Posted On: July 25th 2026, 06:14 am
Pada 2014, Chelsea memutuskan melepas Kevin De Bruyne setelah ia kesulitan mendapat menit bermain reguler dan hanya mencatat sedikit penampilan di Premier League bersama klub London tersebut. De Bruyne kemudian pindah ke Jerman, berkembang pesat bersama Wolfsburg, sebelum kembali ke Inggris dan menjelma menjadi salah satu gelandang paling dominan dalam sejarah Premier League bersama Manchester City. Di tahun yang hampir sama, FC Basel juga menjadi salah satu klub yang pernah memiliki Mohamed Salah sebelum namanya meledak di level tertinggi Eropa. Salah tampil menjanjikan di Swiss lalu pindah ke Chelsea, tetapi perjalanannya di Inggris tidak langsung berjalan mulus. Setelah periode bersama Fiorentina dan Roma, Liverpool datang dan mengubah segalanya. Yang membuat kisah ini terasa luar biasa bukan karena kedua klub “salah total”, melainkan karena sulitnya menebak masa depan pemain di level elite. Bertahun-tahun setelah itu, De Bruyne dan Salah justru tumbuh menjadi dua simbol besar era modern Premier League—satu mengendalikan permainan dari lini tengah, satu lagi menghancurkan pertahanan lewat gol demi gol. Dua pemain. Dua jalan berbeda. Tapi akhir ceritanya sama: mereka bukan sekadar sukses—mereka menjadi ikon Liga Inggris.