Instagram story viewer> @kendalidotid> Posts
728
followers
37
following
Try to control yourself, before lose yourself
Kerjasama media hubungi : +6282397780886
POSTS STORIES REELS TAGGED
Download All
Ruang hidup mungkin itu kata paling tepat saat ini yang di hadapi setiap orang, beberapa hari melalui teman-teman yayasan Lintas Batas, melakukan Program Coastal Communities Conference (CCC) di Kota Tidore bersama Komunitas. 

Kegiatan yang di laksanakan kelurahan Gurabunga punya tempat tersendiri, di tengah kemarau panjang dan Gurabunga mengalami Krisis air. Kita tumbuh bersama-sama untuk saling berbagi pengalaman rasa juga pengetahuan.

Mas Seto Berbagai cerita Gastronomi - dengan pendekatan "Jelajah Rasa" masuk kepada ruang hidup masyarakat Gurabunga dan kita belajar disana, dari tanaman, tumbuhan, hingga bagaimana suatu tumbuhan yang punya sejarah panjang bisa sampai di meja makan keluarga.

Jelajah Rasa kemudian diartikan dengan pendekatan seni, peserta diajak bernegosiasi dengan pikiran, imajinasi, untuk melukis dengan teknik Cukil, setiap peserta menggambarkan sesuatu yg bisa dijadikan karya, kelas dipandu oleh seniman Desain Grafis - Mas Didi dari PenaHitam.

"Ini ilmu yang sangat mahal dan pengetahuan yang luar biasa, baru pertama kali dilakukan di kota Tidore, yang melibatkan komunitas dan masyarakat Gurabunga, kita turun bukit, untuk melakukan kerja-kerja Kebudayaan, mencatat, mengarsipkan, dan merawat alam,"kata salah satu peserta.

Kegiatan ini kemudian dilanjutkan dengan kelas yang namanya"Ruang Gagal" peserta diajak kembali, memahami keterbukaan dan terhubung melalui hal sederhana dari mana kita berdiri, berkarya, dan berkembang dengan kemandirian proses yang selama ini kita lakoni.

Dan satu kelas lagi yang semestinya harus dilaksanakan juga bersama komunitas di Tidore untuk berbagi energi dan cita rasa,berdialog dengan waktu namanya ( Laut Lout ), kelas ini yang di bawakan oleh mas Raka. Dan Teryata Waktu terlalu malam.

Mas Seto, Mas Didi, Mas Raka, dan Zandry Aldrin. Baru saja melakukan Jejaring komunitas, kiat berkelanjutan, tidak berbatas jarak.

Waktu menunjukan pukul 12 malam, dan mereka harus  melangkah pulang ke Ternate.

Videografer / Editor: @perspektivtom
Pilot Drone : @raflinrasid__
Narasi : @teguhbarakati by @kendalidotid
8
a month ago
Download
Film ini akan membawa penonton menelusuri jejak panjang seorang anak kampung dari Sanana yang kemudian dikenal luas sebagai musisi lintas generasi. Namun yang dicari kamera bukan hanya cerita tentang popularitas.

Film ini berusaha menjawab pertanyaan yang lebih mendasar: bagaimana seorang seniman menjaga identitas daerahnya melalui musik?

#loeladrakel #malukutara #kepulaunsula #kendalikan #kendaliid by @kendalidotid
15
4 months ago
Download
Kehadiran suporter Persebaya Surabaya, (Gank Kapak), dalam laga Surabaya vs Malut United di Stadion Gelora Kie Raha, Maluku Utara, menghadirkan semangat tersendiri. Tak sekadar mendukung tim kebanggaan, mereka juga membawa pesan kuat tentang gerakan suporter mandiri.

Perjalanan panjang dari Surabaya ke Maluku Utara bukan hal mudah. Biaya yang tidak sedikit membuat para suporter Gank Kapak (Bonek) harus mempersiapkan segalanya jauh-jauh hari, termasuk menabung demi bisa menyaksikan langsung pertandingan tersebut.

