Instagram story viewer> @kadekdoi> Posts
8K
followers
5012
following
Aku? Doi yang kamu sayang, iya kamu. 🫶🏽☺️
Eager Beaver; suka belajar dan gemar berkomunitas.
Mari bertumbuh bersama 🌱
POSTS STORIES REELS TAGGED
Download All
"Tidak ada batas aman paparan asap rokok, baik dalam jumlah maupun lamanya".

Paparan asap rokok dirumah dan ditempat-tempat umum yang dihirup perokok pasif (secondhand smoker) dapat mengakibatkan dampak kesehatan yang signifikan.

Residu asap rokok juga dapat menempel dan tertinggal di pakaian, ruangan maupun lingkungan sehingga dapat terhirup dan  memberikan dampak bahaya rokok bagi orang lain (thirdhand smoker).

LPAI mengajak keluarga Indonesia untuk sama-sama mengupayakan lingkungan terdekat yg sehat untuk anak.
Yuk edukasi diri dengan ikut rangkaian acara #HTTS2022 Live IG bersama Kak Seto dan dr. Lily membahas strategi dan praktik yg bisa diterapkan keluarga #SmokeFreeHomes

Ikuti juga challengenya:

✅Olga bersama keluarga
✅ membersihkan sampah termasuk puntung rokok di lingkungan rumah
✅Ajak teman dan keluarga lainnya berkegiatan serupa untuk melanjutkan challenge ini ya (tag 2-3 teman) 
✅Unggah video/foto dan Tag @lpai.id @linkarinisiatif 
✅Unggah di IG sebelum 2 Juni 2022 (extended to 07 Juni)

✅Kirim hasil karya terkreatifmu, sebanyak banyaknya.
✅10 karya terkreatif mendapatkan @500rb dan sertifikat apresiasi.

✅Gunakan tagar: 
#TobaccoExposed #SatuPuntungSejutaMasalah #RokokSampahB3 #UntungBebasPuntung 
#CSRWashing #HariTanpaTembakauSedunia #BeraniBerhenti #HTTS2022 #SALAMLPAI #TobaccoThreatToOurEnvironment

Ciptakan #RUMAHRAMAHANAK dengan cara tidak merokok dan menjaga kebersihan lingkungan terdekat anak. by @kadekdoi
0
4 years ago
Download
1852023. MAHASISWA-MAHASISWI UNIVERSITAS DHYANA PURA BELAJAR GENDER

Selasa, 16 Mei 2023
Wajah-wajah muda ceria yang penuh semangat, tiba-tiba ada di kantor Bali Sruti. Staf muda Ni Putu Tirta Dewi Mahayogi dan I Gusti Ayu Andani Pertiwi pun menyambut mereka dengan antusias. 

Bali Sruti menerima kunjungan mahasiswa-mahasiswi dari Universitas Dhyana Pura sejumlah 31 orang yang mengambil mata kuliah studi gender dan komunikasi kesehatan.

Kunjungan mereka dilakukan untuk belajar langsung dari Bali Sruti terkait kesetaraan gender, kesehatan reproduksi dan kelompok marginal yang Bali Sruti lakukan dalam "grassroots movement". Begitu pula mereka ingin mendengar bagaimana Bali Sruti memanfaatkan media sebagai sarana edukasi bagi masyarakat. 

Dosen pengantarnya Kadek Ridoi Rahayu, S.K.M., M.P.H berharap, mereka mampu  bersikap responsif apabila  menghadapi kasus yang berkaitan dengan kekerasan terhadap perempuan dan anak, terutama jika terjadi di lingkungan mereka. Dan mereka tau kemana harus melaporkan jika menemui kasus atau mengalami sendiri kekerasan. 

Diskusi berjalan menarik selama hampir 2 jam, dan pertanyaan-pertanyaan kritis terlontar satu persatu dari mahasiswa-mahasiswi, bahkan ada juga yang sharing tentang kasus kekerasan yang terjadi di sekitar mereka.

Semoga dari diskusi ini mampu memberikan "insight" dan perspektif yang baru terhadap permasalahan gender bagi generasi muda di perguruan tinggi yang ada di Bali🙏.

