Instagram story viewer> @irwanpaser> Posts
3.3K
followers
5437
following
Teacher & Fiction Author
🚶Pea Paser Adang🇲🇨
📍Long Ikis & Muara Komam, Tana Paser, Kaltim.
POSTS STORIES REELS TAGGED
BAB 18 JANGAN BANDINGKAN MUSIM MU

{Sambungan salindia}

Jika seseorang lebih dahulu sampai, aku menganggap diriku tertinggal. Jika jalanku berbeda, aku khawatir telah salah memilih. Padahal, setiap orang memulai dari keadaan yang tidak sama. Ada yang memiliki dukungan lebih kuat, ada yang harus menanggung tanggung jawab sejak dini, ada yang menemukan kesempatan lebih cepat, dan ada pula yang sedang memulihkan diri dari sesuatu yang tidak diketahui orang lain.

Kita kadang terlalu sering membandingkan hasil tanpa mengetahui seluruh prosesnya. Kita melihat seseorang telah berhasil, tetapi tidak melihat bantuan yang telah diterimanya, kegagalan yang pernah dialaminya, atau pengorbanan diri yang tidak ingin ia ceritakan kepada ruang publik.

Kita melihat seseorang tampak begitu bahagia, tetapi tak mengetahui bagian hidup yang masih membuatnya khawatir. Hal ini bukan jadi alasan kita untuk meragukan pencapaian orang lain. Ini hanya pengingat diri bahwa pandangan kita selalu terbatas. Kita tidak bisa menilai keseluruhan perjalanan seseorang hanya dari satu pandangan saja.

Aku pernah menghabiskan satu malam penuh hanya dengan menggeser layar ponsel, melihat kehidupan orang-orang yang sudah pernah kukenal. Awalnya aku hanya ingin mengisi waktu. Lama-lama, setiap unggahan mereka menjadi ukuran baru untuk diriku dalam menilai.

Ada yang sudah membeli rumah, ada yang bepergian ke tempat indah, ada yang mendapat penghargaan, dan ada yang tampak begitu yakin dengan masa depannya. Aku menutup ponsel dengan rasa dada yang terasa berat. Tidak ada satupun dari mereka yang menyakitiku secara langsung, tetapi aku telah menggunakan kehidupan mereka untuk melukai diriku sendiri.

☆next in salindia ->>>>
#Day18 #eventfaza #eventmenulis #fazacitraproduction #bukumotivasi 

BAB 18 JANGAN BANDINGKAN MUSIM MU

{Sambungan salindia sebelumnya}

Keesokan harinya, aku mencoba melakukan sesuatu yang sederhana: berhenti sejenak sebelum membuka layar dan bertanya apa yang sedang kucari. Apakah aku ingin terhubung dengan orang lain, mencari inspirasi, atau sekadar menghindari perasaan yang sedang muncul?

Pertanyaan itu membantuku melihat bahwa terkadang aku membuka media sosial ketika sedang taken in Muara Komam. Kab, Paser. KALTIM by @irwanpaser
0
20 hours ago
Download
BAB 17 BERTUMBUH TIDAK HARUS TERLIHAT

{Sambungan salindia}

Ketika tidak ada tanggapan, semangatku merosot. Seolah-olah nilai dari usahaku bergantung pada seberapa banyak orang yang menyaksikannya. Aku menyerahkan penilaian atas perjalanan pribadi kepada orang-orang yang bahkan tidak selalu mengetahui apa yang sedang kuhadapi.

Perlahan aku menyadari bahwa ada perubahan yang tidak mudah diceritakan. Dulu, aku langsung membalas pesan saat merasa tersinggung; sekarang aku belajar memberi jeda dalam menjawab. Dulu, aku mengatakan iya karena takut mengecewakan orang; sekarang aku berlatih berkata tidak dengan sopan. 

Aku menyimpan semua beban sampai akhirnya meledak; sekarang aku mulai berbicara sebelum semuanya terasa terlalu berat. Tidak ada piala untuk perubahan semacam itu. Tidak ada tepuk tangan ketika seseorang berhasil menahan diri dari kebiasaan yang sering merugikan. Namun, dampaknya nyata dalam kehidupan sehari-hari.

