Di balik rumah sederhana yang hanya berdinding plastik, tersimpan kisah kehidupan seorang perempuan tangguh bernama Mbah Hajah Mursidah.
Beliau tinggal seorang diri atau sebatang kara. Untuk mencukupi kebutuhan hidup sehari-hari, Mbah Mursidah bekerja sebagai buruh tani, membantu menggarap sawah milik orang lain. Panas matahari dan lelahnya bekerja sudah menjadi bagian dari perjalanan hidupnya.
Namun, ada satu hal yang sungguh membuat hati terharu.
Selama lebih dari 40 tahun, Mbah Hajah Mursidah tidak pernah meninggalkan salat berjamaah. Bahkan, sebelum azan berkumandang, beliau sudah berangkat menuju masjid. Masya Allah.
Rumahnya memang jauh dari kata layak. Dindingnya terbuat dari plastik, jauh dari kenyamanan rumah pada umumnya. Tetapi, beliau tidak pernah mengeluh. Tidak pernah menyalahkan keadaan. Beliau tetap menjalani hidup dengan penuh kesabaran dan rasa syukur.
Sungguh, kita bisa belajar banyak dari sosok Mbah Hajah Mursidah.
Beliau mengajarkan bahwa kebahagiaan bukan semata-mata tentang rumah yang megah, harta yang melimpah, atau kehidupan yang serba berkecukupan.
Tetapi tentang hati yang selalu bersyukur, kaki yang tetap melangkah menuju masjid, dan iman yang tidak pernah meninggalkan Allah SWT.
Ya Allah, sehatkanlah Mbah Hajah Mursidah. Berikanlah beliau umur yang berkah, rezeki yang cukup, perlindungan, serta kebahagiaan dunia dan akhirat.
Semoga kisah beliau menjadi pengingat bagi kita semua. Jangan sampai rumah kita megah, tetapi hati kita jauh dari rumah Allah.
Aamiin ya Rabbal 'alamin.
#bonalimengabdi