Posted On: October 15th 2026, 12:10 am
Samuel masih muda ketika melayani di hadapan TUHAN di bawah bimbingan Eli. Ketika TUHAN memanggilnya pada malam hari, Samuel belum mengenali suara yang memanggilnya. Setelah menerima petunjuk dari Eli, Samuel belajar menjawab dengan sikap seorang hamba yang siap mendengarkan. Setiap hari, kita menerima begitu banyak pengaruh. Ada pendapat orang lain, tuntutan pekerjaan, kekhawatiran tentang masa depan, keinginan pribadi, dan berbagai informasi yang terus menarik perhatian. Jika kita tidak berhati-hati, semua suara tersebut dapat memenuhi pikiran sehingga kita tidak peka akan suara TUHAN.
1 Samuel 3:10 (ILT3) Dan TUHAN datang dan berdiri, serta memanggil seperti pada waktu-waktu yang lalu, “Samuel, Samuel!” Dan Samuel berkata, “Berbicaralah, karena hamba-Mu mendengarkan Engkau.”
Yohanes 10:27 (ILT3) Domba-domba-Ku mendengarkan suara-Ku, dan Aku mengenal mereka, dan mereka mengikuti Aku.
YESHUA HaMashiakh menggunakan gambaran gembala dan domba untuk menjelaskan hubungan-Nya dengan umat-Nya. Dalam Yohanes 10:27, YESHUA berkata bahwa domba-domba-Nya mendengarkan suara-Nya, YESHUA mengenal mereka, dan mereka mengikuti-Nya. Gambaran ini sangat dekat dengan kehidupan masyarakat Yahudi pada zaman YESHUA. Seorang gembala mengenal kawanan yang dipeliharanya, memperhatikan kebutuhan mereka, dan memimpin mereka menuju tempat yang aman. Demikian pula, mengenal suara YESHUA bukan sekadar memiliki perasaan tertentu. Kita belajar mengenali karakter dan pengajaran-Nya melalui Torah, lalu mengikuti jalan yang YESHUA ajarkan.