Sejak 12 Oktober, penerbangan terganggu akibat kabut asap. Hujan sudah mulai turun, helikopter bantuan sudah tiba. Lalu mengapa penanganan belum bisa optimal?
Kemarin, 14 Oktober, saya mengunjungi BMKG dan berdiskusi dengan Kepala BMKG Maluku Utara, Bapak Desindra Deddy Kurniawan.
Menurut penjelasan BMKG, selain kebakaran di Maluku Utara, asap kiriman dari Papua turut memperburuk kondisi. Jarak pandang turun di bawah 2.000 meter, sementara untuk normalisasi penerbangan dibutuhkan sekitar 3.800 meter.
Ada perkembangan yang patut kita syukuri. Hujan mulai turun pada 12–13 Oktober di enam kabupaten/kota. Titik panas berkurang, tersisa 2 kategori merah, 63 kuning, dan 4 hijau. Namun, beberapa lokasi kebakaran masih sulit dijangkau dan belum diguyur hujan.
Sejak 9 September, kami telah mengajukan dukungan water bombing dan Operasi Modifikasi Cuaca (OMC) kepada BNPB. Dukungan telah disetujui, bahkan helikopter sudah tiba di Ternate pada 14 Oktober.
Kendalanya, kru water bombing dan pesawat OMC belum dapat mendarat akibat kabut asap. Sementara itu, asap dari luar wilayah juga memengaruhi kondisi udara kita.
Kami terus mengupayakan percepatan kedatangan tim agar pemadaman dari udara dan intervensi cuaca dapat segera dilakukan.
Terima kasih kepada TNI, Polri, Kementerian PU, BNPB, BMKG, pemerintah kabupaten/kota, BPBD Provinsi, dan seluruh petugas di lapangan.
Saya memahami beratnya kondisi ini. Ada keluarga yang menunggu, perjalanan tertunda, aktivitas ekonomi terganggu, bahkan lahan sumber penghasilan masyarakat yang terbakar.
Saat hujan mulai turun dan bantuan sudah tersedia, kita masih membutuhkan satu hal yang tidak sepenuhnya bisa kita kendalikan: kondisi langit yang memungkinkan bantuan itu bekerja.
Kita terus berikhtiar, dan saya sungguh berdoa semoga Allah memberi pertolongan-Nya. Hujan turun di wilayah kebakaran Maluku Utara dan Papua, jarak pandang membaik, dan tim segera bisa mendarat.
Semoga segera ada jalan keluar. Api padam, asap hilang, langit kembali bersih, dan kehidupan masyarakat kembali normal. 🤍
#gubsherly #malukuutara #karhutla