Instagram story viewer> @ersyarwd> Posts
6.9K
followers
2181
following
๐™ณ๐š’๐š๐š๐š’๐š—๐š ๐š๐š‘๐š›๐š˜๐šž๐š๐š‘ ๐š‘๐šŽ๐š›๐š’๐š๐šŠ๐š๐šŽ, ๐š๐šŠ๐šœ๐š๐š’๐š—๐š ๐šŒ๐šž๐š•๐š๐šž๐š›๐šŽ, ๐šŒ๐š‘๐šŠ๐šœ๐š’๐š—๐š ๐šž๐š—๐š๐š˜๐š•๐š ๐šœ๐š๐š˜๐š›๐š’๐šŽ๐šœ โšœ๏ธ
@eyangtun.cuisine @filmtourismindonesia @majawihouse @tjap.piringterbang
POSTS STORIES REELS TAGGED
1967. ๐“™๐“ช๐“ด๐“ช๐“ป๐“ฝ๐“ช. Sebuah mega proyek penelusuran kuliner Nusantara dengan mandat birokrasi yang kuat. Dikerjakan sejak 1960 hingga 1966, dengan melibatkan berbagai kementerian, tenaga ahli gizi, organisasi wanita, hingga jaringan di berbagai daerah untuk menyusun dokumentasi kuliner yang komprehensif. Kekuasaan Soekarno berakhir, tapi cita-citanya terwujud.

Setelah melewati empat buku resep dari masa kolonial hingga awal kemerdekaan, perjalanan โ€œIndonesia dari Masa ke Masaโ€ akhirnya sampai pada Mustikarasaโ€”buku resep babon yang diprakarsai Presiden Soekarno di masa-masa akhir pemerintahannya.

Lebih dari sekadar kumpulan resep, Mustikarasa lahir dari gagasan tentang bagaimana Indonesia seharusnya mengenali, mengolah, dan mengembangkan kekayaan pangannya sendiri. Lebih dari 1.600 resep dari berbagai penjuru Indonesia dikumpulkan di dalamnya, termasuk begitu banyak bahan pangan lokal yang mungkin hari ini justru semakin jarang kita temui.

Salah satunya adalah Ganefo Ketela.

Namanya mengingatkan kita pada GANEFOโ€”Games of the New Emerging Forces, ajang olahraga internasional yang juga digagas Soekarno pada 1963 sebagai bagian dari politik luar negeri Indonesia dan solidaritas negara-negara yang baru merdeka, mulai dari Asia, Afrika, hingga Amerika Latin.

Menariknya, nama itu kemudian muncul di dalam buku resep yang juga menjadi salah satu warisan Soekarno.

Seolah mengingatkan kita bahwa gagasan tentang sebuah bangsa tidak hanya dibicarakan di podium atau ruang politik. Ia juga bisa masuk ke dapurโ€”ke bahan yang kita pilih, makanan yang kita kenali, dan apa yang kita anggap layak hadir di meja makan.

Dari sinilah kita bisa melihat bahwa resep-resep lama bukan hanya catatan tentang bagaimana makanan dibuat.

Mereka juga menyimpan jejak tentang siapa kita, apa yang kita makan, dan seperti apa Indonesia ingin melihat dirinya sendiri.

๐Ÿ‡ฎ๐Ÿ‡ฉ Serial warisan kuliner #IndonesiadariMasakeMasa
โค๏ธ Persembahan @tjap.piringterbang & @sejauh_mata_memandang 
๐Ÿ“• Episode 05: Ganefo Kimpul
๐Ÿ“ Dari Mustikarasa, 1967

#kulinerindonesia #cookbooks #resepnusantara #foodhistory taken in Jakarta, Indonesia by @ersyarwd
23
24 days ago
Download
Dengan bahagia kami persembahkan โ€œMERANGKAI RATNA ASMARAโ€ ๐ŸŒน

Sebuah dokumenter tentang perjalanan Kelas Liarsip (kolektif periset dan arsiparis film) yang menelusuri jejak-jejak keberadaan Ratna Asmara (sutradara perempuan pertama di Indonesia) yang terlupakan, melalui dokumen, reparasi dan digitisasi puing film terakhir yang masih tersisa โ€œdr. Samsiโ€ (1952), hingga mempresentasikannya ke Eye Film Museum di Belanda.

