Prof. Saiful Mujani menyampaikan pernyataan yang menuai polemik setelah menyebut perlunya konsolidasi untuk menjatuhkan Presiden Prabowo.”
Jagat media sosial gaduh oleh potongan video ceramah pendiri Saiful Mujani Research and Consulting (SMRC), Saiful Mujani.
Dalam video yang diunggah akun Instagram @leveenia, akademisi tersebut dituding melontarkan narasi inkonstitusional karena mengajak publik menjatuhkan Presiden Prabowo Subianto.
Akun tersebut menyayangkan bahasa yang keluar dari mulut seorang profesor.
Dalam potongan video itu, Saiful memang bicara blak-blakan. Ia menilai prosedur formal seperti pemakzulan (impeachment) tidak akan berjalan efektif menghadapi Prabowo.
Ia melanjutkan, menjatuhkan presiden adalah satu-satunya cara untuk menyelamatkan negara. Tudingan makar pun langsung dialamatkan kepada Saiful.
Source:
🔗 https://www.inilah.com/beredar-video-diduga-saiful-mujani-serukan-makar-jatuhkan-prabowo-smrc-pasang-badan
#faceofindonesia #prabowo #saifulmujani
Ciral di media sosial dengan potongan video dari pendiri Saiful Mujani Research and Consulting (SMRC), Saiful Mujani.
Dalam acara, akademisi tersebut dituding melontarkan narasi inkonstitusional karena mengajak publik menjatuhkan Presiden Prabowo Subianto.
STRATEGI.ID -
Prof. Saiful Mujani menilai kepemimpinan Presiden Prabowo Subianto tidak lagi mencerminkan prinsip sistem presidensial.
Pernyataan tersebut disampaikan Saiful Mujani dalam acara Halal Bihalal Pengamat yang digelar di Beranda Utan Kayu, pada Selasa, 31 Maret 2026.
Menurutnya, berbagai penjelasan yang telah disampaikan sejumlah pengamat menunjukkan bahwa praktik pemerintahan saat ini telah menjauh dari karakter presidensial. Karena itu, ia menilai tidak ada banyak harapan bahwa masukan publik atau kritik dari para pengamat akan didengar oleh presiden.
Saiful Mujani bahkan menyebut pemberian saran agar pemerintahan berjalan lebih baik kemungkinan besar tidak akan direspons.
Ia berpendapat sikap kepemimpinan yang ada saat ini sudah melekat kuat sehingga kecil kemungkinan berubah. Dalam pandangannya, kondisi tersebut justru membuat pemerintahan berpotensi menghadapi kejatuhan dengan sendirinya.
#strategiid #saifulmujani #istana #pengamat #prabowo
Pendiri Saiful Mujani Research & Consulting, bisnis riset yg seharusnya netral eh main politik hadeuuh.. fix SDM rendah bisanya menghasut ajak2 org krn kalo sendiri impoten.
#saifulmujani #makar #nkrihargamati
Wiu wiu wiu..🚨🚨🚨
Jagat media sosial gaduh oleh potongan video ceramah pendiri Saiful Mujani Research and Consulting (SMRC), Saiful Mujani. Dalam video yang diunggah akun Instagram @leveenia, akademisi tersebut dituding melontarkan narasi inkonstitusional karena mengajak publik menjatuhkan Presiden Prabowo Subianto.
Akun tersebut menyayangkan bahasa yang keluar dari mulut seorang profesor.
Dalam potongan video itu, Saiful memang bicara blak-blakan. Ia menilai prosedur formal seperti pemakzulan (impeachment) tidak akan berjalan efektif menghadapi Prabowo.
Ia melanjutkan, menjatuhkan presiden adalah satu-satunya cara untuk menyelamatkan negara. Tudingan makar pun langsung dialamatkan kepada Saiful.
Sumber: inilah.com
#prabowo #saifulmujani #makar #infomora
Saiful Mujani Pendukung ❌️ Gub petimati. Ajak Masyarakat Kudeta Prabowo Dan Turun Kejalan Seperti 1998
#investigasijurnalistik
Dalam video tersebut, Saiful Mujani secara eksplisit menyebut: "Bisa enggak kita mengonsolidkan diri untuk menjatuhkan Prabowo... alternatifnya bukan pada prosedur yang formal impeachment."
Meskipun secara redaksional pasal ini terlihat seperti delik formil (yang memidana perbuatan menghasutnya saja), namun secara konstitusional, pasal ini terikat pada Putusan MK Nomor 7/PUU-VII/2009.
Putusan MK tersebut menyatakan bahwa pasal penghasutan adalah delik materil.