#kendaliid #kendalikan #nortmoluccansboys #genkkapak #malutunited by @kendalidotid
118
6 months ago
Download
Saya berharap Provinsi Maluku Utara, khususnya Kota Ternate, bisa melakukan hal yang sama agar para pekerja industri kopi memiliki wadah yang layak untuk menyalurkan kemampuan mereka,” ujar Ghozal, yang juga menjabat sebagai Ketua HIPMI Kota Ternate.

Harapannya bukan semata tentang kompetisi, melainkan tentang membangun ekosistem yang memberi kesempatan kepada para pelaku kopi untuk terus belajar, bertumbuh, dan meningkatkan kualitas.

Keikutsertaan Ghozal dalam Manado Coffee Collective menjadi salah satu langkah untuk memperluas pengalaman sekaligus membawa pulang pengetahuan baru ke Ternate.

Ajang tersebut berlangsung di Allure Coffee Shop, Kota Manado selama dua hari, tanggal 9-10 Oktober 2026, dengan mendatangkan langsung Head Judge dari Bandung. by @kendalidotid
0
3 days ago
Download
Identitas Maluku Utara tak selalu hadir dalam bentuk kain tenun, motif tradisional, atau artefak budaya. Di tangan Kapita, identitas itu diterjemahkan ke dalam bentuk yang lebih dekat dengan kehidupan sehari-hari: apparel.

Berasal dari Tidore, Kapita berani membawa cerita tentang Maluku Utara ke panggung Kriyanusa 2026 di Jakarta International Convention Center (JICC), Jakarta, 26–30 September 2026.

Di tengah ratusan booth yang menghadirkan produk kriya dari berbagai daerah Indonesia, Kapita tampil di booth Maluku Utara dengan desain yang mengangkat karakter, sejarah dan identitas daerah asalnya.

Sultan Nuku menjadi salah satu figur yang divisualisasikan dalam desain Kapita. Selain itu, sejumlah visual kapita-kapita Maluku Utara dan karakter lokal lainnya turut diterjemahkan ke dalam produk yang mereka hadirkan.

Yang menarik, seluruh gagasan visual tersebut lahir dari tangan-tangan kreatif asal Maluku Utara. Kapita tidak mengambil cerita daerah dari luar, melainkan mengolah pengalaman, pengetahuan dan imajinasi kreatif anak-anak Maluku Utara menjadi bahasa visual yang kemudian dikenakan sebagai apparel.

Founder Kapita, Muhammad Rusly atau Oches, mengatakan hal tersebut menjadi bagian penting dari karakter produk yang mereka kembangkan.

“Yang menarik dari Kapita adalah desainnya dikerjakan oleh tangan-tangan kreatif asal Maluku Utara. Jadi, ketika kami mengangkat Sultan Nuku, kapita-kapita dan berbagai karakter Maluku Utara, itu bukan sekadar mengambil gambar atau simbol. Anak-anak kreatif kita sendiri yang mengolahnya menjadi desain,” ujar Oches. by @kendalidotid
2
13 days ago
Download
Empat seniman asal Maluku Utara, Ternate, bersama satu seniman residensi asal Jepang menghadirkan eksibisi pertunjukan bunyi, Ingatan, dan mitos, pada Selasa Malam di Pulo Tareba, kecataman Ternate Barat,(8/9/2026).

Residensi ini adalah sebuah proyek seni kolaboratif yang mengeksplorasi bunyi, ingatan, dan mitos dalam lanskap alam Maluku Utara.

Diselenggarakan oleh kolektif seni Inkubator Space, proyek kolaborasi antara seniman Indonesia (Ternate) dan Jepang yang berlangsung pada 1–8 September 2026.

Mereka melakukan riset observasi dan pengamatan selama 7 hari di Pulo Tareba dan danau Tolire yang kemudian hasilnya dipentaskan.

Pengkaryaan ini memberikan performa yang diluar ekspektasi para pengunjung, penonton diajak mengelilingi beberapa lokasi pada malam hari, bunyi gong terdengar mistik, suasana gelap tanpa cahaya, setelah berjalan mengikuti gong kita dipertemukan dengan kejutan karya para seniman, pencahayaan Lighting yang menarik gaya magis, membuat penonton rehat sejenak menikmati pertunjukan mereka.