Ratna Asmara merupakan sutradara, aktris dan produser film yang tercatat aktif berkiprah dalam sinema Indonesia sejak 1940 hingga 1955. Sepanjang hidupnya ia telah menyutradarai lima buah film dari Sedap Malam (1950), Musim Bunga di Selabintana (1952), dr. Samsi (1952), Nelajan (1953), dan Dewi dan Pemilihan Umum (1954).

Periset:
Umi Lestari @michanlestari
Lisabona Rahman @lisabonarahman
Julita Pratiwi @jujulitas
Imelda Taurina Mandala @fellowfurry
Efi Sri Handayani @efi_sh

Narasumber:
Sinematek Indonesia - Firdaus
Digitisasi Film Nasional - Aditya H. Martodiharjo @of.acopy
Render Digital Indonesia - M. Taufiq Marhaban @taufiqmarhaban.iq & Kharismanto @colorscience.fusion
Pembuat Film Wanita Indonesia: Nan Achnas, Nia Dinata @ibunia, Meiske Taurisia @dmeiske2

Produksi:
Kelas Liarsip @liarsip & Indonesiana TV @indonesiana.tv @budayasaya

Regie: Ersya Ruswandono @ersyarwd
Produser: Sabila Nurbayani @hai_sab
Ass. Produksi: Siti Annisa Nurjanah @annisa.cha_
Penulis: Sabila Nurbayani & Ersya Ruswandono 
Penata Kamera: Agasta Ariani @agastaariani
Penyunting Gambar: Bayu Cipta Pramudya @cpramudya
Perekam dan Penata Suara: Alpianai @alpianai
Penata Musik: M. Cristna Irama @ramacristna
Narator: Hani Valery @buanadara
Takarir: Minikino Studio @minikinostudio 
Poster: Gandhi Setyawan @rasefour

#MerangkaiRatnaAsmara #RatnaAsmara #SebutaNamaPuan #KelasLiarsip by @ersyarwd
23
3 years ago
Download
Spicebond: Indische Keuken adalah proyek kolaboratif garapan Ersya Ruswandono dan Eliesta Handitya, sebuah eksplorasi jejak Indische Keuken (masakan Hindia-Belanda) di Indonesia yang berfokus pada pengalaman perempuan selama sejarah kolonial Hindia Belanda.

Melalui serakan arsip kolonial (resep-resep, artikel, foto, video, dan pamflet), proyek ini membedah dan menafsirkan ulang narasi kehidupan perkotaan Jawa pada awal abad ke-20. Melalui penelusuran buku resep โ€œIndisch Kookboek: 1381 Receptenโ€ karya Catenius Van Der Meijden, Ersya dan Eliesta mengeksplorasi peran perempuan di dapur pada era Hindia Belanda, dan bagaimana pengaruhnya pada budaya makan kita hari ini.

Selanjutnya, pada awal 2025 pojok #Spicebond akan menyapa Tuan dan Nona di Yogyakarta dengan pengalaman imersif yang seru. Tetap nantikan!

๐“ข๐“น๐“ฒ๐“ฌ๐“ฎ๐“ซ๐“ธ๐“ท๐“ญ: ๐“˜๐“ท๐“ญ๐“ฒ๐“ผ๐“ฌ๐“ฑ๐“ฎ ๐“š๐“ฎ๐“พ๐“ด๐“ฎ๐“ท (2024)
Mix-media installation: archival video; indische-keuken tablecloth (AI generated,150 x 150 cm), speculative-archive zine; photo archives; AI generated pamphlets.

Research team: Ersya Ruswandono, Eliesta Handitya 
Photographed by: Dhanurendra Pandji @dhanupandji 
Archived source: KITLV @kitlv_knaw, Perpustakaan Nasional RI @perpusnas.go.id, Kookboek: 1361 Recepten by Catenius Van Der Meijden, Mustika Rasa, personal archives. 

#IndischeKeuken #Sejarah #BudayaPangan #Perempuan #Gender #SpicebondExhibition #ICAD #ICAD14 #IndonesianContemporaryArtandDesign taken in Jakarta, Indonesia by @ersyarwd
3
2 years ago
Download
Ada tempat-tempat yang terasa surreal, seperti di film-film๐Ÿฅน๐ŸŒธ๐ŸŒผ

Shikisai-no-oka, Hokkaido, di penghujung musim panas. Ladang bunga berwarna-warni membentang sampai mata kehilangan batasnya. Rasanya seperti melihat sebuah lukisan yang terlalu luas untuk dimuat dalam bingkai.

