Kesaksian Nelayan Bertemu 5 Jurnalis sebelum Hilang di Anak Krakatau, Ingatkan Ombak Besar!
Seorang nelayan mengaku sempat bertemu dengan rombongan lima jurnalis dan tiga kru kapal di sekitar Legon Cabe, Gunung Anak Krakatau, sebelum mereka hilang kontak di perairan Selat Sunda.
Pertemuan tersebut terjadi sekitar pukul 18.30 WIB saat rombongan disebut tengah dalam perjalanan pulang menuju Carita pada hari senin 7 september 2026.
Menurut kesaksian nelayan yang disampaikan melalui relawan, kondisi laut saat itu disebut sedang kurang bersahabat. Nelayan tersebut bahkan sempat mengingatkan kapten kapal mengenai angin selatan dan gelombang yang disebut cukup besar.
Kesaksian tersebut disampaikan melalui relawan yang ikut dalam pencarian dan diunggah melalui akun Instagram @yodistara pada Rabu (9/9/2026).
#wartawan #hilang #gunung #anakkrakatau #viral
Baru Keluar Rapat Paripurna, Wali Kota Tangsel Benyamin Davnie Mendadak Meringis Kesakitan di Hadapan Wartawan
HARIANBANTEN.COM – Siang tadi, Senin (22/6/2026) di Gedung DPRD Tangerang Selatan suasana perlahan mulai lengang. Rapat paripurna telah usai. Satu per satu anggota dewan meninggalkan ruang sidang, sementara sejumlah wartawan bersiap mengabadikan pernyataan dari Wali Kota Tangerang Selatan, Benyamin Davnie.
Dengan langkah yang tampak biasa, Benyamin keluar dari ruang rapat. Wajahnya tenang. Tak ada tanda-tanda yang menunjukkan sesuatu akan terjadi beberapa saat kemudian.
Seperti lazimnya selepas agenda resmi pemerintahan, ia menghampiri awak media yang telah menunggu. Pertanyaan demi pertanyaan dilontarkan. Benyamin menjawab dengan santai, menjelaskan evaluasi program pemerintah daerah yang telah berjalan sepanjang tahun anggaran.
Kalimat-kalimatnya mengalir seperti arus sungai yang tenang. Hingga tiba-tiba, aliran itu terputus.
Di tengah penjelasan mengenai serapan program pemerintah, raut wajah Benyamin mendadak berubah. Tangannya refleks bergerak ke arah punggung sebelah kanan. Tubuhnya sedikit membungkuk, seolah sedang bernegosiasi dengan rasa nyeri yang datang tanpa undangan.
"Entar dulu, saya keram di sini," ucapnya sambil memegang bagian punggung yang terasa sakit.
Suasana yang semula dipenuhi suara tanya-jawab seketika berubah. Beberapa wartawan menghentikan pertanyaan. Sejumlah pejabat dan anggota DPRD yang berada di sekitar lokasi langsung menoleh.
Dalam hitungan detik, perhatian yang tadinya tertuju pada angka-angka laporan kinerja pemerintah beralih pada kondisi sang wali kota.
Rasa sakit itu memang hanya datang sesaat, tetapi cukup membuat jalannya wawancara terhenti. Beberapa orang mendekat untuk memastikan kondisinya baik-baik saja. Di tengah kerumunan, Benyamin tampak berusaha menenangkan tubuhnya yang mendadak memberi sinyal kelelahan.
Pemandangan itu menjadi pengingat sederhana bahwa di balik jabatan, agenda yang padat, dan tumpukan tanggung jawab pemerintahan, seorang kepala daerah tetaplah manusia biasa yang memiliki batas daya tahan fisik.
Selengkapnya di Harianbanten.com
Aksi demonstrasi BEM UI dan sejumlah aliansi di Bundaran HI, Jakarta Pusat, Selasa (18/8/2026), diwarnai orasi seorang wartawan dalam aksi bertajuk “Mari Rebut Kemerdekaan”.
Dalam orasinya, ia menyoroti persoalan yang dinilai mengganggu kerja jurnalistik dan ruang informasi publik, termasuk konten berbasis fakta yang disebut kerap mendapat tekanan hingga berujung pada pembungkaman.
Ia juga menyinggung serangan spam promosi judi online (judol) di kolom komentar media sosial yang mengganggu ruang diskusi publik.
Selain itu, ia mempertanyakan langkah pemerintah dalam menangani aktivitas judol, termasuk promosi yang menyasar konten-konten media.
Sumber: jawapos
#hypekabar #demo #rebutkemerdekaan #wartawan #media
Oknum wartawan berinisial MI (51) diamankan polisi karena diduga melakukan pemerasan terhadap seorang kepala desa.
MI, warga Desa Sinar Agung, Kecamatan Pugung, Kabupaten Tanggamus, ditangkap saat penyerahan uang di sebuah rumah makan di Desa Wates Way Ratai, Kecamatan Way Ratai, Pesawaran, Sabtu (5/9/2026) sore.