Ada satu kejadian kecil yang membuatku memahami hal itu. Seseorang mengatakan sesuatu yang dahulu pasti akan membuatku marah. Aku merasakan panas naik ke dada, dan pikiranku mulai menyusun jawaban tajam. Namun, kali ini aku berhenti sejenak. Aku menarik napas, memeriksa apa yang sebenarnya ingin kulindungi, lalu menjawab dengan lebih tenang.

Percakapan itu tidak menjadi sempurna. Orang tersebut juga tidak meminta maaf. Tidak ada yang memuji caraku merespons. Tetapi setelahnya, aku pulang dengan perasaan berbeda: aku tidak mengkhianati nilai yang sedang kupelajari.

Perubahan itu mungkin tampak kecil bagi orang lain, tetapi bagiku ia adalah sebuah kemenangan. Bukan kemenangan atas orang yang membuat marah, melainkan kemenangan untuk memilih bagaimana aku ingin bertindak. 

Aku tak lagi membiarkan setiap perasaan menentukan sebuah tindakan. Aku masih bisa tersinggung, tetapi aku punya ruang untuk memilih respons. Aku masih bisa kecewa, tetapi aku tidak harus mengubah kekecewaan itu menjadi tindakan yang akan kusesali.

☆next in salindia ->>>>
#Day17 #eventfaza #eventmenulis #fazacitraproduction #bukumotivasi 

BAB 17 BERTUMBUH TIDAK HARUS TERLIHAT

{Sambungan salindia sebelumnya}

Pertumbuhan hidup sering berlangsung seperti itu. Ia muncul taken in Muara Komam. Kab, Paser. KALTIM by @irwanpaser
0
a day ago
Download
BAB 16 KAMU BERHAK MEMULAI LAGI

{Sambungan salindia}

Penyesalan memang dapat mengajarkan kita sesuatu. Ia bisa menunjukkan nilai yang pernah kita abaikan, ada batas-batas yang belum kita kenali, atau ada keputusan yang perlu diperbaiki kembali. Namun, penyesalan kehilangan itu manfaatnya ketika berubah menjadi hukuman tanpa akhir. Kita tidak lagi belajar dari kesalahan; kita hanya mengulang rasa sakitnya. Kita tidak lagi memperbaiki diri; kita hanya terus memaksa diri membayar sesuatu yang sudah tidak bisa diubah.

Suatu hari, aku menemukan pesan lama yang pernah kutulis untuk diriku sendiri. Isinya cukup sederhana: kalau nanti semuanya tidak berjalan sesuai rencana, jangan berhenti menjadi orang yang mau mencoba. 

Aku terdiam sendiri membacanya. Pesan itu ditulis oleh diriku yang dulu, ketika aku belum seberapa mengetahui jauhnya sebuah kegagalan bisa mengguncang keyakinan seseorang. Aneh rasanya menerima pengingat diri dari masa lalu, justru saat aku begitu sibuk menyalahkan masa lalu itu.

Aku mulai bertanya-tanya: jika seorang teman melakukan kesalahan yang sama, apakah aku akan menyuruhnya menghabiskan sisa hidup dengan membenci dirinya sendiri? Jika seseorang yang kusayangi kehilangan kesempatan, apakah aku akan berkata bahwa hidupnya sudah selesai?

Tentu tidak. Aku mungkin akan mengajaknya melihat apa saja yang masih bisa diperbaiki, mengakui apa yang tidak bisa diubah, lalu memikirkan bagaimana langkah berikutnya. Namun, mengapa aku begitu mudah memberikan belas kasih kepada orang lain dan begitu pelit memberikannya kepada diri sendiri?

Barangkali kita perlu mengingat bahwa kesempatan kedua tidak selalu datang dalam bentuk kesempatan yang sama. Terkadang, kita tidak bisa kembali ke pekerjaan yang dahulu, mengulang hubungan yang telah selesai, atau mendapatkan lagi waktu yang sudah berlalu. Tetapi kita juga masih bisa mengambil keputusan baru. 

