instagram story viewer > #tablasupa

#tablasupa

Posts
Hormes adalah putra adat Papua yang bekerja sebagai polisi kehutanan (polhut) di Balai Besar Konservasi Sumber Daya Alam Papua Barat Daya. Sejak 2007, ia berperan aktif melindungi satwa liar dan mencegah kejahatan hutan di kawasan-kawasan penting seperti Cagar Alam Pegunungan Tamrau Utara, Pantai Sausapor, hingga Taman Wisata Alam Sorong dan Klamono. Peran ini krusial jika dilihat dari konteks yang lebih luas: data Global Forest Watch menunjukkan bahwa antara 1992–2022, tanah Papua telah kehilangan sekitar 687.000 hektare tutupan hutan primer—setara hampir sepuluh kali luas DKI Jakarta. Dengan dua identitas di pundaknya, Hormes kerap menjadi jembatan antara masyarakat adat dan pemerintah dalam konflik konservasi. Ia belajar dari ayahnya, tokoh adat suku Moi, memanfaatkan pengetahuan lokal untuk menyatukan warga melawan provokasi pemodal yang mendorong perburuan satwa endemik dan pembukaan hutan untuk sawit, pembalakan liar, hingga tambang. Lewat gerakan Papua Cerita Konservasi yang dibentuk pada 2018, ia menggandeng generasi muda mengehentikan salah satu proyek ekspansi sawit di Kepala Burung—dan berhasil. Baginya, menjaga hutan bukan semata soal penegakan hukum, tetapi tentang mempertahankan ruang hidup terakhir bagi keanekaragaman hayati Papua, sekaligus masa depan masyarakat adat yang menggantungkan hidup pada hutan yang kini kian terancam. Video dan editor oleh @dendimanaaa Video drone oleh @ricky_jalanjalan
Meningkatkan kapasitas, memperkuat peran masyarakat. Kelompok Sadar Wisata (POKDARWIS) Desa Kapitu mengikuti pelatihan pengelolaan wisata untuk mengembangkan potensi desa secara berkelanjutan. Bersama masyarakat, Kapitu terus bergerak membangun ekowisata yang memberi manfaat bagi lingkungan dan ekonomi lokal #DesaKapitu #Pokdarwis #Ekowisata #PariwisataBerkelanjutan #MinahasaSelatan #SulawesiUtara #GlobalNatureFund #manengkelsolidaritas
Masyarakat Papua sangat bergantung pada hutan untuk memenuhi kebutuhan pangannya. Sebut saja sagu, aneka ragam pisang dan umbi-umbian, ikan, hingga berbagai jenis sayuran. Dengan merawat hutan, kantong-kantong sumber kehidupannya pun dapat terjaga 💚 Komen 💚 untuk terus mendukung upaya pelestarian hutan dan sumber daya alam Papua. Temukan juga cerita tentang upaya masyarakat adat Papua merawat hutannya di telusuri.id/arahsinggah/ atau klik tautan pada bio, ya ~ #TelusuRI #ArahSinggah #TheAnswerIsUs #JawabannyaAdalahKita
Ketika hutan rusak, yang kehilangan rumah bukan hanya manusia tetapi juga berbagai makhluk lainnya yang terlihat ataupun tidak terlihat oleh mata. Merawat hutan adalah merawat hak kehidupan semua makhluk seutuhnya. Manusia bukan pusat segalanya. Seperti yang diceritakan oleh Mama Rosita, salah satu perempuan adat dari Namblong, saat dialog singkat kami bersama beliau di acara @pestapinggiran. Berdasarkan kepercayaan Namblong, tanah adalah Mama, hutan adalah nafas, dan air adalah air susu yang membesarkan anak-anaknya. Masa depan anak cucu bergantung kepada keseimbangan nyawa atau nafas alam tersebut. #papua #alam #tradisi
Kalau versi kam seperti apa? Tulis di komentar ✍🏼 #jagahutan #hutanpapua #kontenpapua #masyarakatadat #orangpapua
