Instagram story viewer> @cucoabuchiek> Posts
2K
followers
1952
following
pemikir merdeka, pembelajar bebas, dan seorang pelajar yang dibentuk di Center for Religious and Cross-cultural Studies.
POSTS STORIES REELS TAGGED
Bahkan ketika kita telah tiada, dunia tetap berputar.

Di tengah dunia yang terus bergerak, pencarian terhadap kebenaran dan pengetahuan tampaknya memang tidak pernah benar-benar selesai. Banyak pertanyaan yang sukar tidak selalu berakhir pada jawaban yang tepat. Sebagian jawaban bahkan terbukti keliru.

Namun ketika seseorang mencoba menjawab, lalu jawabannya divonis salah, hal itu tidak serta-merta menjadi sesuatu yang sia-sia. Sebab dari sanalah sering muncul kemungkinan-kemungkinan pemahaman yang lain, yang sebelumnya tidak pernah kita perhitungkan.

Pada akhirnya, hidup manusia tampaknya selalu berjalan bersama proses belajar yang tidak pernah benar-benar usai.

Tapi kamu, gak sering mokel, kan? Soalnya bentar lagi mau hari raya. Hehe by @cucoabuchiek
12
7 months ago
Download
in the bleak midwinter (Shelby, 1919). 

november-december, 2025.

—
References:

[1] Reality Club. (2019). A sorrowful reunion. On What do you really know? [Album]. Universal Music Group.

[2] Shelby, T. (1919). Peaky Blinders. Birmingham: BBC. by @cucoabuchiek
0
10 months ago
Download
august-september, 2025 by @cucoabuchiek
13
a year ago
Download
DOCUMENTATION — SEWON SCREENING 12

Ada suara yang disampaikan, ada cerita yang dibagikan, dan ada penonton yang bersedia mendengarkan.

Terima kasih kepada 300+ penonton yang telah menyaksikan Hikayatussistance di Concert Hall ISI Yogyakarta pada 26 September 2026.

Sebuah pemutaran telah berlalu, tetapi percakapan dan resonansinya dapat terus berlanjut.

Hikayatussistance (حكاية السيستين)
A Hybrid Documentary

foto dari arsip @sewonscreening 

#filmhikayatussistance #hikayatussistance #sewonscreening taken in Concert Hall ISI Yogyakarta by @cucoabuchiek
1
8 hours ago
Download
HIKAYATUSSISTANCE — SEWON SCREENING 12

September membawa kabar baru.

Hikayatussistance resmi terpilih dalam Sewon Screening 12, festival film yang diselenggarakan oleh Department of Film and Television ISI Yogyakarta sejak 2015.

Tahun ini, Sewon Screening mengangkat tema “Resonance”—tentang ingatan, sejarah, dan suara-suara yang terus bergetar dari masa lalu menuju hari ini.

Hikayatussistance akan diputar di Layar Utama, dalam program yang mengajukan satu pertanyaan:

Ketika suara ingin disampaikan, namun ruang untuk berbicara terasa begitu sesak, lalu apa yang akan tersisa?

Ada suara yang terdengar.
Ada suara yang sengaja diredam.
Ada pula suara yang baru kita sadari setelah semuanya terlambat.

📅 26 September 2026
🕒 15.00 WIB — Open Gate
📍 Concert Hall ISI Yogyakarta
🔖 17+

Mari duduk bersama, nonton dan dengarkan.

#filmhikayatussistance #hikayatussistance #sewonscreening12 #resonance #acehmenontonfilms taken in Yogyakarta Indonesia by @cucoabuchiek
0
a month ago
Download
Saatnya berkemas dan berkelana.

Been collecting these little things since 2016. Still growing, and somehow, there’s always room for one more.