Artinya, seseorang baru bisa dipidana jika hasutannya berhasil menggerakkan orang lain untuk melakukan tindak pidana atau kekerasan nyata.
Tanpa adanya akibat (tindak pidana yang terjadi akibat hasutan tersebut), maka unsur pidananya dianggap tidak terpenuhi.
Jagat media sosial gaduh oleh potongan video ceramah pendiri Saiful Mujani Research and Consulting (SMRC), Saiful Mujani. Dalam video yang diunggah akun Instagram @leveenia, akademisi tersebut dituding melontarkan narasi inkonstitusional karena mengajak publik menjatuhkan Presiden Prabowo Subianto.
Akun tersebut menyayangkan bahasa yang keluar dari mulut seorang profesor.
Dalam potongan video itu, Saiful memang bicara blak-blakan. Ia menilai prosedur formal seperti pemakzulan (impeachment) tidak akan berjalan efektif menghadapi Prabowo.
Ia melanjutkan, menjatuhkan presiden adalah satu-satunya cara untuk menyelamatkan negara. Tudingan makar pun langsung dialamatkan kepada Saiful.
Sumber: inilah.com
#prabowo #saifulmujani #makar #masukradar
Pernyataan Saiful Mujani kembali menjadi sorotan setelah potongan video pidatonya viral di media sosial. Dalam pernyataannya, ia menyinggung soal kemungkinan menjatuhkan Presiden Prabowo Subianto melalui jalur di luar mekanisme formal.
Ia berpendapat bahwa opsi konstitusional seperti pemakzulan dinilai tidak efektif dalam kondisi saat ini. Pernyataan tersebut kemudian memicu beragam tafsir—mulai dari yang melihatnya sebagai analisis akademis, hingga yang menilai pernyataan itu sudah terlalu jauh.
Yang menarik, perdebatan ini bukan hanya soal isi pernyataan, tetapi juga soal batasannya. Sampai sejauh mana sebuah pandangan akademis bisa disampaikan tanpa menimbulkan interpretasi sebagai ajakan tindakan?
Di tengah polemik yang berkembang, pihak Saiful Mujani Research and Consulting (SMRC) turut memberikan pembelaan terhadap pendirinya. Mereka menegaskan bahwa pernyataan tersebut merupakan bagian dari diskursus akademik, bukan seruan tindakan.
sc : serujinews
#SaifulMujani #Prabowo #PolitikIndonesia #ViralIndonesia
Viral di Media Sosial! Pernyataan Saiful Mujani soal Prabowo Subianto Tuai Kontroversi
Jagat media sosial tengah dihebohkan dengan potongan video ceramah Saiful Mujani, pendiri lembaga survei SMRC. Dalam video tersebut, ia dinilai menyampaikan pernyataan yang kontroversial terkait kepemimpinan Presiden Prabowo Subianto.
Dalam paparannya, Saiful menyebut bahwa mekanisme formal seperti pemakzulan (impeachment) dinilai tidak efektif di era saat ini. Ia kemudian menyampaikan pandangan bahwa konsolidasi publik menjadi satu-satunya jalan untuk “menjatuhkan” kepemimpinan Presiden.
Pernyataan itu pun memicu reaksi keras. Sebagian pihak menilai narasi tersebut sebagai bentuk kritik politik, namun tak sedikit pula yang menudingnya sebagai ajakan inkonstitusional bahkan mengarah pada makar.
👉 Lantas, apakah ini bentuk kebebasan berpendapat atau sudah melewati batas konstitusi?
Diskusi publik pun kini mengerucut pada batas antara kritik terhadap pemerintah dan potensi pelanggaran hukum dalam sistem demokrasi Indonesia.
sumber: Sociocorner
#analisispolitik #radarpolitik #politikindonesia #radar_politik
Seorang akademisi sekaligus peneliti dari lembaga survei, Profesor Saiful Mujani, tengah menjadi sorotan publik setelah pernyataannya di ruang digital menuai kontroversi.
Profesor yang dikenal memiliki latar belakang kuat dalam kajian Ilmu Politik itu diduga menyampaikan narasi yang dianggap sebagian pihak sebagai ajakan konsolidasi untuk menjatuhkan Presiden di luar mekanisme yang diatur dalam sistem Demokrasi Indonesia.
Sejumlah kalangan menilai pernyataan tersebut berpotensi menimbulkan polemik karena dinilai tidak sejalan dengan prinsip-prinsip konstitusional dan etika demokrasi.
#provokasi #profesor #prabowo #saefulmujani #viral