#bookreview 🍁What If🍁
Morra Quatro | Gagas Media | 2023 | EISBN: 978-623-493-211-9
Ada sesuatu yang selalu menyenangkan dari novel karya Morra Quatro: karakter-karakternya terasa hidup, dialognya cerdas, dan cerita yang dibangun tidak sekadar tentang hubungan romantis. 'What If' menjadi salah satu novel yang berhasil memadukan romansa dengan isu sosial, kehidupan kampus, persahabatan, sekaligus persoalan yang cukup sensitif: perbedaan agama.
Cerita berpusat pada Kamila Rasyid, yang dijuluki “Si Anal”, seorang asisten dosen ilmu sosial yang sangat detail, cerdas, dan punya prinsip. Di sisi lain ada Jupiter Europa alias Piter, mahasiswa yang terkenal sebagai perayu ulung, suka bolos, tetapi sebenarnya memiliki kecerdasan yang sering kali tersembunyi di balik sikap santainya.
Pertemuan mereka bermula secara sederhana di lapangan basket kampus. Piter yang langsung tertarik bahkan mengajak Kamila minum es teh manis, meskipun ajakannya harus berakhir dengan penolakan halus. Tak disangka, keduanya kemudian bertemu lagi di kelas ilmu sosial. Dari sanalah Piter mengetahui bahwa Kamila ternyata adalah asisten dosen.
What If terasa lebih dari sekadar novel romance. Morra Quatro mengajak pembaca melihat bagaimana perasaan bisa tumbuh begitu saja, tetapi keputusan untuk melanjutkan sebuah hubungan sering kali jauh lebih rumit daripada sekadar mengikuti hati.
Salah satu bagian yang paling membekas bagi saya adalah ketika Piter berkata:
"Berdoalah dulu kepada Tuhan-mu. Aku akan menunggu di sini. Aku tak tahu, apa aku diizinkan masuk. Jadi, aku akan menunggu. Di sini.”
Kalimat sederhana, tetapi terasa begitu dalam. Ada cinta, penghormatan, sekaligus kesadaran bahwa perbedaan mereka bukan sesuatu yang bisa begitu saja diabaikan.
Ada cinta yang datang tanpa pernah bertanya kita berbeda atau tidak. Persoalannya, ketika cinta itu datang, apakah kita cukup berani untuk menghadapi segala perbedaan yang mengikutinya?
#oneweekonebook #OWOBMemba2026#HayuKitaBacaChallengeSeason4
#Week33 (Theme: The Book Borrowed From a Library)