Manusia Kamera : @rizqi.rahmatullah taken in Asrama Sabena by @cucoabuchiek
3
2 months ago
Download
Final Chapter: Thesis Defense

June, 2026 taken in CRCS UGM by @cucoabuchiek
28
4 months ago
Download
Kalo memang bulan ini menjadi bulan yang penuh “dar-der-dor” bagi warga @txtcrcs.2024, izinkan tuan @cucoabuchiek mengawali postingan ini dengan pesan singkatnya, yang perlu di cerna dengan lotek Bu Kantin Pasca: 

“Kerjakan sesuatu yang kita bisa dan yang kita mampu. Semua ini hanya dunia. Mengingat dunia, tak ada yang benar-benar tepat, apalagi luar biasa. Bisa saja, apa yang kita tulis hari ini, akan digugat seratus tahun ke depan. Tulislah, selesaikan. Dan ingatlah pepatah Burma pernah berkata “Orang jago akan kalah sama orang yang semangat!”. Terlalu serius juga akan membuat urat-urat lehermu kaku dan bisa mengakibatkan kematian di pagi hari. Enjoy ✌️”

PAHAMM!! by @cucoabuchiek
4
3 months ago
Download
taken in Asrama Sabena by @cucoabuchiek
13
2 years ago
Download
Belum pernah saya membayangkan sebelumnya, rapai debus dan puisi bisa bersatu dalam satu panggung. Terlebih, ini terjadi di perantauan. Tapi kenyataan mewujudkannya menjadi mungkin.

Percakapan awal tentang rapai debus muncul saat saya berjumpa dengan @agussfrizal . Ia pernah membisikkan kepada saya bagaimana tradisi ini ia hidupi sebagai bagian dari budaya di kampung halamannya, Aceh Selatan. Mengenai ilmu tahan tikam dan bacok ini, mulai terpikir dalam benak saya. Kenapa tidak kita beri kesempatan untuk dishow-kan dia sesekali?

Beberapa waktu setelah itu, pembahasan mengenai ilmu kebal khas Aceh satu ini mulai tumbuh di kelas @gerakan_surah_buku . Tentang tradisi debus hingga berkembang menjadi percakapan tentang bagaimana orang kini semakin bebal dan merasa kebal (hal ini lazim di kelas surah). Dari sana, kita mulai mendalami sedikit demi sedikit, tentu bukan soal bagaimana tubuh bisa tahan bacok, tapi bagaimana tradisi ini hidup, masuk ke keseharian, dan berakar dalam kesadaran kolektif kita.

Menjelang acara milad Asrama Meurapi Duwa Aceh (@meurapi.duwa), saya diminta oleh pengurus Meurapi Duwa untuk berbagi pandangan bagaimana mengemas acara, dan saya pikir, mengapa tidak sesekali kita tawarkan puisi dan debus di penghujung milad. Lantas, saya menghubungi @agussfrizal dan memintanya tampil. Dengan sedikit usaha dan banyak keyakinan, ia menyanggupi, namun dengan satu-dua syarat yang tak akan saya sampaikan di sini. Bersamaan dengan itu, saya juga mengajak @yi_lawe untuk membacakan puisi. Puisi tentang bebal dan kebal yang dirakit sendiri oleh dirinya. Tentang mereka yang "kloe" maupun "sanggong" oleh kepentingannya sendiri dan juga tentang mereka yang teunget meusup lam sagoe binteh (artinya: belajar pasca-colonialism, tapi mentalmu masih kolonial). Dan akhirnya, puisi itu dibacakan tepat saat debus berlangsung. Puisi yang autentik dari @yi_lawe. Pun sama luar biasa @agussfrizal dan para jamaahnya. Bayangkan saja, rapai debus dan puisi. Di Yogyakarta. Oleh mahasiswa Aceh perantauan. 

Alhamdulillah. Tak ada korban jiwa dan korban luka berat pada show kali ini. Yang ada hanya gembung air. Kalau dipencet, meledak airnya. Sekiang dan terimang kasing! taken in Special Region of Yogyakarta by @cucoabuchiek
14
a year ago
Download
Kru semangat!

Awal Agustus ini kami kembali membawa kabar baik. #Filmhikayatussistance resmi terpilih sebagai Official Selection Un•colonial International Film Festival 2026, yang akan berlangsung di Münster, Jerman, pada 23–27 Agustus 2026.