☆next in salindia ->>>>
#Day16 #eventfaza #eventmenulis #fazacitraproduction #bukumotivasi

BAB 16 KAMU BERHAK MEMULAI LAGI

{Sambungan salindia sebelumnya}

Aku bisa belajar cara memperlakukan seseorang, memperbaiki kebiasaan yang merugikan, meminta maaf jika masih memungkinkan, dan membangun sesuatu yang le taken in Muara Komam. Kab, Paser. KALTIM by @irwanpaser
1
2 days ago
Download
BAB 15 MENEMUKAN ARTI BAHAGIA YANG BARU

{Sambungan salindia}

Ada saat ketika aku merasa bersalah karena tidak mampu menikmati sesuatu yang seharusnya menyenangkan. Orang-orang mengajakku merayakan pencapaian, tetapi pikiranku sibuk memikirkan hal yang belum beres. 

Seseorang memberikan kabar baik, tetapi aku tidak tahu bagaimana menunjukkan kegembiraan yang pantas. Aku takut dianggap tidak bersyukur. Aku bertanya-tanya apakah ada sesuatu yang salah denganku karena kebahagiaan tidak datang semudah yang kuharapkan.

Aku kemudian memahami bahwa rasa syukur tidak harus menghapus kesedihan. Aku bisa menghargai hal baik yang hadir dan tetap mengakui bahwa ada bagian hidup yang terasa berat. 

Aku bisa menyayangi seseorang sambil merasa lelah. Aku bisa memiliki alasan untuk tersenyum sekaligus membutuhkan waktu untuk menangis. Perasaan manusia tidak selalu datang satu per satu dengan urutan yang rapi. Terkadang, beberapa perasaan tinggal berdampingan di dalam hati yang sama.

Pada suatu pagi, aku bangun lebih awal daripada biasanya. Udara masih dingin, dan cahaya matahari perlahan masuk melalui celah jendela. Aku membuat minuman hangat, lalu duduk tanpa membuka ponsel. Tidak ada kabar istimewa. Tidak ada masalah yang tiba-tiba selesai. 

Aku hanya mendengar suara burung dari kejauhan dan merasakan hangat cangkir di tanganku. Entah mengapa pagi yang sederhana itu, aku merasa sedikit lebih tenang. Bukan bahagia yang meledak-ledak, melainkan perasaan kecil bahwa untuk beberapa menit, aku tidak sedang berperang dengan hidupku sendiri.

Perasaan itu membuatku berpikir bahwa mungkin aku terlalu lama mencari kebahagiaan dalam bentuk yang sangat besar, sampai-sampai tak mengenali kehadiran dalam hal-hal sederhana. 

Aku menunggu hari yang sempurna, padahal ada pagi biasa yang menawarkan ketenangan. Aku menunggu semua orang memahami diriku, padahal ada satu percakapan jujur yang membuatku merasa didengar. Aku menunggu seluruh masalah selesai, padahal aku masih bisa menemukan jeda di tengah keadaan yang belum berubah.

☆next in salindia ->>>>
#Day15 #eventfaza #eventmenulis #fazacitraproduction #bukumotivasi

BAB 15 MENEMUKAN ARTI BAHAGIA YANG BARU

{Sambungan salindia sebel taken in Muara Komam. Kab, Paser. KALTIM by @irwanpaser
0
3 days ago
Download
BAB 14 TIDAK APA-APA, JIKA LAMBAT

{Sambungan salindia}
Menghabiskan waktu untuk menenangkan diri terasa tidak produktif. Bahkan ketika tubuh dan pikiranku meminta jeda, aku memaksa diri terus berjalan karena takut tertinggal. Aku mengira semakin cepat aku bergerak, semakin cepat pula aku akan merasa cukup.

Sayangnya, aku justru semakin lelah. Aku menyelesaikan satu hal hanya untuk segera memikirkan hal berikutnya. Ketika berhasil, aku tidak memberi diriku kesempatan untuk membuat merasa bangga sendiri. Aku kian langsung mencoba membandingkan hasil itu dengan pencapaian orang lain yang terlihat lebih besar. Ketika gagal, aku menjadikannya bukti bahwa aku tidak cukup mampu. Hidupku berubah menjadi perlombaan tanpa garis akhir, dan aku menjadi peserta yang sekaligus bertindak sebagai hakim paling keras bagi dirinya sendiri.

Suatu sore, setelah menjalani hari yang terasa terlalu panjang, aku duduk di tepi jendela. Hujan turun pelan, membasahi halaman dan membuat jalanan tampak lebih sunyi. Ada banyak pekerjaan yang belum selesai, pesan yang belum kubalas, dan rencana yang belum bergerak sesuai harapan. Untuk pertama setelah sekian lama, aku tidak langsung berdiri untuk mengejar semuanya. Aku membiarkan diriku duduk dan mendengarkan suara hujan tanpa menganggap jeda itu sebagai kesalahan.

