Posted On: September 9th 2026, 06:35 am
Manuver Alam Buah Konspirasi!
Alam tidak punya tombol like dan share.
Buku tak sibuk mencari tahu keinginan kita.
Tetapi algoritma (media sosial) mengenal kesukaan, kemarahan, dan ketakutan kita, lalu menyajikannya berulang-ulang.
Tatkala membaca alam membawa kita mempertanyakan hakikat dan membaca buku memperluas pengetahuan, maka sejatinya membaca linimasa tanpa henti bisa membuat kita lebih sibuk memperdebatkan konspirasi.
Bukan karena media sosial selalu berisi kebohongan. Namun, algoritma cenderung mempertahankan perhatian kita dengan menyajikan hal-hal yang menguatkan keyakinan, memancing emosi, dan membuat kita terus menggulir layar.
Clue: doom scroll + filter bubble + echo chamber + post truth...
Sampai akhirnya, apa yang sering muncul terasa sebagai kebenaran. Apa yang ramai dianggap kenyataan. Apa yang berbeda dicurigai sebagai bagian dari persekongkolan. Cih!
Kita merasa sedang membaca dunia. Padahal, mungkin kita hanya sedang membaca dunia yang dipilihkan algoritma, yang acapkali bak tong kosong nyaring bunyinya.
Jadi, hari ini kepala kita lebih banyak diisi oleh alam, buku, atau linimasa? Atau, justru sedang sibuk membahas seseorang dengan teori konspirasi tentang fenomena alam tersebab rekayasa teknologi canggih?
Ah setali tiga uang ternyata kita dengannya...
#LiterasiDigital #InternetSehat #konspirasi