Posted On: September 6th 2026, 02:54 pm
โแฐ. ๐๐น๐ฎ๐๐ฎ๐ป ๐๐ถ๐ป๐ด๐ธ๐ฎ๐
Buku ini terdiri dari 10 cerpen dan cerpen pertama dijadikan judul buku serta jadi cerita yang dibicarakan orang-orang. Sepertinya aku bisa mengerti satu benang merah dari tulisan-tulisan penulis di buku ini, bahwa penulis menggambarkan keadaan sosial masyarakat waktu itu dengan cara menyindir secara halus.
Cerpen favoritku selain Robohnya surau kami adalah cerpen Pada Pembotakan Terakhir. Cerita ini miris sekaligus bikin greget sih sama orangtua si anak botak, mereka pasif dan gak peduli dengan keadaan tetangganya sendiri.
Cerpen lainnya gak kalah menarik dan unik, cara penyampaian cerita antar cerpen juga berbeda-beda jadi aku cukup bisa menikmati ceritanya. Sayangnya ada salahsatu cerpen yang bikin aku ngantuk, sayangnya cerpen itu disimpan di bagian-bagian awal jadi aku agak males lanjutinnya ๐ญ๐untung aja aku gak DNF ๐
๐ง๐ต๐ฒ๐บ๐ฒ ๐ฐ๐ต๐ฎ๐น๐น๐ฒ๐ป๐ด๐ฒ: ๐๐ฉ๐ฐ๐ณ๐ต ๐๐ต๐ฐ๐ณ๐ช๐ฆ๐ด ๐๐ฏ๐ต๐ฉ๐ฐ๐ญ๐ฐ๐จ๐บ
#HayuKitaBacaChallengeSeason4