Aku teringat sebuah perjalanan yang pernah kulalui. Saat itu, aku terlalu fokus ingin cepat sampai sehingga tidak menyadari bahwa aku telah melewati banyak pemandangan indah. Aku mengingat betapa tegangnya tubuhku, betapa cepat pikiranku bergerak, dan betapa sedikit hal yang benar-benar kunikmati. 

Aku memang tiba di tujuan, tapi perjalanan itu terasa banget seperti sesuatu yang harus segera diselesaikan, bukan pengalaman yang layak dihidupi. Barangkali aku telah melakukan hal serupa terhadap kehidupanku sendiri.

☆next in salindia ->>>>
#Day14 #eventfaza #eventmenulis #fazacitraproduction #bukumotivasi 

BAB 14 TIDAK APA-APA, JIKA LAMBAT

{Sambungan salindia sebelumnya}

Sejak saat itu, aku mencoba bertanya dengan cara yang berbeda. Bukan lagi, “Seberapa jauh aku tertinggal dari orang lain?” melainkan, “Apa yang sebenarnya sedang kubutuhkan agar bisa melanjutkan perjalanan d taken in Muara Komam. Kab, Paser. KALTIM by @irwanpaser
0
4 days ago
Download
BAB 13 HILANG TAK HARUS KEMBALI

{Sambungan salindia}

Aku membaca setiap baris sambil merasa campuran rindu dan kehilangan. Aku merindukan orang yang menulis catatan itu, tetapi aku juga tahu bahwa aku tidak mungkin kembali menjadi dirinya.

Untuk beberapa saat, aku menganggap perubahan sebagai bukti bahwa aku telah kehilangan sesuatu yang berharga. Aku bertanya-tanya apakah luka telah mengambil terlalu banyak bagian diriku. Apakah aku boleh menjadi lebih dingin? Apakah aku kehilangan keberanian? Apakah pengalaman telah membuatku sulit mempercayai hal-hal baik? 

Pertanyaan-pertanyaan itu berputar sampai aku menyadari bahwa aku sedang mengukur diriku yang sekarang menggunakan ukuran dari masa lalu. Aku menuntut diriku yang telah berubah untuk tetap sama seperti sebelumnya.

Barangkali inilah salah satu kesulitan terbesar setelah melewati masa yang berat: kita tidak hanya berduka atas apa yang hilang dari luar diri kita, tetapi juga atas diri kita yang tidak lagi sama. Kita merindukan spontanitas, ketenangan, atau keberanian yang dulu terasa alami. Kita ingin kembali menjadi orang yang belum pernah takut.

Padahal, keberanian bukan berarti tidak pernah takut. Terkadang, keberanian justru tumbuh setelah kita mengetahui betapa sakitnya jatuh, tetapi tetap memilih untuk berdiri dengan cara yang lebih bijaksana.

Aku mulai memahami bahwa memulai kembali tidak mengharuskanku menghapus masa lalu. Aku tak perlu menyangkal bahwa pengalaman yang membuatku berhati-hati. Aku juga tak harus memaksa diriku langsung percaya kepada semua orang. 

Pengalaman boleh mengajariku memasang batas, mengenali tanda bahaya, dan memilih dengan lebih tenang. Yang perlu kujaga adalah agar kehati-hatian tak boleh berubah menjadi tembok yang menutup seluruh kemungkinan baik. Aku boleh saja belajar dari luka tanpa menjadikan luka sebagai satu-satunya cara memandang dunia.

☆next in salindia ->>>>
#Day13 #eventfaza #eventmenulis #fazacitraproduction #bukumotivasi 

BAB 13 BELAJAR MEMULAI KEMBALI

{Sambungan salindia sebelumnya}

Perubahan kecil itu dimulai dari hal yang sederhana. Aku kembali melakukan sesuatu yang pernah kusukai, meskipun awalnya terasa canggung. Aku menghubungi seseorang ya taken in Tanahgrogot, Kalimantan Timur, Indonesia by @irwanpaser
0
5 days ago
Download
BAB 12 HILANG TAK HARUS KEMBALI

{Sambungan salindia}

Ada hal-hal yang selesai karena memang sudah mencapai batasnya. Ada hubungan yang pernah berarti, tetapi tidak lagi sehat untuk dilanjutkan. Ada impian yang dulu terasa cocok, namun kini tidak lagi sejalan dengan siapa kita telah menjadi. Ada kesempatan yang terlewat, tetapi kemudian membuka ruang bagi jalan lain yang tidak pernah kita pertimbangkan.

