instagram story viewer > #pangan

#pangan

Posts
Pagi ini dalam perjalanan menuju UNDIP Semarang, saya menyempatkan berhenti sejenak di tepi sawah. Rasanya tidak lengkap kalau melintas begitu saja tanpa menyapa dan ngobrol langsung dengan petani dan para buruh tani yang sedang berjuang di garis depan pangan kita. Banyak hal yang kami diskusikan, terutama soal penyaluran alat dan mesin pertanian (alsintan) serta berbagai keluhan yang mereka hadapi sehari-hari di lapangan. Dengarkan langsung seperti ini bikin saya tahu betul apa yang sebenarnya dibutuhkan. Hari ini juga, saya minta juknis (petunjuk teknis) penyaluran alsintan langsung diubah! Prosedur yang berbelit-belit harus dipangkas agar bantuan alsintan benar-benar sampai tepat sasaran, ke tangan petani yang benar-benar membutuhkan. Tidak ada lagi cerita bantuan tertahan atau salah alamat. Mentan Amran
Kabar bangga datang dari sektor pertanian kita! Beras kualitas premium hasil jerih payah petani lokal kini resmi melebarkan sayapnya ke pasar tetangga, Malaysia. Pengiriman awal 1.000 ton ini menjadi bukti nyata bahwa produksi pangan dalam negeri sedang berada di tren yang sangat positif, di mana berhasil mencatatkan kenaikan produksi hingga 4,6 juta ton dibanding dua tahun sebelumnya. Keran ekspor yang mulai terbuka lebar ini menyimpan potensi transaksi fantastis hingga Rp3,4 triliun. #BerasLokal #BanggaLokal #PanganAman #EksporBeras
Hallo sedulur Bantul, Kalurahan Pleret, Kapanewon Pleret, mulai mengembangkan pertanian berbasis Internet of Things (IoT). Penanaman Perdana Lahan Pertanian Berbasis IoT tersebut digelar pada  Rabu (19/8/2026) di Lahan Banyu Kencono, Karet, Pleret.  Kegiatan tersebut menjadi bagian dari upaya Kalurahan Pleret memanfaatkan teknologi digital untuk mendukung ketahanan pangan sekaligus mengembangkan potensi wisata edukasi pertanian di kawasan Banyu Kencono. #pemkabbantul #kabupatenbantul #bantul
KESALAHAN FATAL: MENGANGGAP PROGRAM MAKAN BERGIZI GRATIS CUMA BIKIN RUGI! BANYAK ORANG TIDAK SADAR, kritik pedas terhadap program Makan Bergizi Gratis (MBG) ternyata datang dari pihak yang kepentingannya terusik. Ketika pasokan pangan dialihkan ke produk lokal, eksportir asing dan perantara impor justru kehilangan pangsa pasar besar di Indonesia. Ini bukan sekadar bagi-bagi makan gratis. Ini adalah strategi kedaulatan pangan nasional! 1. Ketergantungan impor pangan dan susu asing ditekan dengan mengunci pasokan dari lokal. 2. Rp600 Miliar per hari mengalir langsung ke petani, peternak, dan UMKM dalam negeri. 3. Membuka lebih dari 1,2 juta lapangan kerja baru serta menyerap pangan lokal secara masif. Ketika ekonomi lokal bergerak, siapa sebenarnya yang paling dirugikan dari program ini? Menurutmu, MBG ini murni kedaulatan pangan atau sekadar proyek politik semata? Tulis pendapatmu di kolom komentar! #wpmbg #mbg #mbguntukindonesia #mbgindonesia #mbgpunyamanfaat
JL Farm berawal dari mandiri pangan. Dulu kami mulai bertanam sayur dan pelihara ikan kecil-kecilan skala konsumsi sendiri. Alhamdulillah ternyata bisa jadi ladang rezeki bagi kami.. Saat ini baru mau coba pelihara beberapa ayam jenis Elba, masih belajar. Mohon sharingnya bagi yg sudah berpengalaman 😁🙏