Lucunya, tempat ini pernah menjadi salah satu wishlist ku di Hokkaido. Aku hanya tidak ingat kapan tepatnya ingin ke sini, apalagi merencanakan kapan akan datang.

Sampai akhirnya aku tiba dengan sepeda ontel kyuti berwarna pink yang ku kayuh bersama keluarga, mengikuti rangkaian perjalanan yang telah disiapkan sepupuku. Ohhh, jadi ke sini toh, astagaaa ๐Ÿ˜ญ

Di sela-sela hamparan bunga, ada es krim lavender lembut dengan manis yang sopan khas es krim Jepang, ahhh ini es krim terenak kedua di dunia setelah es krim vanila yang ada di Museum Beer Sapporoโ€” aduh repot kalau kepingin lagi. Juga kentang panggang dengan butter yang sederhana, hangat, umami, tapi herannya kok nagih?!!

Aku suka bagaimana perjalanan sesekali mempertemukan kita dengan hal-hal yang pernah kita inginkan, bahkan ketika kita sudah berhenti memikirkannya. 

Ada kalanya terkadang lebih menyenangkan ketika kita tidak terlalu sibuk merencanakan. Atau mungkin, sesekali, kita cuma perlu punya sepupu yang jago bikin itinerary aja HAHAHA. Arigatooouu let @padmadanti do the rest! ๐Ÿ™ŒโœŒ๏ธ๐Ÿคฃ

Paradisoooo ๐Ÿ’๐ŸŒท๐ŸŒป

Kenapa yah gak ada yang gak enak di Jepang tuhh. Begini aja nikmat~

Lavender Field ๐Ÿชป

Taman bunga ini punya toko oleh-oleh yg serba lavender. Dari teh, benih, buku, dan segala macam pernak-pernik bernuansa lavender! 

Yang paling good deal cuma 50rb adalah sebotol pure minyak lavender yg kuenceng banget baunya. Nyaman buat tidur..

Kayak apa ya ini tuh, bagussss banget huhu ๐ŸŒบ๐ŸŒž

Lucu orang-orangan sawahnya, gak koyo memedi

Literally cuci mata, asal gak cuci uang pemerintah. Duh maap, kelepasan ๐Ÿ™

Lucu banget odong-odongnya ditarik traktor ๐Ÿšœ

Sampai di season selanjutnya, Furano! ๐Ÿ‘‹ taken in Shikisai-No-Oka by @ersyarwd
0
a day ago
Download
Serba-serbi perayaan habidi @byrngg โ‚ŠหšโŠนโ™ก

Selamat menjadi semakin matang seperti anggur merah yang perlahan lebih pekat dan dekat ke 40, akkhhhh.

Nothing but semoga keberuntungan selalu bersamamu, sing gangsar lan ampun kesandung, ampun kesrimpet nggih..

Akhirnya ada official merchandisenya @guruhgipsy1897 ! 

Ini udah jadi wishlistnya Bayu dari lama, sampe ada dikeranjang shopeenya yg entah siapa itu yg ngeproduksi, tapi gak dibeli karena gak mau kawe-an ๐Ÿคฃ

Siap menjadi lelaki kontemporer โšœ๏ธ

Koleksi Ucapan Ultah dari Legenda-Legenda Internet Vol. 2 | September, 2026.

Kompilasi kalau @byrngg jadi makanan:
โ€ข Segunung Awug-Awug beserta kawan-kawannya buat tiup lilin. Jadi mandala gituuu kalo dari atas heuu ๐Ÿฅฒ
โ€ข Barikade @cimolbojotaa, rasa ayam bawang pedes level 1, pakai bawang dan daun jeruk ๐Ÿคค
โ€ข Sesundaan feast sebagai puncak perayaan 35. Ayam Bakakak, Asin Cumi, Sambel Cibiuk, Jukut Goreng, Tahu Tolenjeng, dan Nasi Oncom. Semua kenikmatan sajian dari @losraos ๐Ÿ”ฅ

Sebuket mawar kuning menemani perayaan umur yg baru ๐ŸŒผ

Koleksi Ucapan Ultah dari Legenda-Legenda Internet Vol. 1 | September, 2026.