Ada pepatah bilang, “Tak kenal maka tak sayang.” Maka dari itu, perkenalkan nih punggawa baru kita: KAKA SAKA! Sebagai representasi dari BPKH Wilayah X Jayapura, Kaka Saka siap jadi teman setia kamu untuk urusan pemantapan kawasan hutan di tanah Papua. Dengan semangat Saka (Sahabat Kawasan), Kaka Saka bakal rutin bagi-bagi informasi seputar batas hutan, tata guna lahan, hingga kelestarian alam kita. Pace, Mace, Kaka, Ade semua... jangan ragu buat sapa Kaka Saka di kolom komentar ya! ✋✨ • • • #kemenhut #ditjenplanologikehutanan #bpkhwilayahxjayapura #kakasaka #sahabatkawasan
Masyarakat adat adalah garda terdepan umat manusia dalam menghadapi krisis iklim. Di mana nilai-nilai luhur mereka masih dijunjung tinggi, di situ hutan tetap lestari, laut tetap sehat, dan kehidupan terus seimbang. Namun dalam keseharian kita, keberadaan mereka sering diperlakukan seperti figuran. Padahal peran mereka dalam menjaga lingkungan sangatlah vital. Di COP30 yang berlangsung di Brasil tahun ini, masyarakat adat dari seluruh dunia berkumpul, berdiskusi, dan bersatu untuk mengawasi para pemimpin dunia dalam merumuskan kebijakan iklim yang menentukan masa depan kita bersama. Rossy You, Juru Kampanye Hutan yang juga masyarakat adat Papua, hadir untuk memantau jalannya perundingan. Apa yang ia lihat? Apa keresahan dan harapannya bagi masyarakat adat dan perjuangan melawan krisis iklim? Saksikan cerita lengkapnya dalam video di kanal YouTube Greenpeace Indonesia. #COP30 #PapuaBukanTanahKosong #SahkanRUUMasyarakatAdat
Hari ini kami berbagi rencana besar bersama Johny Way, S.Hut., M.Si selaku Kepala Dinas Kehutanan Papua Barat Daya, langkah strategis pengembangan program iklim di Papua Barat Daya untuk tahun 2026. Fokus utama kami adalah membangun sinergi untuk masa depan yang berkelanjutan melalui penguatan pangan lokal dan perlindungan hutan adat. Melalui pendekatan analisis Micmac dan Mactor, kami mengidentifikasi variabel kunci untuk menjaga kedaulatan pangan dan mitigasi alih fungsi lahan agar masyarakat lokal tetap menjadi tuan di tanah sendiri. Mandala Katalika bersama mitra Bentara Papua, Unimuda Sorong, dan Jerat Papua, kami berkomitmen mewujudkan aksi iklim yang tepat sasaran. Melalu rencana ini, kami berharap dapat segera beraudiensi dengan Gubernur Papua Barat Daya untuk mensinergikan langkah strategis ini dengan kebijakan pemerintah daerah untuk mewujudkan Papua Barat Daya yang hijau dan berdaulat. Mari Jaga Hutan Kita, Jaga Pangan Kita ✨ #ClimateAction #PapuaBaratDaya #SustainableFuture #MandalaKatalika #PanganLokal
81% hutan Papua masih utuh, dan kita punya tugas besar untuk menjaganya. Tapi, tantangannya nyata: perubahan iklim dan hama membuat kebun kakao lama tak lagi produktif. Saat pendapatan turun, godaan membuka hutan perawan demi lahan baru makin besar. Di sinilah perubahan terjadi. Bersama IDH dan MARS, petani Papua tak lagi memilih jalan pintas membabat hutan (ekstensifikasi). Mereka memilih jalan memulihkan harapan (intensifikasi). Dari pemuda hingga ibu-ibu, semua bergerak. Membangun pembibitan di kampung sendiri, menanam sayur dan buah sembari menunggu panen, dan merawat kebun tua agar kembali berbuah lebat. Kini, kakao bukan sekadar tanaman. Ia adalah “pagar hidup” yang melindungi bentang alam. Mendukung kakao Papua, berarti mendukung napas alam semesta tetap berhembus Yuk, jaga keseimbangan ini untuk masa depan! — #sayapilihbumi #IDH #kokoa
Hutan bukan sekadar tempat tumbuh, tapi ruang kita belajar hidup dan bersyukur. #HutanHijauPapua #JagaAlam #ekosistempapua #cagaralam
back to up