Sering banget dengar opini publik yang salah kaprah menganggap Koperasi Desa (Kopdes) Merah Putih itu sekadar minimarket tandingan. Padahal, membaca kebijakan ini harus pakai kacamata ekonomi makro: ini adalah intervensi struktural untuk memangkas kegagalan pasar (market failure) di perdesaan. ​Selama puluhan tahun, rantai distribusi komoditas pangan kita terlalu panjang (7-8 lapis), yang membuat margin keuntungan 9 komoditas pangan tembus Rp313 triliun mengendap di kantong tengkulak, bukan petani. ​Lewat skema Kopdes, rantai itu dipangkas jadi 3 lapis saja. Hasilnya? Potensi Rp263 triliun bisa kembali langsung ke tangan petani dan konsumen. Dari harga gabah yang lebih adil, hingga fungsi baru sebagai penyalur pupuk subsidi dan offtaker. ​Ini bukan sekadar urusan dagang, kawan. Ini soal mengembalikan keadilan ekonomi dan kedaulatan pangan dari akarnya. ​Bagaimana pandangan Anda sebagai pengamat atau pelaku ekonomi di daerah? Tulis di kolom komentar ya! ​#jaga08 #BukanMinimarketBiasa #KopdesMerahPutih #EkonomiKerakyatan
PERSINGGUNGAN POLITIK EKONOMI DAN SWASEMBADA: DI BALIK ANCAMAN MAFIA KARTEL TERHADAP KEBIJAKAN PANGAN NASIONAL! ​Isu keretakan politik dan wacana pemakzulan kembali mencuat menyusul langkah agresif pemerintah dalam mendorong program swasembada pangan. Di balik stabilitas harga pasar dan kedaulatan pasokan rakyat, kebijakan ini berpotensi merugikan kelompok oligararki dan kartel impor yang selama ini meraup keuntungan triliunan rupiah. Fenomena ini membongkar benturan keras antara kepentingan kedaulatan nasional, rantai pasok pangan, serta perlawanan balik dari para pemain lama di industri impor. ​1️⃣ Guncangan Terhadap Margin Bisnis Kartel Impor: Deklarasi keberhasilan swasembada pangan secara otomatis memutus ketergantungan negara pada kuota impor bahan pokok. Para mafia pasar dan pengusaha besar yang mengandalkan lisensi impor serta manipulasi harga komoditas kini kehilangan rantai pendapatan raksasa yang selama ini menopang dominasi bisnis mereka. ​2️⃣ Konsolidasi Kekuatan Oligarki dan Resistensi Politik: Pembatasan akses impor memicu reaksi keras dari kelompok elit yang merasa terancam secara finansial. Upaya menggoyang stabilitas pemerintah—termasuk melalui narasi pemakzulan—sering kali dimanfaatkan sebagai instrumen tekanan balik untuk menghentikan reformasi tata kelola pangan dan mengembalikan status quo. ​3️⃣ Refleksi Pentingnya Perlindungan Kedaulatan Nasional: Dinamika ini memperlihatkan bahwa keberhasilan swasembada pangan bukan sekadar isu pertanian, melainkan pertarungan politik-ekonomi tingkat tinggi. Ketegasan pemerintah dalam memangkas pengaruh kartel menjadi kunci utama untuk menjaga keterjangkauan harga pangan bagi masyarakat luas. #komunitasclipping #astronacci #gemagoeyardi #astroxkc39
𝗠𝗕𝗚 𝗠𝗲𝗹𝘂𝗻𝗰𝘂𝗿 𝗗𝗮𝗲𝗿𝗮𝗵 𝟯𝗧 Baru saja kami menyelesaikan Rapat Koordinasi lanjutan percepatan program Badan Gizi Nasional (BGN) bersama Bapak Menko Pangan. Terkait isu pembukaan 13.000 titik dapur gizi, saya perlu meluruskan hal ini. Saat ini, BGN sedang memetakan data tersebut dan melakukan overlay ketat dengan data stunting dari Kementerian Kesehatan. Prioritas utama menyelesaikan masalah di wilayah dengan tingkat stunting yang tinggi. Alhamdulillah, hasil penyisiran kami menunjukkan sekitar 1.700 dapur gizi (Satuan Pelayanan Gizi/SPPG) kini sudah siap operasional. Kami akan merilisnya secara bertahap mulai minggu depan. Fokus jangka pendek kami dalam sebulan ini adalah mengaktifkan SPPG di daerah 3T, yaitu Papua, NTT, Maluku, Nias, dan wilayah kepulauan sekitarnya. Wilayah tersebut yang paling membutuhkan, dan kami pastikan BGN hadir di sana terlebih dahulu. Jangan percaya oknum yang menawarkan jasa pencaloan memfasilitasi pembukaan dapur BGN. Itu bohong! Seluruh proses di BGN berjalan by system, sepenuhnya transparan, dan tidak ada biaya pungutan apa pun. Mohon doa dan dukungannya agar langkah ini berjalan lancar demi anak-anak bangsa yang lebih sehat dan cerdas.