Kuweh ultah yg dibawanya sendiri dari Bali, cinamon rollnya @sinamonbali ๐ŸŽ‚ by @ersyarwd
4
6 days ago
Download
Suatu akhir pekan yang hangat dan penuh hijau-hijau di kaki Gunung Merapi, sehari setelah prosesi lamaranku dilangsungkan ๐Ÿ”†๐ŸŒณ๐Ÿƒ

Namun, pada pagi hari yang cerah itu, aku menemukan seekor burung kecil terkapar diam saja di depan pintu villa, diantara sandal-sandal.

Aku kira mati.

Ternyata saat ku ambil, dia sehat wal afiat, gak ada luka sama sekali di tubuhnya. Nurut aja pas dipegang dan dielus-elus. Heran, kenapa gak memberontak mau terbang ketika dalam genggamanku? Setelah beberapa saat akhirnya sengaja ku terbangin..

Sudah agak berfirasat: Ini ada apa ya? Kok rasanya gak enak ya?

Karena beberapa kali suka begini, didatangi hewan-hewan lalu ada suatu kejadian setelahnya, baik yg menyenangkan atau kurang mengenakkan hati. Burung memang yang paling sering.

Waktu bergulir dan aku menyadari, momen ini terjadi sekitar seminggu sebelum Eyang ku meninggal dunia. Mungkin mau pamitan terlebih dahulu ya.. ๐Ÿ•Š๏ธ taken in Kaliurang, Yogyakarta by @ersyarwd
2
8 days ago
Download
Sudah beberapa kali aku datang ke Semarang, dan tak bosan-bosan untuk kembali berjalan kaki di kawasan Kota Lama! ๐Ÿ˜ป๐Ÿ›๏ธ

Tidak ada itinerary yang terlalu serius. Hanya berkeliling menikmati terik matahari Semarang yang katanya ada empat, memotret bangunan bergaya Indies yang menarik perhatian, berhenti untuk ngopi di Spiegel, berfotobox ria di depan Gereja Blenduk, melihat Gedung Marba dari dekat, lalu mampir ke Toko Oen untuk membeli poffertjes dan es krim.

Aku memang suka sekali datang ke tempat-tempat seperti ini sambil membayangkan seperti apa suasana dan keriuhannya pada masa yang berbeda, lalu bertanya bagaimana tempat-tempat itu kemudian berpindah tangan dan menjadi bagian dari kehidupan kota yang terus berubah.

Memang terkadang tidak semua tempat harus ditaklukkan atau dijelajahi sampai tuntas dalam sekali waktu. Terutama di tengah waktu kunjung yang singkat, menemukan beberapa hal kecil yang menyenangkan lalu pulang rasanya sudah cukup.

Singgah sejenak. Nanti datang lagi.. ๐Ÿ‘‹ taken in Kota Lama Semarang by @ersyarwd
2
11 days ago
Download
Latsarmil calon manajer Kopdes Merah Putih, menerjang pohon-pohon mangrove di pantai utara ๐Ÿช–๐ŸŽ–๏ธโœŠ taken in Jakarta Mangrove, Taman Wisata Alam Angke Kapuk by @ersyarwd
12
a month ago
Download
Gelora asmara
Di samudra cita
Melenakan aku
Dibuai cinta

Andika Dewa
Sirna duli sang asmara
Merasuk sukma
Menyita heningnya cipta
Oh, resahku jadinya

Prahara nestapa
Seakan tak kuasa
Membendung asmara
Insan sedang bercinta

โœฆ โœง โœฆ โœง

Walaupun tidak pernah mengenal langsung sosok Mas Guruh, aku sempat mendengar kisah-kisah tentang beliau dari beberapa kawan yang sempat beririsan dengan perjalanan hidupnya.

Karya-karya beliau, bagaimanapun, telah membersamaiku melewati banyak fase dalam hidup.

Dari menyematkan lagunya pada film pendek, sepotong tulisan tentang beliau dan Swara Maharddhika dalam satu bagian tesisku, hingga momen-momen pernikahanku yang diselimuti lagu-lagu indah ciptaannya.

Gunung langit samudera,
Ruh semesta memuja.

