musim yang pernah kita sukai bersama.
Aneh, ya..
Waktu telah berjalan begitu jauh, tetapi ada bagian dalam diri yang masih tertinggal di hari itu.
Entahlah.. ini kesedihan atau rasa syukur.
Mungkin keduanya.. Mungkin aku hanya takjub karena ternyata hati manusia mampu bertahan hidup bersama kehilangan selama ini.
Luka itu tidak benar-benar pergi. Ia hanya belajar diam. Namun rindu... rindu justru tumbuh seperti akar yang semakin dalam mencengkeram tanah.
Aku sering bertanya, adakah rindu yang lebih sunyi daripada rindu kepada seseorang yang alamatnya tak lagi berada di dunia yang sama?
Barangkali tidak.
Yang paling kutakutkan bukanlah tangisan yang datang diam-diam, melainkan ingatan yang perlahan memudar.
Takut jika suatu hari aku lupa bagaimana hangat sebuah pelukan yang dahulu selalu menyelamatkanku. Takut jika aroma yang pernah terasa begitu akrab akhirnya larut ditelan waktu.
Sebab waktu, rupanya, tidak hanya membawa pergi manusia. Ia juga mencuri detail-detail kecil yang paling ingin kita simpan selamanya.
Aku masih memanggilmu dalam hati.
Kadang seperti seorang anak kecil yang tersesat dan lupa jalan pulang.
Dulu.. Aku mengira hari-hari yang dipenuhi tawa, perjalanan sederhana, dan lagu-lagu yang kita dengarkan bersama hanyalah bagian biasa dari hidup. Baru sekarang aku mengerti bahwa semua itu ternyata sedang berubah menjadi kenangan.
Dan kenangan, sayangnya, tidak bisa diulang.
Aku merindukan tempat yang dahulu selalu menyambutku tanpa syarat. Tempat yang membuat dunia terasa hangat meski sedang hujan.
Kini, ketika malam datang lebih panjang dari biasanya, aku sadar—
yang paling kurindukan bukan sekadar seseorang.
Melainkan rasa pulang yang ikut pergi bersamanya.
Ahh.. Sudahlah.
Lima tahun bukanlah waktu yang singkat.
Semoga lekas bertemu, Rayakuuuu..