@undhirabali
#BaliSruti
#UniversitasDhyanaPura taken in Lsm Bali Sruti by @kadekdoi
25
3 years ago
Download
Pengasuhan dimulai sejak memilih pasangan. Bagaimana ya, agar tidak terjebak calon pasangan redflag? Harus se-greenflag apakah calon pasangan, untuk memiliki hubungan pernikahan yang sehat? 
Mari berbagi cerita dan pengalaman, bersama @chikifawzi dan Gita Yolanda, Founder @temanbincang.id . Dipandu oleh Kak Kadek Doi, Pelatih Pendidikan Keluarga.

Catat waktunya dan bergabung bersama berbagi cerita ❤️

#RoadToFKK2024
#FestivalKeluargaKita2024
#PengasuhanUrusanBersama
#MencintaiDenganLebihBaik
#CeritaSore
#MencintaiSepanjangMasa

#Repost @keluargakitaid by @kadekdoi
0
2 years ago
Download
[Buku, Guru dan Kenangan Haru]

Ada masanya ketika media sosial belum seramai sekarang. Tahun 2008, buku masih menjadi pelarian terbaik, teman saat bahagia, penghibur saat lelah, bahkan penyelamat di masa-masa canggung beradaptasi sebagai mahasiswa baru.

Di kampus, aku bertemu sekelompok teman yang ternyata memiliki kesukaan yang sama: bertualang. Kami berasal dari SMA yang berbeda, tetapi dipertemukan oleh satu cerita yang sama. Kami semua sudah jatuh cinta pada novel pertama @hirataandrea , Laskar Pelangi.

Kala itu, sepulang kuliah (atau… bolos ya? 🤭 #YTTA), kami rela turun bukit, mengantre panjang di bioskop demi menyaksikan kisah itu hidup di layar lebar.

Di antara begitu banyak tokoh yang membekas, ada satu yang tertanam tinggal paling lama di hati: Ibu Muslimah.

Mungkin karena aku lahir dari keluarga guru, sedikit banyak aku menyaksikan sendiri bahwa menjadi guru bukan sekadar profesi. Ada perjuangan, pengabdian, kesabaran, dan ketulusan yang sering kali tak terlihat. Memberikan yang terbaik, bahkan ketika segala sesuatunya serba terbatas.

Saat mengingat kembali perjalanan sekolahku, aku pun sadar bahwa di setiap jenjang pendidikan, selalu ada sosok “Ibu Mus”. Guru-guru yang percaya pada muridnya, yang menyalakan harapan, dan yang diam-diam ikut membentuk siapa diri kita hari ini.

Sore ini, kabar duka dari @suaraaisyiyah mengembalikan ku pada kenangan tentang Laskar Pelangi. Ibu Muslimah Hafsari, sosok yang menginspirasi lahirnya tokoh Ibu Mus, telah berpulang. Namun seperti yang selama ini beliau wariskan, keteladanan seorang guru tak pernah benar-benar pergi. Ia hidup dalam keyakinan bahwa setiap anak berhak mendapatkan pendidikan, dan setiap guru memiliki kekuatan untuk mengubah masa depan.

Terima kasih, Bu Muslimah, untuk keteladanan yang akan terus hidup dalam begitu banyak hati. Ribuan doa dan segala jasa baiknya menjadi pengiring beliau ke tempat terbaik di sisi-Nya.🤍

Ah… kenangan hangat itu kembali hadir.

Kalau kamu, sudah pernah membaca atau menonton filmnya? Bagian mana yang paling favorit?

Kalau aku, tentu adegan saat mereka menampilkan tarian untuk perlombaan. Entah kenapa, setiap mengingatnya, hati selalu ikut tersenyum. taken in Belitong Island by @kadekdoi
19
3 months ago
Download
[JUNI, Merayakan Titik Balik Matahari]

Hari ini-21 Juni bertepatan dengan 'Summer Solstice', peristiwa saat matahari terbit pada hari terpanjang dalam setahun yang jadi momen astronomi istimewa karena posisi matahari sejajar dengan @stonehenge UNESCO World Heritage Site yang berlokasi di Salisbury Plain, Wiltshire berjarak kurang lebih 150km dari London. 

