Instagram story viewer> @majidool_> Post
5 months ago
Photo by Mazidul Fatin on June 09, 2026.
Photo by Mazidul Fatin on June 09, 2026.
Photo by Mazidul Fatin on June 09, 2026.
Photo by Mazidul Fatin on June 09, 2026.
Photo by Mazidul Fatin on June 09, 2026.
Photo by Mazidul Fatin on June 09, 2026.
Photo by Mazidul Fatin on June 09, 2026.
Photo by Mazidul Fatin on June 09, 2026.
Photo by Mazidul Fatin on June 09, 2026.
Photo by Mazidul Fatin on June 09, 2026.
Photo by Mazidul Fatin on June 09, 2026.
Photo by Mazidul Fatin on June 09, 2026.
Photo by Mazidul Fatin on June 09, 2026.
4
Posted On: June 9th 2026, 10:28 am
Everything we mean is carried in our hands; Touch, the first and last honest thing

Belakangan ini, aku mulai banyak menyadari bahwa perjalanan menemukan kekuatan, kedamaian, dan cinta dari dalam diri bermula dari satu keputusan sederhana: “berhenti menunggu momen besar untuk merasa hidup, dan mulai menjadikan keseharian sebagai sebuah mahakarya.” Alih-alih mencari validasi atau titik balik yang dramatis dari dunia luar, kita diajak untuk menjadi sumber inspirasi bagi diri sendiri. Kedamaian batin tercipta ketika kita sadar bahwa hidup tidak selalu menuntut pencapaian yang menggelegar. Berdamai dengan rutinitas dan menerima berlalunya waktu dengan tenang justru adalah bentuk kemandirian emosional yang paling sejati.

Banyak hal yang aku pelajari tentang penerimaan diri dari film-film seperti Perfect Days, Call Me by Your Name, Hamnet, dan Drive My Car, di mana setiap karakternya, bagaimanapun dunia membenturnya sepanjang durasi film, selalu menemukan jalan kembali menjadi dirinya sendiri seutuhnya. Saat menonton, kita perlahan larut dalam ritme hidup mereka: pergi bekerja, berjalan pulang, memasak, mengulang gestur yang sama dengan sedikit variasi. Film-film ini melepaskan kita dari beban bahwa sebuah cerita harus punya konflik yang tajam. Sebuah percakapan santai, atau sore yang berlalu begitu saja, pada akhirnya terasa lebih hangat dan lebih familier dari yang kita duga.

Dan setelah layar meredup, sesuatu dalam cara kita memandang dunia ikut berubah. Hal-hal kecil mulai terasa penting; langkah kaki terasa lebih panjang, percakapan membekas lebih lama, dan kesendirian benar-benar terasa seperti kedamaian. Karya-karya ini tidak sekadar meromantisasi keseharian, tetapi mengajarkan cara melihatnya: bahwa hidup tidak perlu ditinggikan atau divalidasi oleh siapa pun agar terasa bermakna. Kita hanya perlu hadir secara utuh, mensyukuri gestur-gestur kecil, dan merayakan kedamaian yang tumbuh dari dalam diri sendiri.
Comments (4)
angkasayeti 5 months ago

angkasayeti

long live cinema🙌

lilbad__ 5 months ago

More posts

back to up