Terima kasih atas dedikasi dan cinta yang begitu besar pada seni dan budaya Indonesia, Mas Guruh. Selamat jalan, akan selalu terkenang warisan keindahan yang kau tinggalkan, untuk kami terus dengarkan, pelajari, dan rayakan ๐ŸŒน by @ersyarwd
2
20 days ago
Download
Hari ini, mendengar kabar Gunung Anak Krakatau (Banten), Gunung Ile Lewotolok (NTT), Gunung Semeru (Jawa Timur), dan Gunung Ibu (Maluku Utara), kembali erupsi. Aku jadi ingat satu cerita dari Banda Neira.

Tentang sebuah gunung yang seolah ikut bersuara ketika tanah tempatnya berpijak sedang porak-poranda oleh keserakahan, perebutan kuasa, kekerasan, dan ketidakpedulian.

Waktu di Banda, aku mendengar satu kisah dari masyarakat setempat tentang Gunung Api Banda. Bahwa alam tidak selalu dipandang sebagai sesuatu yang terpisah dari kehidupan manusia. Gunung bisa menyaksikan apa yang terjadi. Bahkan, gunung juga bisa โ€œmarahโ€.

Dan sejarahnya memang menyisakan kebetulan-kebetulan yang menarik. Pada masa perang dan pendudukan VOC, Gunung Api Banda berkali-kali mengalami letusan. Aktivitasnya begitu tinggi sampai pada 1900, geolog Belanda R.D.M. Verbeek menjulukinya โ€œEtna van Indonesiaโ€, karena letusannya yang menyemburkan api bertubi-tubi seperti pesta kembang api.

Lalu setelah Indonesia merdeka, gunung itu kembali tenang selama cukup lama. Ia baru meletus lagi pada 1988.

Tentu, secara sains semua punya penjelasannya sendiri. Tapi sebagai sebuah cerita, aku selalu teringat bagian ini: ketika manusia sedang mengacak-acak tanah tempat mereka hidup, alam seakan ikut bereaksi. Dan ketika keadaan mulai mereda, ia pun turut berdamai.

Hari ini, ketika gunung-gunung kembali meletus, hutan terbakar, tanah bergoyang, dan berbagai bencana alam datang hampir bersamaanโ€”di tengah situasi ketika suara masyarakat berkali-kali teracuhkanโ€”semua itu membuatku kembali memikirkan kisah tersebut.

Mungkin kita perlu kembali percaya bahwa alam bukan sekadar latar tempat kita hidup. Ia punya caranya sendiri untuk mengingatkan. Dan ketika jeritan manusia terus diabaikan, mungkin alam sedang mengambil giliran untuk berbicara.

Barangkali pertanyaannya bukan lagi, โ€œApakah alam sedang marah?โ€

Melainkan: berapa banyak โ€œrintihanโ€ yang harus muncul sebelum (pemerintah) kita benar-benar mau mendengar?

*Kompilasi foto-foto Gunung Api Banda dari berbagai sisi dan waktu (Sept-Okt 2021). Dari Pulai Neira, Pulau Banda Besar dan Pulau Syahrir. Di pagi hari, siang, dan menjelang temaram ๐ŸŒ‹ by @ersyarwd
11
a month ago
Download
1957.๐““๐“ณ๐“ช๐“ด๐“ช๐“ป๐“ฝ๐“ช.Star Weekly adalah majalah mingguan yang diterbitkan oleh Keng Po, dan Julie Sutardjana mengasuh rubrik โ€œRahasia Dapurโ€ dari 1951 sampai 1961. Ini lah kekuatan dari Pandai Masak, yang terlah memiliki basis pembaca dari media massa sebelum resep-resep itu dibukukan.

Menulis dengan nama pena Nyonya Rumah, rubrik tersebut memiliki pembaca yang cukup antusias hingga mereka menyurati redaksi dan meminta agar resep yang tersebar di majalah dikumpulkan menjadi buku, supaya lebih praktis dicari. Permintaan itu kemudian terwujud pada 1957, ketika Penerbit Kinta menerbitkan dua jilid Pandai Masak. Buku ini pun terus dicetak ulang hingga 1960-an.

Salah satu hidangan yang tercatat di dalamnya adalah Paniki.