Kunjunganku setahun yang lalu sebenarnya di luar rencana namun sudah teragendakan. Solo vakansi ke tempat baru dan bertemu orang-orang baru.

Malam itu, usai rapat daring menyambut akhir pekan, Aku memandang layar laptopku lebih lama.
Bekerja dari mana saja seharusnya memang dilakukan dimana saja, terlebih di akhir pekan. Toh selebrasi ini akan menjadi halaman tambahan dari huru hara cerita utamanya 🤫

Menjelang tengah malam tiket bus terbeli untuk keberangkatan subuh beberapa jam lagi. Pilihan yang cukup bijak (menurutku saat itu). Sembari mencari rute ke terminalnya, aku sempat menyelesaikan beberapa draft pekerjaan untuk seminggu ke depan. 🤪 bukan karena workaholic namun rasanya seperti Juni tahun ini...jetlagnya terasa mirip #LyfewithNewborn alias masih bingung perkara waktu tidur *laaah curcol~

Kembali ke perjalanan minimalis kala itu, mengunjungi situs bersejarah dengan susunan batu raksasa mengingatkanku pada gagahnya Candi Borobudur. Membaca ramainya perayaan spiritual dan keterkaitannya dengan pergerakan matahari, membawaku pada memori serupa ketika bertandang ke Pontianak dan menyimak cerita fenomena equinoks di Tugu Khatulistiwa saat bayangan benda tegak hilang sesaat.

Jauuuuh lagi ingatanku bersandar pada kenangan masa kecil saat komputer desktop masih jadi kebanggaan pemiliknya. Pertama kali aku tahu dan melihatnya.
"Klik kanan, set as desktop background.
Klik setting, lockscreen-screensaver settings, photo, apply."

Cuma anak winamp yang paham 🤫 dan swafoto di atas bukan AI. Cukup sekian dan terima nasi, busui mencoba menggembirakan hati. taken in Stonehenge by @kadekdoi
14
4 months ago
Download
[Quiet Places for Loud Thoughts]

Cherishing these 'almost-there' weeks of pregnancy honestly hasn’t been the easiest season. My body, heart, and mind are slowly learning how to surrender a little more each day, even while my thoughts keep running around searching for comfort. 🧘‍♀️

So lately, we’ve been going on little adventures just to chase those tiny oxytocin boosts 🤗 finding simple moments that help us feel good again. 

Menengadah dan merendah... ternyata kesempatan baik ini tak sekadar buat buka baca buku namun juga membaca diri ke dalam, berefleksi.

Semoga teman-teman berhasil juga menemukan tempat nyamannya menikmati waktu bersama kesayangan. Have a great weekend, Dear all.

Rahayu 🫶☺️ by @kadekdoi
17
5 months ago
Download
[Learning as We Grow]

Preparing to become parents of two has been teaching us so much about patience, teamwork, and letting go of perfection. We’re learning that this transition is not about having everything under control, but about staying connected as a family while slowly finding a new rhythm together…

Banyak sayang,
Rahayu 🙏

Wrapped in warm, 
♡ captured wholeheartedly by @by.jiya 📸
♡ gentle classic glam by @nanditamakeart 💄
♡ personal archive styling by @ceritacharita 👑 by @kadekdoi
161
5 months ago
Download
[Magedong-gedongan Ceremony, Baby Auuu!]

A gentle prayer for the life within,
honoring the mother, the family, and the soul on its sacred way…
as all are born anew.

Held in strength, protected in love,
and guided toward a life of goodness.

May there be harmony. Rahayu. 🌌

📽 @dado_bedul by @kadekdoi
86
6 months ago
Download
[Andai Murah segala yang Mewah]

Waktu kecil, ada yang juga sering “dititip” di perpustakaan sekolah sama bapak atau ibu? 🙋‍♀️
Awalnya terpaksa menikmati sunyi, gundah, sepi… tapi kok lama-lama malah betah dan susah disuruh pulang ya? Sekelumit kenangan jalan-jalan ke perpustakaan daerah. Jarang boleh beli jajan, tapi pulang selalu bawa cerita dan hati yang cerah.