Un•colonial bukan sekadar festival film. Ia adalah ruang internasional yang secara tegas memosisikan sinema sebagai praktik antikolonial. Festival ini mengeksplorasi tema-tema tentang ingatan, tanah, perlawanan, diaspora, hingga bentuk-bentuk baru sinema yang menolak bahasa dominan.

Bagi penyelenggara, "Uncolonial is a position, not a theme." Mereka mempertanyakan siapa yang selama ini menentukan cerita mana yang layak didanai, estetika siapa yang diakui sebagai world cinema, dan siapa yang berhak masuk ke dalam arsip sejarah sinema.

Karena itu, mereka membangun ruang bagi film-film yang menolak narasi imperialis, menantang praktik penceritaan yang eksploitatif, dan membuka kemungkinan baru bagi sinema sebagai ruang distribusi pengetahuan dan kekuasaan.

Bagi kami, ini adalah kabar yang sangat bermakna. Hikayatussistance lahir sebagai dokumenter hibrida yang berangkat dari penelitian penciptaan seni di Pascasarjana ISI Yogyakarta, dengan perhatian pada tradisi tutur, ideologi perlawanan, dan ingatan kolektif. Menemukan ruang di festival ini terasa seperti menemukan konteks kuratorial yang tepat bagi perjalanan film ini. Kami merasa terhormat.

Terpilih di antara lebih dari 2.000 film yang berasal dari lebih 120 negara, Hikayatussistance menjadi salah satu karya yang akan diputar di Münster, Jerman.

Terima kasih kepada seluruh kru, kolaborator, subjek, pendukung, dan semua yang terus percaya pada perjalanan film ini.

Salam Sinema.

#Filmhikayatussistance
#Hikayatussistance
#AcehMenonton
#HybridDocumentary taken in Münster Germany by @cucoabuchiek
4
3 months ago
Download
Kru Semangat!

Hari ini kami kembali mendapat kabar baik. Setelah melintasi berbagai festival, forum akademik, museum, dan ruang pemutaran di Indonesia maupun mancanegara, Hikayatussistance kembali 
resmi terpilih sebagai Official Selection International Djogja Earthsound Fest (IDEF) 2026

IDEF 2026, sebuah forum internasional yang mempertemukan musik, film, riset, dan praktik kebudayaan dari berbagai negara. Mengusung tema "Sacred Sound, Shared Earth", IDEF 2026 menghadirkan konferensi internasional, pertunjukan musik dunia, workshop, pameran, hingga program pemutaran film yang mengangkat relasi antara bunyi, spiritualitas, ekologi, dan pelestarian budaya.

Kami merasa IDEF memberikan konteks yang bagus bagi Hikayatussistance. Festival ini tidak hanya berbicara tentang musik atau bunyi, tetapi tentang bagaimana suara menjadi bagian dari hubungan manusia dengan lingkungan, sejarah, dan kebudayaan.

Film kami lahir dari perjumpaan dengan seorang penutur hikayat dengan bentuk hybrid documentary. Karena itu, ketika film ini diterima dalam forum yang merayakan suara-suara sakral dan praktik budaya, kami merasa perjalanan ini menemukan maknanya sendiri dan pemaknaan yang luas.

Kami bersyukur, sebab setiap ruang baru bukan hanya memperpanjang usia film, tetapi juga memperluas percakapan yang ingin dibawanya. 

Salam sinema

📍Mini Concert Jurusan Etnomusikologi Fakultas Seni Pertunjukan Institut Seni Indonesia Yogyakarta
🕰️ Jumat, 24 Juli 2026 | Pukul 10.30 – 16.00 WIB

#hikayatusistance
#idef2026
#isiyogyakarta
#pascaisiyogyakarta by @cucoabuchiek
0
3 months ago
Download

Download All

Save the photos and videos currently loaded on this page.

0Photos
0Videos
Ready to download 0 / 0

Keep this tab open until your download is ready.

back to up