Menerima kemungkinan itu bukan berarti kita tidak menghargai masa lalu. Kita hanya bisa berhenti menganggap masa lalu sebagai satu-satunya bentuk kebahagiaan yang mungkin.
Aku mulai bertanya kepada diriku: apakah aku sungguh menginginkan hal itu kembali, atau aku hanya ingin rasa sakit ini berhenti? Pertanyaan tersebut membongkar banyak hal.

Ternyata kadang aku tidak merindukan keadaan yang sebenarnya. Aku merindukan versi terbaiknya. Aku mengingat percakapan yang hangat, bukan semua malam ketika aku merasa sendirian. Aku mengingat awal yang indah, bukan seluruh ketidakpastian yang menyertainya. Aku menginginkan kesempatan yang telah terlewat, tanpa selalu mengingat mengapa kesempatan itu akhirnya hilang.

Ingatan kita kadang memilih bagian yang paling lembut, terutama ketika kita sedang kesepian. Kita menyusun masa lalu menjadi cerita yang lebih indah daripada kenyataan, lalu membandingkan hari yang penuh ketidakpastian dengan kenangan yang sudah kita rapikan.

☆next in salindia ->>>>
#Day12 #eventfaza #eventmenulis #fazacitraproduction #bukumotivasi

BAB 12 HILANG TAK HARUS KEMBALI

{Sambungan salindia sebelumnya}

Aku harus belajar melihat keseluruhan cerita ini, bukan hanya bagian yang paling kurindukan. Apa yang sebenarnya terjadi? Apa yang sudah kucoba? Apa yang membuatku terluka? Apakah keadaan itu benar-benar sehat bagiku? Jika hal tersebut kembali tanpa perubahan apa pun, apakah aku akan merasa aman, atau hanya mengulang siklus yang sama?

Pertanyaan-pertanyaan di atas tidak mudah untuk dijawab. Namun dapat membantuku membedakan antara merindukan dan membutuhkan.

Aku bisa saja merindukan seseorang tanpa harus mengundangnya kembali ke hidupku. Aku bisa menghargai masa ketika sebuah hubungan terasa indah tanpa menutup mata terhadap alasan hubungan itu taken in Muara Komam. Kab, Paser. KALTIM by @irwanpaser
1
6 days ago
Download
BAB 11 BELAJAR KEHILANGAN TANPA KEHILANGAN DIRI

{Sambungan salindia}

Lama-lama aku mulai memahami bahwa pulih bukan berarti bergerak tanpa pernah menoleh banyak sisi. Ada kehilangan yang akan selalu menjadi bagian dari cerita kita. Tujuannya bukan menghapus arti sesuatu yang pernah kita cintai, melainkan menemukan cara hidup yang tetap memberi ruang bagi diri kita sekarang.

Ketika sesuatu pergi, kita tidak hanya kehilangan keberadaannya. Kita juga kehilangan kebiasaan, rencana, dan masa depan yang pernah kita bayangkan bersamanya. Kita mungkin merindukan hal-hal kecil yang tidak pernah kita sadari penting: sapaan pada waktu tertentu, suara dari seberang telepon, perjalanan yang biasa dilakukan bersama, atau perasaan bahwa ada seseorang yang akan kita temui setelah hari yang panjang.

Kadang kita bahkan mulai merindukan diri kita yang dulu, ketika hidup terasa lebih sederhana dan harapan belum berubah menjadi kenangan.

Ada masa ketika aku berusaha terlihat kuat dengan menyingkirkan semua hal yang mengingatkanku pada kehilangan. Aku menghindari tempat itu, mengganti lagu, menyibukkan diri, dan menolak percakapan yang mungkin membawaku kembali pada cerita lama. Aku pikir jika tidak ada pemicu, aku akan segera baik-baik saja. Tetapi sesuatu yang tidak dibicarakan tetap muncul dalam diam.