Jujur dulu pernah pilih-pilih kalau diminta main ke rumah teman. Maunya yang punya pojok baca atau yang langganan series atau majalah. Lumayan bisa nebeng baca gratis, kadang nyambi melamun manis.

Pas kuliah ketemu teman-teman sefrekuensi, satu hobi, kami ikut program wirausahamuda dan inisiasi @gdebook yang juga menyediakan taman baca dan kelas kreatif literasi untuk anak. Senang banget sempat ikut jadi bagian merayakan @ubudwritersfest dan BEWF juga dapat kesempatan belajar sociopreneur di @rumah_perubahan Prof. @rhenald.kasali 💕 Semoga nanti bisa kita kembangkan lagi ya @xtha_lita jadi happiness project sepanjang masa.

Sekarang, setelah dewasa dan bisa melangkah lebih jauh mandiri…rindu aroma buku selalu memunculkan sensasinya kembali. Seperti pulang ke rumah mewah kemudian melepas lelah. Kunjungan singkat ke British Library beberapa waktu lalu bekas hangatnya masih terasa.
Jadi ingat dulu suka manyun karena sepi, sekarang malah bisa datang karena pilihan sendiri. Salah satu destinasi berkesan dalam sebuah perjalanan pribadi.

Teman-teman punya rekomendasi perpustakaan yang patut untuk dikunjungi ? Ada cerita menarik apa di sana? taken in British Library by @kadekdoi
17
6 months ago
Download
*Berkemas tanpa Cemas*

Ada kalanya perjalanan bersama orang-orang tersayang dimulai jauh sebelum koper ditutup. Dimulai dari diskusi kecil: mau ngapain aja, kapan me-time boleh diselipkan, sampai negosiasi serius soal “ini penting” vs “ini lucu tapi nggak perlu”. Bepergian bersama anak gadis ternyata bukan cuma soal pindah tempat, tapi juga latihan kecil memimpin, merencanakan, dan belajar mengambil keputusan.

Berikut beberapa aktivitas seru yang bisa dilakukan bareng anak supaya persiapan keberangkatan jadi lebih bermakna dan minim drama:

	1.	Well planned, but realistic
Susun itinerary bareng lengkap dengan versi Plan A, B, dan “kalau hujan kita kruntelan aja sambil main hayday”. Ajarkan bahwa rencana itu penting, tapi fleksibilitas jauh lebih penting. Karena liburan bukan lomba ketepatan waktu.
	2.	Prioritas barang & manajemen waktu
Antusias itu wajar. Semua terlihat “penting”. Mulai dari packing bersama: mana yang wajib, mana yang bisa sharing, mana yang bisa dibeli di lokasi. Tetap dampingi meski dia packing sendiri #YTTA karena selalu ada risiko boneka segede bantal ikut masuk koper.
	3.	Budget talk (versi ramah anak)
Liburan juga saat yang pas mengenalkan konsep memilih. Uang terbatas, keinginan tidak. Jadi… mau es krim hari ini atau souvenir besok? Tidak ada yang salah, tapi harus dipilih. Ini pelajaran hidup yang menyenangkan (dan menyelamatkan dompet).
	4.	Ruang untuk me-time & me-we-time
Sepakati sejak awal: ada waktu bareng, ada waktu sendiri. Anak boleh pilih aktivitas favoritnya, orang tua juga. Karena bahagia bersama dimulai dari masing-masing merasa cukup.

Pada akhirnya, koper mungkin penuh barang, tapi yang paling berharga adalah proses kecil sebelum berangkat...tawa, diskusi, dan pelajaran hidup yang diam-diam ikut dibawa pulang.

@30haribercerita 
#30HariBercerita 
#30hbc26rekomendasi 
#30hbc2621
#30hbc by @kadekdoi
7
9 months ago
Download
[Siapa yang belajar dari siapa?]

Masa liburan anak selalu menyuguhkan tantangan baru dan dinamika haru dalam keluarga.

