Posted On: June 18th 2026, 12:23 am
Pria lusuh itu berhenti di atas jembatan melihat ke bawah, menatap hamparan batu kali yang berserakan kaku di tengah aliran air yang keruh. Di matanya, lima baris kawat baja yang membentang horizontal di atas sungai itu tampak seperti paranada yang menyanyikan lagu "The People-People" milik Pamungkas.
Air yang mengalir dan batu yang terhantam riam adalah kilas balik hidupnya sendiri tentang orang-orang yang datang membawa janji hari ini, lalu berubah menjadi asing dan pergi keesokan harinya. Kecewa dan lelah oleh ekspektasi manusia, ia mencengkeram besi pembatas jembatan yang berkarat, membiarkan angin sore menerpa wajahnya yang kusam.
Namun, melihat air sungai yang tetap meliuk bebas mengalir melewati jeratan kawat dan jepitan batu, seulas senyum getir muncul di bibirnya; ia menarik napas dalam-dalam, berbalik meninggalkan jembatan, lalu melangkah pergi bersama bisikan pasrah yang mengalir di kepalanya: "Oh, and that’s okay... yeah, that’s okay." Ternyata hanya lamunan pria lusuh, yang belum makan mie ayam.
#mieayam #porsikekalahan#cerpen