Aku bisa memenuhi hari dengan pekerjaan, tetapi ketika malam tiba, ruang kosong itu masih ada. Aku bisa tertawa bersama orang lain, tetapi sesekali rasa kehilangan datang tanpa meminta izin. Aku akhirnya sadar bahwa kesibukan dapat memberi jeda, tetapi tidak selalu memberi kesempatan untuk memahami apa yang sebenarnya sedang terjadi di dalam hati.

Aku harus berhenti menganggap kesedihan sebagai musuh. Kesedihan bukan bukti bahwa aku tidak bersyukur atas yang masih kumiliki. Ia juga bukan tanda bahwa aku ingin tinggal selamanya di masa lalu. 

Aku boleh masih berduka karena kehilangan, sekaligus tetap bersyukur atas hal-hal yang masih ada. Dua perasaan bisa tinggal berdampingan. Kita tidak perlu memilih salah satunya untuk membuktikan bahwa kita sedang pulih.

☆next in salindia berikutnya ->>>>

#Day11 #eventfaza #eventmenulis #fazacitraproduction #bukumotivasi 

BAB 11 BELAJA taken in Muara Komam. Kab, Paser. KALTIM by @irwanpaser
0
7 days ago
Download
BAB 10 BERHENTI MENGEJAR YANG TIDAK MEMILIHMU

{Sambungan salindia}

Apakah aku terlalu banyak bicara? Apakah aku terlalu kurang menarik? Apakah aku seharusnya bisa bersikap yang berbeda? Apakah aku perlu memberi lebih banyak waktu? Pertanyaan-pertanyaan semua itu membuat kepalaku ini pusing, Namun perlahan percayalah bahwa aku akan terus belajar untuk memperbaiki diri agar layak dipilih oleh seseorang.

Pada suatu malam, aku membaca kembali percakapan yang sama. Aku menelusuri seluruh jejak kata-kataku, mencari petunjuk di antara balasan yang singkat, mencoba menebak rasa maksud di balik jeda. Semakin lama kulakukan, semakin jelas bahwa aku sedang berusaha menemukan kepastian dari tempat yang hanya memberiku kebingungan.

Aku meletakkan ponsel pintar ini dan menatapi ruangan yang sunyi. Ada pertanyaan yang akhirnya muncul tanpa bisa kuhindari: jika aku harus terus meyakinkan seseorang agar mau tinggal bersama, apakah sebenarnya aku sedang membangun hubungan atau sedang meminta izin untuk menjadi bagian dari hidupnya? Pertanyaan itu menyakitkan karena aku tahu jawabannya.

Aku bukan hanya takut kehilangan orang itu. Aku takut kehilangan kemungkinan yang sudah kubangun dalam pikiranku. Aku mencintai bayangan tentang apa yang mungkin terjadi, tentang hari ketika ia akhirnya memilihku tanpa ragu, tentang percakapan yang hangat dan perhatian yang tidak perlu kuminta.

Aku terus menunggu masa depan yang belum tentu pernah dijanjikan kepadaku. Kadangkala yang paling sulit dilepaskan itu bukan seseorang, melainkan harapan yang kita tempelkan kepadanya.

Aku ingin percaya bahwa semua usahaku akan berakhir bahagia. Aku ingin kisah ini menjadi sebuah bukti bahwa kesabaran selalu mendapatkan balasannya. Tetapi hidup tidak selalu menyusun cerita sesuai dengan ketulusan kita. Ada orang yang tetap tidak memilih kita, meskipun kita telah berusaha sebaik mungkin. 

☆next in salindia ->>>>

#DAY10 #eventfaza #eventmenulis #fazacitraproduction #bukumotivasi 

BAB 10 BERHENTI MENGEJAR YANG TIDAK MEMILIHMU

{Sambungan salindia}

Padahal, pilihan seseorang dapat dipengaruhi oleh banyak hal: kesiapan, kebutuhan, prioritas, ketakutan, atau perasaan yang memang tidak sama. Kita tidak taken in Muara Komam. Kab, Paser. KALTIM by @irwanpaser
1
8 days ago
Download
BAB 9 Memilih Sendiri Tanpa Merasa Bersalah

Aku menjadi tempat orang lain bercerita, tetapi tidak pernah memberi diri sendiri ruang untuk mengeluarkan isi hati. Aku selalu mengatakan, “Aku bisa,” bahkan ketika sebenarnya ingin berkata, “Aku butuh bantuan.”