Ada kalanya, patah hati suka duka bergerilya beragam cara guna mencari dan mencipta pengalaman seru segala rupa.

Pada waktu-waktu tertentu, alam selalu bisa diandalkan untuk jadi pendukung penyerta.
Aktor utama, ya tetap si orang tua...

Dalam banyak kesempatan, refleksi dan vakansi masa lalu menjelma sangsi menyapa masa kini.

Apakah?
Akankah?

Ternyata...

Segala tuntutan untuk jadi berani, mandiri dan bahagia tak akan bisa hadir sendiri.
Tak akan terlahir dari lantunan kata basi...

Semuanya perlu tuntunan dalam nyata.

Memberi anutan agar tak sembarang manut.

Karut marut...

Menjadi sederhana agar paham tak semua selalu berurut.

Berlatih jadi dewasa; meminta waktu untuk mencoba. Wajar karena kita manusia.

Belajar menunjukkan rasa percaya pada anak, bahkan sebelum ia yakin dan percaya akan dirinya sendiri.

Pengakuan dan penerimaan.

Ketersalingan yang menumbuhkan.

#KataDoi taken in Perth, Western Australia by @kadekdoi
26
2 years ago
Download
Dia melihatku menangis tanpa suara…

Mama kenapa kakak” berkumpul ramai gitu? Kenapa orang” marah?

Berdiskusi tentang situasi saat ini dengan anak yang belum genap berusia tujuh tahun membuatku pusing tujuh keliling.

Dalam hati pegang janji, jangan sampai bersumpah serapah dan caci maki, membuatku tak sadar diri. 
Malu jadi orang dewasa yang (B)ego tak bisa sesuaikan pilihan kata, sekelas dewan yang ngaku-ngaku ngewakilin kita…sebagai rakyatnya.

Aku memilih untuk mengawali dengan cerita kebaikan. Mencoba menjembatani gelora hari merdeka yang semarak dirayakan penuh makna di usianya.

Kebaikan, Nak, harus dimulai dari kita sendiri lalu kita bagi kepada yang lain. Kebaikan ini adalah gagasan bersama seperti lidi yang akan berfungsi jika menyatu dalam satu ikatan. 

Jadi sapu!

Kakak-kakak itu, berkumpul untuk kebaikan, Nak. Kita semua menolak untuk ditipu apalagi dianggap angin lalu. Mereka sedang menyapu, membersihkan…

Apa yang kamu rasakan jika bicara tapi tidak didengarkan?

Marah dan sedih, Mama.

Betul, Sayang. Mama nangis karena marah, kecewa, sedih (dan putus asa-yang tak sanggup ku sampaikan padanya).

Apa yang terjadi jika kamu menyisihkan makanan kesukaanmu untuk orang lain, tapi dia malah minta dan merebut lebih banyak lagi punyamu yang sedikit itu?

Marah dan sedih, Mama.

Demikianlah yang banyak orang rasakan saat ini di seluruh Indonesia.

Wajahnya nampak belum puas, namun tangan kecilnya menyeka air mataku.

“Lalu Ma, kenapa Bapak Polisi memukul? Kenapa Pak ojek ditabrak? Apakah ojek yang meninggal itu pernah antar aku ke sekolah?”

Air mataku mengucur lagi… kali ini tangisku sesenggukan.
Ada rasa tak berdaya, hanya jari dan hati yang mampu bergerilya, raga kini tak punya banyak kuasa.

Kebaikan, Nak. Pak ojek itu orang baik yang Tuhan pilih jadi guru, memberi pelajaran untuk kita semua. Menabrak, memukul, menyakiti bukan cara yang tepat untuk kita merespon konflik. 

Dan tidak hanya buru” minta maaf, tahu salahnya apa, mau memperbaiki dan tidak mengulangi. (Di titik ini sangat bersyukur bayi Rangkulku mulai belajar)

Dunia ini tak selalu indah seperti doa cerita kita sebelum memejamkan mata.

Maafkan kami, Nak
(29/08/25)
Ulang tahunku kelabu. by @kadekdoi
47
a year ago
Download
×

Download all media on this page

Photos Videos
back to up