Instagram story viewer> @bokabuo> Posts
1.1K
followers
1650
following
Menjual buku-buku yang kami suka dan rekomendasikan.
•
Senang membicarakan buku. Buku yang dijual ada di highlight.
•
Ada juga di Tokopedia
🏠Cimahi
POSTS STORIES REELS TAGGED
Pada akhirnya saya menemukan kesamaan yang tidak menyenangkan pada Pidi Baiq dan Andrea Hirata : pengaguman pada diri sendiri yang berlebihan.

Semacam narsisme yang diolah terus menerus dan sampai pada titik menggelikan.

Lihat saja buku-buku baru Andrea Hirata. Alih-alih menjelaskan mengenai si buku tersebut, tampilan sampul belakang masih saja membicarakan kejayaan serial Laskar Pelangi.  Ada 42 halaman mubazir berwarna yang harus dibayarkan pembaca untuk katalog penerbitan internasional Laskar Pelangi dkk. Kejayaan Hirata seolah-olah terhenti di  Laskar Pelangi.

Agak serupa dengan Pidi Baiq, karakter Dilan dikuras sebegitu berlebihannya sehingga terasa menggelikan. 

Belakangan, saya ambil dua buku baru dari Andrea Hirata dan Pidi Baiq : Tak Mau Dirayu Bulan dan Imigran dari Sorga. Saya menemukan perasaan yang berbeda.

Saya tak menyangka Imigran dari Sorga masih menjadi etalase narsisnya Pidi Baiq. Saya menduga sudah berhenti di seri-nya Dilan yang sudah banyak itu. Ternyata saya salah. Dalam waktu cepat saya merasa cukup untuk membaca buku-buku Pidi berikutnya. 

Namun saya masih bisa sangat menikmati Tak Mau Dirayu Bulan-nya Hirata. Nuansa Melayu nya masih amat sangat terasa. Latar belakangnya dekat dengan saya yang lahir di pedalaman Minangkabau sana. Tak Mau Dirayu Bulan sangat nyaman untuk dibaca. Khas sekali Andrea Hirata. Ringan. Sederhana. Tapi sangat bisa membuat kita tertawa, lega, dan tersenyum kecut di beberapa bagian cerita. Keasliannya begitu terasa. Untuk tipe seperti ini, saya masih akan menyukainya untuk jangka waktu yang lama. by @bokabuo
0
13 days ago
Download
.
.
Sejauh ini, Kakek Sapardi adalah penyair yang paling banyak kami koleksi bukunya di rumah.
.
Alhasil rumah kami penuh dengan hujan, hutan, gemericik air, sebatang pisau dengan apel di atas alas yang terbelah.
.
.
Oh Pak Sapardi,
Doa kami kirim dari sini,
Oh cinta kami beri cuma-cuma.
Mmm doa kami kirim dari sini...
.
Woyooooiiiiii... by @bokabuo
0
a year ago
Download
Ketika Goenawan Mohamad pamit dari menulis Catatan Pinggir (Caping) saban minggu di majalah Tempo, saya kehilangan keriangan mingguan.

Saya penikmat Caping meski ya kadang tak sepenuhnya memahaminya. Senang saja pada satu esai dengan kata-kata yang kaya dan terstruktur dan memantik pikiran atau renungan. 

Belakangan, rasa kehilangan itu perlahan terisi oleh tulisan Bang @zen.rs di Substack. Beliau rajin kirimkan tautannya di story instagramnya. Aku asing awalnya dengan Substack. Apalagi ini? Alhasil hari ini saya install Substack di beberapa gawai. 

Hanya untuk rutin membaca tulisan Zen RS.

Dalam varian lain, saya mendapatkan keriangan yang sama dengan membaca Caping. Beda di tata bahasanya, akun Parrhesia nya Bang Zen di Substack dibuat dengan bahasa kekinian. Seringkali suka-suka. Tapi sepertinya terbukti lebih ampuh menggaet pembaca dari generasi termuda. Tak apa juga, masih sangat bisa asik mengikutinya.

Saya sudah lama mengetahui tulisan Bang Zen. Saya bisa bilang tulisannya di pejalanjauh.blogspot.com menemani saya dalam proses mencari diri sendiri dulu di kampus. Kisah petualangannya menggugah niat perjalanan saya. Kisah pertamanya menginjakkan kaki di Kalimantan, entah kenapa masih terasa hafal di kepala. Lalu ceritanya perihal penari di sebuah klub, itu juga mengekal.