Aku takut dianggap egois jika memilih diri sendiri. Padahal ada perbedaan besar antara egois dan menjaga diri. 

Egois adalah ketika kita hanya memikirkan kepentingan diri sendiri tanpa peduli dampaknya kepada orang lain. Dan Menjaga diri adalah memahami bahwa diri kita juga memiliki kebutuhan, batas, tenaga, dan perasaan yang harus dihormati.

Aku mulai belajar bahwa mengatakan tidak bukan berarti aku jahat. Beristirahat bukan berarti malas. Menjauh bukan berarti membenci. Memilih jalan sendiri bukan berarti tidak menghargai orang lain. Dan mencintai diri sendiri bukan berarti berhenti mencintai orang lain.

Namun untuk memahami semua itu, aku harus melewati satu konflik besar: rasa bersalah. Rasa bersalah itu datang setiap kali membuat batas.

 “Apakah aku terlalu keras?”

“Apakah mereka akan kecewa?”

“Apakah aku terlihat begitu berubah?”

“Apakah aku menjadi orang yang buruk?”

Pertanyaan-pertanyaan itu terus muncul. Sampai akhirnya aku menyadari sesuatu: tidak semua rasa bersalah berarti kita melakukan kesalahan. Kadang rasa bersalah muncul karena kita sedang melakukan sesuatu yang belum terbiasa kita lakukan.

Jika selama bertahun-tahun kita selalu berkata iya, satu kata tidak akan terasa seperti dosa. Aku selalu mendahulukan orang lain, sekali memilih diri sendiri akan terasa asing. Tetapi rasa asing bukan berarti salah. Seperti otot yang lama tidak digunakan, kemampuan menetapkan batas juga membutuhkan latihan.

☆next in salindia ->>>>>>>>>
#DAY09 #eventfaza #eventmenulis #fazacitraproduction #bukumotivasi 

BAB 9 Memilih Sendiri Tanpa Merasa Bersalah

Aku mulai belajar berkata, “Aku belum bisa.” Dan belajar berkata, “Kali ini aku memilih yang berbeda.” Setiap kali mengucapkannya, ada sedikit bagian dalam diriku yang merasa lebih bebas. Bukan karena semua orang menerimanya. Tetapi karena aku akhirnya tidak lagi mengkhianati perasaanku sendiri hanya demi menjaga kenyamanan orang lain.

Kadang kala taken in Muara Komam. Kab, Paser. KALTIM by @irwanpaser
2
9 days ago
Download
BAB 8 BERHENTI MENGEJAR VALIDASI

{Sambungan salindia}

 Kita tidak lagi bertanya, “Apa yang membuatku bahagia?” 
Kita bertanya, “Apa yang akan terlihat baik di mata mereka?”

Aku pernah melakukan sesuatu yang bukan karena aku menginginkannya, tetapi karena aku takut mengecewa orang. Aku pernah mengatakan iya, namun sebenarnya dalam hatiku ingin mengatakan tidak. 

Aku pernah menahan pendapat orang lain karena takut dianggap orang berbeda. Aku pernah bertahan dalam sesuatu hanya karena takut orang lain menganggapku gagal jika aku berhenti.

Di luar, mungkin semuanya terlihat seperti baik-baik saja. Namun di dalam, aku semakin jauh dari aku yang dulu seperti biasanya.

Sampai pada suatu hari aku bertanya: kalau tidak ada seorang pun yang melihat, apakah aku masih ingin menjalani hidup seperti ini? 

Pertanyaan itu yang bisa menghentikan gerakku. Karena ternyata selama ini aku yang terlalu sibuk membangun kehidupan agar terlihat begitu baik, tetapi lupa memastikan apakah kehidupan yang sekarang ini terasa lebih baik ketika aku menjalaninya.

Validasi seseorang adalah suatu yang menyenangkan. Kita adalah manusia. Kita membutuhkan sekian banyak hubungan, penghargaan, bahkan sebuah pengakuan. Namun, ada perbedaan rasa di antara yang menerima penghargaan diri, reward, sertifikat juara dan berbagai rasa tergantung dari orang lain yang memberi.