Penangkapan dilakukan setelah polisi menerima laporan dari Misbahush Shurur (33), Kepala Desa Bunut Seberang.
Menurut polisi, aksi tersebut bermula ketika korban menerima pesan WhatsApp berisi tautan pemberitaan negatif terkait desanya.
Terduga pelaku kemudian meminta uang sebesar Rp2,5 juta dengan dalih sebagai “akomodasi” agar pemberitaan tersebut dihentikan atau dihapus (takedown).
Petugas yang telah melakukan penyelidikan kemudian melakukan tangkap tangan saat proses penyerahan uang berlangsung.
Polisi mengamankan uang tunai Rp2,5 juta dalam amplop putih, kartu identitas pers atau KTA media, cap stempel media, kuitansi kas keluar, telepon seluler, serta tas selempang milik terduga pelaku.
Kasat Reskrim Polres Pesawaran AKP Rudi Hartono mengatakan, terduga pelaku diamankan bersama seluruh barang bukti untuk menjalani proses penyidikan dan pemeriksaan lebih lanjut.
Atas dugaan perbuatannya, MI dijerat dengan pasal tindak pidana pemerasan sebagaimana diatur dalam KUHP.
Polisi masih melakukan proses penyidikan untuk mendalami kasus tersebut.
#viral #Lampung #info
Wartawan yang cukup berpengalaman dan banyak lokasi jenayah mereka telah buat liputan bersama pihak berkuasa pun dihalang untuk buat liputan sempena hari kemerdekaan tentang kebanjiran warga asing ROHINGYA & PATI . Sudah tiba masanya tentera turun padang kawal penceroboh negara!
Momen lucu terjadi ketika Amanda Manopo diliput oleh awak media saat kedatangannya ke Polres Metro Jakarta Selatan. Karena kondisi yang padat, salah satu sepatu wartawan terlepas hingga akhirnya Amanda Manopo turun tangan untuk memungut sepatu tersebut. Tindakan Amanda itu pun mengundang banyak tawa. #amandamanopo #kennyaustin #selebfeed
Perwakilan mahasiswa yang sebelumnya bertemu Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka untuk menyampaikan memorandum tuntutan menjadi sorotan setelah memberikan keterangan kepada wartawan.
Dalam pertemuan tersebut, mahasiswa menyerahkan berbagai aspirasi yang sebelumnya disuarakan dalam aksi demonstrasi.
Menurut Koordinator Aksi BEM UBK, Muhammad Abdi, Wapres berjanji akan meneruskan aspirasi tersebut kepada Presiden Prabowo Subianto untuk ditindaklanjuti.
--
Namun setelah video wawancara beredar di media sosial, perhatian sebagian warganet justru tertuju pada cara komunikasi perwakilan mahasiswa saat menjelaskan hasil pertemuan.
Sebagian menilai penyampaiannya terlalu terbata-bata dan berputar-putar, sementara yang lain menilai tidak mudah menjelaskan hasil diskusi penting secara spontan di hadapan kamera dan banyak wartawan.
--
Fenomena ini menunjukkan bahwa dalam ruang publik modern, cara menyampaikan pesan sering kali mendapat perhatian yang hampir sama besar dengan isi pesannya.
Akibatnya, diskusi yang seharusnya berfokus pada tuntutan dan respons pemerintah dapat bergeser ke cara seseorang berbicara.
Di sinilah muncul pertanyaan yang menarik untuk dipikirkan: ketika sebuah aspirasi disampaikan, apakah publik lebih fokus pada substansi pesannya atau pada kemampuan komunikatornya?
--
Visual & Teks by Cablaka | Source: instagram/koran.jawapos
--
#cablakanarrative
pengen jadi warga desil 10 jalur wartawan, bisa gk ya? 😭
Wartawan Abal-Abal
By Mice Cartoon
2018
United Colors of Indonesia 2
Tag pacarnya mba… 😂😁
#bahlillahadalia #melangkahdaritimur #esdm #wartawan
wartawan itu memberitakan fakta bukan menjual fitnah dan dosa 🤪#kdm #apbd #pemprovjabar #sekolahswasta #kerjasama
Prabowo Keceplosan Sebut "Ndasmu" Saat Pidato, Langsung Minta Wartawan Hapus Rekaman!
Presiden Prabowo Subianto menjadi perhatian publik saat berpidato dalam acara Puncak Penas Petani dan Nelayan XVII di Gorontalo.
Di tengah orasinya yang membahas praktik korupsi, Prabowo sempat melontarkan celetukan spontan yang langsung mengundang tawa peserta yang hadir.
Menyadari ucapannya terekam kamera, ia kemudian berseloroh meminta awak media menghapus bagian tersebut.
Dalam pidatonya, Prabowo juga menyampaikan kritik keras terhadap perilaku koruptor yang menurutnya tampil santun di depan publik namun merugikan rakyat.
Cuplikan momen itu pun cepat menyebar di media sosial dan memicu beragam komentar dari warganet.
#Prabowo #PrabowoSubianto #Ndasmu #PidatoPrabowo #Gorontalo