Pemerintah akan melakukan rebranding beras Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP) menjadi Beras Kita Medium. Kemasan baru itu rencananya diluncurkan pada 20 Oktober 2026. Menteri Koordinator Bidang Pangan Zulkifli Hasan alias Zulhas mengatakan, perubahan nama tersebut akan disertai dengan kemasan baru. Ia mengaku langsung menyetujui desain dan warna kemasan Beras Kita. “Bagus sekali warnanya, ya kan? Warna kemenangan ini,” kata Zulhas usai Rapat Koordinasi di Kantornya, Jakarta Pusat, Senin (7/9). Beras SPHP adalah beras subsidi kelas medium yang disalurkan pemerintah melalui Perum Bulog untuk menjaga agar pasokan tersedia dan harga beras tetap terjangkau bagi masyarakat. Direktur Utama Perum Bulog Ahmad Rizal menjelaskan, penggunaan nama Beras Kita mengikuti penamaan sejumlah produk pangan pemerintah lainnya, seperti Minyak Kita dan Gula Manis Kita. Ia mengatakan kata ‘Kita’ merupakan akronim dan simbol dari ‘Keluarga Indonesia Sejahtera’. Dengan demikian, Beras Kita dimaknai sebagai beras untuk keluarga Indonesia sejahtera. “Kenapa harus menggunakan nama Beras Kita? Karena produk-produk pemerintah menggunakan bahasa ‘kita’,” ujar Rizal ditemui usai rapat koordinasi di kantor Kemenko Pangan, Jakarta Pusat, Senin (7/9). Reporter: Kamila Meilina Kreator konten: Yasmin K. Editor: Hari Widowati, Nur Farida #LiputanKatadata #Katadatacoid #KalauBicaraPakaiData
Rp700 ribu atau Rp700 rupiah?  Slip lidah Presiden Prabowo saat pidato langsung ramai di media sosial. Tapi setelah angkanya diklarifikasi, ada pertanyaan yang lebih penting: bagaimana sebenarnya kebijakan pemerintah untuk petani? Mulai dari swasembada pangan, penurunan harga pupuk, sampai NTP. Menurut kalian, slip lidah ini selesai setelah diklarifikasi, atau justru jadi pintu masuk untuk menguji kebijakan pangan pemerintah?
Pelihara lele di rumah tapi takut bau dan repot kurasnya? Cobain trik urban farming pakai galon bekas ini! 🐟✨ Sistem sirkulasinya bikin air tetap jernih dan minim perawatan. Cocok banget buat pemula yang mau mulai ketahanan pangan dari rumah.
APA INI? CUMA HOBI atau MENUJU PANGAN MANDIRI? Sebagian berfikir. Buat apa ternak ayam? Berkebun? Bahkan budidaya ikan? Repot sekali. Mending beli, lebih praktis. Setelah dipraktikkan ternyata tidak merepotkan. Justru menyenangkan. Bukan untuk kaya dalam semalam. Namun setiap hari selalu ada yang bisa dipanen. Ini salah satu upaya untuk pangan mandiri keluarga. Apa yang dibutuhkan dapur tersedia di samping rumah. Kamu setuju? Ini impian kamu juga? #ayam #sound #fyp #petani #urbanfarming
back to up