Posted On: November 2nd 2026, 12:13 pm
🇮🇩😍 Kabar Baik! Laba bersih agregat perusahaan di Bursa Efek Indonesia (BEI) mencapai Rp392,59 triliun hingga akhir Oktober 2026, dengan pertumbuhan laba agregat kuartal III-2026 sebesar 14,2% secara tahunan (yoy). Hal ini membuktikan fundamental emiten Indonesia masih kuat di tengah dinamika pasar modal sepanjang tahun ini akibat sentimen MSCI.
"Untuk tahun 2026, ini datanya update 30 Oktober, laba bersih agregat emiten itu tercatat Rp 392 triliun. Artinya emiten-emitennya itu masih memiliki, masih mencatat laba bersih yang cukup tinggi," ujar Kepala Departemen Pengaturan dan Pengembangan Pasar Modal, Keuangan Derivatif, dan Bursa Karbon OJK, Agus Firmansyah dalam workshop pasar modal Indonesia di Lombok, Sabtu (31/10).
Berdasarkan paparannya, laba bersih agregat berasal dari seluruh perusahaan tercatat di BEI sebanyak 963 emiten. Dari sisi kinerja keuangan, pendapatan seluruh emiten tercatat tumbuh 15,99 persen secara tahunan (year on year/yoy) pada periode Juni 2025 hingga Juni 2026. Adapun laba bersih meningkat 16,25 persen pada periode yang sama.
Sementara itu, emiten milik Raffi Ahmad, PT. Rans Entertainment Indonesia Tbk (RANS) membukukan laba periode berjalan yang dapat diatribusikan kepada pemilik entitas induk sebesar Rp37,96 miliar hingga kuartal III tahun 2026. Angka tersebut naik 25,47% dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya sebesar Rp30,25 miliar. Adapun total aset RANS hingga kuartal III tahun ini naik jadi Rp855,72 miliar dari akhir tahun 2025 yang sebesar Rp461,03 miliar.
Capaian gemilang ini menunjukkan bahwa bisnis riil di tanah air berjalan produktif dan menguntungkan. Dengan demikian, fakta tersebut kembali menyoroti bahwa penilaian atau dinamika dari lembaga indeks global seperti MSCI sering kali tidak sejalan dengan kondisi riil perekonomian dan fundamental korporasi di lapangan yang sebenarnya masih sangat kuat.
#Indonesia2045#IndonesiaEmas2045#RaffiAhmad#MSCI| 📰 Kumparan
Load More