Aku merasakan senang sekali, jika ada kapten yang jauh ikut bertanding, lalu mengapresiasi pekerjaanku. Tetapi aku tidak boleh cepat menyimpulkan diri bahwa tanpa apresiasi dari mereka pekerjaanku tidak bernilai.

Aku tak boleh sedih ketika seseorang tak lagi memilih. Tetapi aku membuka hak menyimpulkan bahwa ia tidak layak untuk dipilih. Aku boleh menerima kritik. Tetapi aku tak harus menjadikan setiap kritik sebagai vonis terhadap keseluruhan dari diriku.

☆next in salindia ->>>>>

#DAY08 #eventfaza #eventmenulis #fazacitraproduction #bukumotivasi 

BAB 8 BERHENTI MENGEJAR VALIDASI

{Sambungan sebelah}

Pelan-pelan aku belajar membangun sebuah ruang di dalam diri yang tidak mudah diambil orang lain.

Di ruang itu, aku mulai bertanya: Apakah aku sudah melakukan yang terbaik? 

Apakah keputusan ini sesuai dengan nilai yang kup taken in Muara Komam. Kab, Paser. KALTIM by @irwanpaser
4
10 days ago
Download
BAB 7 BELAJAR MENERIMA (LAPANG DADA)

{Sambungan salindia}

Aku ingin masa depan bisa diprediksi agar tidak ada kejutan yang menyakitkan. Namun semakin keras aku menggenggam, semakin sakit telapak tanganku.

Ada suatu malam ketika sebuah rencana yang sudah disusun begitu lama, tiba-tiba tidak berjalan seperti yang kuharapkan. Tidak ada yang bisa dilakukan untuk mengubah keadaan. Aku sudah mencoba untuk menjelaskan, memperbaiki, dan mencari kemungkinan lain. Tetapi tetap tidak bisa.

Aku duduk lama dalam diam. Di kepalaku, berbagai kemungkinan berputar tanpa henti. Seandainya aku melakukan ini lebih cepat. Seandainya aku berkata begitu. Seandainya aku tidak mengambil keputusan itu. Seandainya aku bisa mengulang satu hari.

Aku sadar, aku sedang mencoba memenangkan pertandingan melawan sesuatu yang sudah terjadi.

Pertama kalinya aku bertanya: berapa banyak energi yang sudah dihabiskan hanya untuk melawan kenyataan?

Pertanyaan itu terasa menyakitkan. Karena terkadang menerima kenyataan bukan berarti kita menyukainya. Kita hanya mengakui bahwa kenyataan itu pernah ada.

Ada hal-hal yang memang bisa kita ubah: cara kita bersikap, keputusan yang kita ambil, batas yang kita buat, cara kita merawat diri, dan cara kita merespons keadaan.

Tetapi ada juga hal-hal yang berada di luar kendali diri kita. Misalnya: kita tidak bisa memaksa seseorang mencintai kita dengan terpaksa. Kita tidak bisa membuat seseorang tinggal ketika ia telah siap memilih pergi. 

Kita tidak bisa menghapus masa lalu. Dan kita tidak bisa memastikan semua usaha menghasilkan hasil yang kita inginkan. Kita tidak bisa mengendalikan bagaimana orang lain menilai kita.

☆next in salindia ->>>>>

#DAY07 #eventfaza #eventmenulis #fazacitraproduction #bukumotivasi

BAB 7 BELAJAR MENERIMA (LAPANG DADA)

Semakin cepat kita memahami batas itu, semakin banyak ruang yang bisa kita gunakan untuk hidup.

Aku mulai belajar membedakan antara tanggung jawab dan kendali. Aku bertanggung jawab atas apa yang kulakukan. Tetapi aku tidak bertanggung jawab atas semua reaksi orang terhadapnya.

Aku bertanggung jawab untuk berusaha. Tetapi aku tak bisa menjamin hasilnya. Aku bertanggung jawab untuk tetap menjaga hatiku. Teta taken in Muara Komam. Kab, Paser. KALTIM by @irwanpaser
0
11 days ago
Download

Download All

Save the photos and videos currently loaded on this page.

0Photos
0Videos
Ready to download 0 / 0

Keep this tab open until your download is ready.

back to up