Posted On: July 22nd 2026, 10:00 pm
Ketika rasa khawatir akan masa depan mulai menghantui, ingatlah kalimat ini:
“Sesungguhnya aku adalah hamba dari Rabb yang Maha Kaya, sebagaimana Dia telah memberikanku kehidupan di dunia ini, maka Dia juga yang akan menjamin segala keperluanku.” -Alshafawi
Ini bukan sekadar kalimat penenang kosong. Allah sendiri yang menjamin ini dalam firman-Nya:
۞ وَمَا مِنْ دَاۤبَّةٍ فِى الْاَرْضِ اِلَّا عَلَى اللّٰهِ رِزْقُهَا وَيَعْلَمُ مُسْتَقَرَّهَا وَمُسْتَوْدَعَهَا ۗ كُلٌّ فِيْ كِتٰبٍ مُّبِيْنٍ
“Dan tidak satupun makhluk bergerak (bernyawa) di bumi melainkan semuanya dijamin Allah rezekinya. Dia mengetahui tempat kediamannya dan tempat penyimpanannya. Semua (tertulis) dalam Kitab yang nyata (Lauh Mahfuzh).” (QS. Hud: 6)
Tapi jaminan ini bukan alasan untuk berpangku tangan. Tugas kita sebagai manusia hanya satu: terus berusaha. Allah berfirman:
وَاَنْ لَّيْسَ لِلْاِنْسَانِ اِلَّا مَا سَعٰىۙ
“dan bahwa manusia hanya memperoleh apa yang telah diusahakannya,” (QS. An-Najm: 39)
Umar bin Khattab meriwayatkan sabda Rasulullah ﷺ:
لَوْ أَنَّكُمْ كُنْتُمْ تَوَ كَّلُوْنَ عَلَى اللَّهِ حَقَّ تَوَكُّلِهِ، لَرُزِقْتُم كَمَا تُرْزَقُ الطَّيْرُ، تَغْدُو خِمَاصًا وَتَرُوْحُ بِطَانًا
“Sungguh, seandainya kalian bertawakkal kepada Allah sebenar-benar tawakkal, niscaya kalian akan diberi rizki sebagaimana rizki burung-burung. Mereka berangkat pagi-pagi dalam keadaan lapar, dan pulang sore hari dalam keadaan kenyang.” (HR. Tirmidzi, hasan shahih)
Rezekimu sudah ditulis jauh sebelum kamu lahir. Tugasmu bukan menghitung berapa yang akan kamu dapat, tapi memastikan kamu sudah berusaha semaksimal mungkin. Sisanya, serahkan pada Yang Maha Menjamin.