Hari ini, Paniki lebih sering diasosiasikan dengan masakan ayam. Tapi kalau ditarik lebih jauh, kata paniki sendiri berarti kelelawar dalam bahasa Minahasaโ€”dan kelelawar pemakan buah memang secara tradisional menjadi bahan utama hidangan ini.

Konsumsi kelelawar di Minahasa bukan sekadar soal โ€œkuliner ekstremโ€. Praktik ini telah berlangsung selama beberapa lama di Sulawesi Utara. Sebelum kelelawar menjadi komoditas pasar, masyarakat desa sudah memburunya untuk konsumsi pribadi. 

Menariknya, kelelawar juga memiliki tempat dalam berbagai momen perayaan. Konsumsinya meningkat pada hari-hari raya seperti Natal dan Tahun Baru, serta pada periode Pengucapan Syukur, tradisi panen yang dirayakan di berbagai wilayah Sulawesi Utara.

Dalam perkembangannya, daging ayam digunakan sebagai pengganti yang lebih umum ditemukan dalam berbagai versi Paniki.

Dan hari ini, resep itu sampai di dapurkuโ€”dengan paru sapi.

Satu resep, banyak tangan. Dan setiap tangan bisa meninggalkan versinya sendiri.

๐Ÿ‡ฎ๐Ÿ‡ฉ Serial warisan kuliner #IndonesiadariMasakeMasa
โค๏ธ Persembahan @tjap.piringterbang & @sejauh_mata_memandang 
๐Ÿ“• Episode 04: Paru Paniki
๐Ÿ“ Dari Pandai Masak Jilid I, 1957

#kulinerindonesia #cookbooks #resepnusantara #foodhistory taken in Sulawesi Utara by @ersyarwd
4
a month ago
Download
1954. ๐““๐“ณ๐“ช๐“ด๐“ช๐“ป๐“ฝ๐“ช. Buku Masakan Thursina: bukan sekadar kumpulan resep, melainkan jejak dari dapur rumah tangga Indonesia pada pasca kemerdekaan.

Buku ini pertama kali disusun oleh H. Siti Mukmin, seorang guru ilmu kesejahteraan keluarga, dan kemudian dikembangkan oleh Dahniar Jatim. Terbit sejak awal 1950-an, Buku Masakan Thursina menjadi salah satu buku resep yang cukup populer dan terus dicetak ulang hingga 21 kali sampai tahun 1981.

Salah satu resep di dalamnya adalah Gulai Birah, hidangan tradisional khas Minangkabau yang menggunakan batang talas putih (birah) sebagai bahan utamanya.

Birah sendiri merupakan salah satu jenis talas. Dan yang menarik, dalam tradisi memasak di berbagai daerah, talas tidak berhenti pada bagian umbinya saja.

Batangnya bisa diolah menjadi gulai, lodeh, atau berbagai olahan sayuran berkuah lainnya serta tumisan. Di berbagai daerah, bagian ini juga punya nama yang berbedaโ€”Di Jawa kita mengenal tales, talas, bentul, dan lompong; sementara di daerah lain ada sebutan seperti lumbu (Gayo), bete (Manado/Ternate), paco (Makassar), kaladi (Ambon), hingga kemumu (Sumatra).

Daunnya pun dapat dimanfaatkan dalam berbagai masakan, termasuk sebagai pembungkus seperti pada buntil.

Satu tanaman, begitu banyak kemungkinan untuk sampai ke meja makan.

Mungkin resep seperti Gulai Birah mengingatkan kita pada sesuatu yang fundamental: bahwa pengetahuan pangan tidak selalu lahir dari bahan yang mahal atau langka. Kadang justru dari kemampuan untuk mengenali apa yang tumbuh di sekitar kitaโ€”dan tahu bagaimana mengolahnya.

๐Ÿ‡ฎ๐Ÿ‡ฉ Serial warisan kuliner #IndonesiadariMasakeMasa
โค๏ธ Persembahan @tjap.piringterbang & @sejauh_mata_memandang 
๐Ÿ“• Episode 03: Gulai Birah
๐Ÿ“ Dari Buku Masakan Thursina, 1954

#kulinerindonesia #cookbooks #resepnusantara #foodhistory taken in Minangkabau by @ersyarwd
25
a month ago
Download

Download All

Save the photos and videos currently loaded on this page.

0Photos
0Videos
Ready to download 0 / 0

Keep this tab open until your download is ready.

back to up