( 1 / 2 ) by @bokabuo
3
a year ago
Download
Aan di Langit

Di antara semua karya Aan, sejak Perempuan sampai  Memasihkan yang Pernah, karya terbarunya Bahasa Pohon-pohon Tumbang adalah yang paling sulit saya pahami.
.
.
Saya dibuat terpingkal tak sebanyak Mengapa Luka Tidak Memaafkan Pisau. Terdiam tak sebanyak Waktu yang Tepat untuk Melewatkan Waktu. Riang tak sebanyak Kepalaku Kantor Paling Sibuk di Dunia. Dan khidmat tak seperti di Kukila dan Sudahkah Kau Memeluk Dirimu Hari Ini.
.
.
Mungkin resahnya sudah agak beda... :') by @bokabuo
2
a year ago
Download
Jauh sebelum buku bisnis dan motivasi memenuhi jagat perbukuan, nama Paul Arden sudah lebih awal mendapat tempat khusus pada rak buku di rumah. Bukunya dua saja: Whatever You Think, Think the Opposite dan God Explained in a Taxi Ride.

Dua buku ringkas atas topik yang serius. 

Alhasil, kita seperti mengikuti rangkaian kata-kata kunci yang ditebalkan oleh ilustrasi dan foto yang mendukung. Paul Arden bisa saya katakan sebagai salah satu maestro berpikir di luar kotak. Pendapatnya sering menjadikan saya berpikir kembali atas apa-apa yang saya yakini, merombak ulang apa yang dirasa sudah pakem, lalu menemukan ide dan kesegaran yang baru. Maklum, dia besar di dunia advertising yang memang menuntut kecerlangan ide dan gagasan.

Buku ini sudah lama sekali saya miliki dan sesekali dibaca kembali saat pikiran sudah terasa terlalu terbawa arus rutinitas dan karir. Dalam banyak kejenuhan, buku baik selalu bisa jadi tempat kembali.

Di sini, saya cuplikkan beberapa hal yang paling membekas bagi saya pribadi. Lebih jauhnya, aku sarankan teman-teman juga cari bukunya! by @bokabuo
2
a year ago
Download
.
Kisah-kisah penuh hikmah selalu menjadi salah satu dari inti sebuah agama. Kitab suci juga banyak berisikan ini. Lalu kisah kehidupan nabi, orang-orang terdekat nabi, begitu juga kisah orang-orang suci. 
.
Saya selalu menikmati kisah-kisah ini. Kisah yang selalu berhasil menjadi tempat pulang, atau saat sejenak rehat dari hidup yang terlanjur cepat, bising, dan itu-itu saja.
.
Dalam ranah ini, Anthony de Mello adalah satu yang terbaik. Meski Beliau seorang Katolik, saya yang Muslim masih sangat bisa menikmatinya. Karena kisah-kisah begini selalu universal.
.
Saya selalu mengulang-ulang pembacaan Doa Sang Katak dan Kicauan Burung. Favorit. ❤️❤️❤️ by @bokabuo
0
4 years ago
Download
Di dunia nyata, mereka berseberangan dalam pemikiran—meski rasa saling hormat sangat terasa di antara mereka berdua.

Di rumah, saya sandingkan mereka berdua. Sebagai sebuah pengakuan. Juga ucapan terima kasih. Juga pengabadian.

