Posted On: October 13th 2026, 11:00 am
Krisis iklim dan proyek ekstraktif memberikan dampak negatif bagi masyarakat Halmahera, Maluku Utara, dimana bencana banjir dan kekeringan semakin sering terjadi. Semua ini disebabkan oleh kerusakan lingkungan, yang tidak bisa dianggap sebagai bencana alam atau fenomena alam biasa.
Salah satu masalah terkini adalah Kebakaran Hutan dan Lahan yang melanda wilayah Kabupaten Halmahera Utara dan Halmahera Barat. Data mencatat sedikitnya 120 titik api tersebar di 16 kecamatan dan 69 desa, dengan total luas lahan terdampak mencapai 508,6 hektar.
Melalui Akar Berkabar : Vol 10 “Bara di Halmahera: Kebakaran Hutan, Krisis Iklim, dan Ancaman Ruang Hidup Warga”, kita akan mendengar cerita dari warga Halmahera dan NGO lokal Pomanara untuk mengetahui kondisi saat ini di Halmahera.
🗓 Kamis, 15 Oktober 2026
📍 Zoom Meeting
🕑 19.00 - 21.00 WIB
Link registrasi:
https://bit.ly/AkarBerkabarVol10
#EnterNusantara #AkarBerkabar #BaradiHalmahera