Namun buat jaga-jaga, tetap saya tempatkan satuan pengamanan. Jaga-jaga aja. by @bokabuo
0
4 years ago
Download
.
Ada perasaan tak nyaman yang menempel pada komik-komik bagus: keharusan menunggu.
.
.
Komik tentu harus terbit periodik, namun kita yang sudah terbawa suasana ceritanya tentu ingin segera tahu kelanjutan kisahnya. Alhasil harus sedikit berlatih kesabaran. Jilid berikutnya baru akan ada dalam hitungan beberapa bulan ke depan atau bahkan tahunan.
.
.
Hal itu terasa benar di A Promised Neverland. Meski jeda antar jilid tidak terlalu lama dibandingkan komik lain, ceritanya memang seseru itu untuk ditunggu. Penokohannya kuat, alurnya rapi, penuh dengan plot twist, dan pada akhirnya menghasilkan perenungan yang cukup mendalam juga.
.
.
Komik ini selesai dalam 20 jilid dan saya memutuskan untuk membacanya ulang secara marathon demi kepuasan yang hakiki. Pada jilid 20, saya terbawa alur yang begitu cepat sebagai pamungkas cerita. Saya terpekur dalam terkait niat baik—konsistensi padanya— dan kepercayaan penuh pada nasib dan Semesta.
.
.
Saya beri bintang 5 dari 5 yang ada untuk hiburan yang disajikan A Promised Neverland di sepanjang ceritanya.
.
.
Saya juga bisa menikmati A Promised Neverland dalam seluruh versi penyajiannya: komik, anime, dan live action-nya. by @bokabuo
0
4 years ago
Download
.
Masih Jokpin, tapi tak banyak. Barangkali serupa pengantarnya, hanya sesaji.
.
Ya mo gimana lagi kan?! 🤗😌 by @bokabuo
0
4 years ago
Download
.
Sudah cukup lama tak menemui novel Indonesia dengan daya tarik seperti Pemetik Bintang. Jenis buku yang meminta kita untuk terus kembali demi menyelesaikannya.
.
Selain daya tariknya, penceritaannya juga stabil hingga akhir kisah. Bukan tipe buku yang penulisnya ngos-ngosan di ujung cerita lalu penutup jadi sekadar.
Saya juga menyelipkan kekaguman pada kayanya diksi si Penulis, banyak kalimat baik yang baru saya temui di buku ini.
.
Yang kurang barangkali cuma kesan yang ditimbulkannya di diri saya. Ini tentu saja akan relative tergantung pembaca. Meski plot ceritanya banyak memiliki kejutan, tapi tidak sampai menggugah hati. Bukan tipe yang membuat emosi saya naik turun lalu tak mudah lupakan rasanya setelah halaman terakhir ditutup. by @bokabuo
0
4 years ago
Download
.
.
Ada 17 esai dalam buku ini, hanya 1 yang belum pernah terbit dimanapun. Sisanya bisa teman-teman jelajahi di berbagai media: Indoprogress, Kumparan +, Tirto.id, ataupun Asumsi.
.
Ternyata saya lebih siap dan bisa menikmati Dea sebagai penulis fiksi: cerpen dan puisi. Karya-karya yang terasa segar dan bernas sehingga Penulisnya patut dibebani sebagai masa depan sastra Indonesia.
.
Tapi dia gugup dalam menulis esai. Terkadang kita menemukan pikiran yang saling bertabrakan dalam satu tulisan. Terkadang kita merasakan kegugupannya dalam mengutip—sedangkan seringkali esai yang baik memang berisikan banyak kutipan orang lain yang tak sekedar mengutip kata-kata ala “quotes”, tetapi juga mesti sampai ke kedalaman konteks mengapa itu sampai penting untuk dikutip. Dea belum sampai di situ. Terasa benar Dea sedang berproses menyadari yang penting dan tidak penting dari sebuah esai.
.
Karena itu, saya akan lebih menunggu cerpen atau puisi dia berikutnya: yang berisi kejutan di sana sini. Eh tapi ada juga karya fiksi dia yang lain dalam bentuk novel dan baru terbit ya?
.
Mari kita lihat… by @bokabuo
0
4 years ago
Download
.
Pergilah ke pinggir hidupmu sejenak, lalu selesaikan seri komik ini. Tidak akan butuh waktu lama mestinya. Dia selesai dalam 3 buku—tapi kesannya mungkin terus mengikutimu.
.
I Sold My Life for Ten Thousand Yen per Year adalah cuplikan imajinasi brilian atas hidup yang murung. Mungkin banyak dari kita yang pernah merasa hidupnya tak berarti, begitu membosankan, tak punya masa depan cerah, atau tak berguna bagi orang lain. Bagaimana jika sisa hidupmu bisa “digadaikan”? Mengganti waktu/kesehatan/hidup di masa depan dengan sejumlah uang.
.
Komik ini berputar pada kemungkinan itu.
.
Banyak panel yang membuat saya terdiam sejenak. Ternyata harga gadai tergantung pada masa depan dan tak ada urusan sama sekali dengan apa yang terjadi di masa lalu. Hal yang terdengar begitu positif bagi mereka yang terlanjur buruk menilai hidupnya sendiri. Senada dengan kata bijak lama: Every saint has a past, every sinner has a future.
.
Ternyata juga harga gadai tergantung pada kadar kebahagiaan dan manfaat bagi banyak orang. Dua hal yang rasanya sangat valid untuk mendefinisikan seberapa bernilai diri kita ini. Sudah bahagiakan anda? Sudah bergunakah anda?
.
Komik ini juga menegaskan manfaat sebuah ‘batas’. Kusunoki, si tokoh utama, justru mengalami hidup yang lebih hidup justru saat mengetahui bahwa sisa hidupnya hanya 3 bulan lagi. berbanding terbalik dengan 20 tahun yang telah dia jalani.
.
Ceritanya hangat dan kesannya dalam—mungkin karena tokohnya tak banyak sehingga emosi karakter bisa diolah dengan lebih jauh. Ada juga kisah romantis manisnya. Alhasil rasa yang hadir banyak warnanya, tak sepenuhnya suram.
.
Dan, pada akhirnya ternyata adalah rasa syukur. by @bokabuo
3
5 years ago
Download

Download All

Save the photos and videos currently loaded on this page.

0Photos
0Videos
Ready to download 0 / 0

Keep this tab open until your download is ready.

back to up