“Kami menikmati pertunjukan malam ini dengan ekspektasi diluar dugaan, para penonton diajak berkeliling sekitar pelataran Pulo Tareba, dengan penampilan karya para seniman dengan konsep yang luar biasa,”tutur salah satu pengunjung.

Lima seniman yang menampilkan karya Mereka Yaitu, Musical instruments and focuces on the Sound Inself Masafumi Yamamoto, Win Ilyas Illustrator dan Komikus, Satu Garis Seniman Visual dan Illustrator, Ies Kalesang Koreografer dan Pelatih Tari, Jae Desainer Grafis dan Arsitek, dan Dias Ramadhansyah sebagai Kuratornya.

Selengkapnya di kendali.id

#inkubatorspace #pulotareba #residensi #ternate #jepang by @kendalidotid
1
a month ago
Download
Sudah lama kita tidak menemukan ruang baru, bertemu percakapan sederhana dan juga hal-hal yang perlu di selesaikan, hari ini pagi terasa lebih lama, dan waktu sebentar lagi menuju siang. Desa Gurabunga, tepatnya kita akan berbagi ruang dan pengalaman.

Lokakarya komunitas dan cita rasa kampung – bersama Yayasan Lintas Batas kami melakukan tour di Gurabunga, berbagi pengalaman dengan melibatkan pemuda, ibu-ibu, dan komunitas di Tidore, untuk menakar, memahami, mencatat, mempelajari, setiap aroma tumbuhan, tanaman, sebelum dirasakan di atas meja makan.

Ketua Yayasan Lintas Batas Setyo Hari Wibowo, yang juga konsen pada gastronomi mengajak semua peserta untuk mempelajari ruang kampung masyarakat Gurabunga.

‘’kehadiran kami disini justru untuk belajar dari teman-teman, kita sama-sama merespon, bagaimana ruang atau keseharian masyarakat membangun ruang hidup mereka sendiri, dengan memperkenalkan tanaman atau tumbuhan yang ada di setiap lokasi kelurahan Gurabunga,’’katanya sebelum sesi jelajah rasa di mulai.

Mas Seto menjelaskan jelajah rasa merupakan sebuah program yang berfokus pada kedaulatan pangan, mempelajari setiap ruang masyarakat setempat ketika kami berkunjung ke suatu daerah.

Ia bilang Gurabunga punya potensi sebenarnya yang bisa ditangkap oleh teman-teman di Tidore, tanaman itu sebenarnya hanya pemantik, ada banyak budaya yang melekat mulai dari tanaman yang bisa dijadikan ritus, juga ancamannya.

‘’kita merespon misalnya dengan kehadiran ke Gurabunga, kita melihat kondisi masyarakat yang lagi krisis air, ini juga bagian ancamannya kedepan,’’lanjutnya.

Maka dengan begitu barangkali teman-teman bisa mengembangkan lebih jauh, terutama anak mudanya untuk bisa dilibatkan, dengan proses mengarsipkan makanan maupun tumbuhan yang mereka miliki.

Sesi Jelajah Rasa berjalan dengan penuh energi, peserta mendapatkan pengalaman baru dari tanaman-tanaman endemik yang kemudian dijadikan bahan diskusi.

Sekitar 1 jam lebih kita melakukan keliling kelurahan, dengan tanjakan bukit, rimbun pepohonan, dan terik panas yang sangat menyengat. by @kendalidotid
0
a month ago
Download
Suasana Halaman Benteng Oranje, Ternate, malam itu berubah.

Ketika nama Sultan Mahmud Badaruddin II disebut dari atas panggung, halaman benteng Oranje seolah menjadi ruang yang mempertemukan masa lalu dan masa kini. Kisah dari tanah Palembang tentang seorang sultan yang melawan kekuasaan kolonial Belanda kembali hidup melalui pertunjukan teater.

Para seniman dari Palembang membawa penonton menyusuri perjalanan panjang sang sultan. Tentang perlawanan, tipu muslihat, peperangan hingga pengasingan yang membawanya jauh dari tanah kelahiran, ke Ternate.

Selengkapnya: kendali.id

#kendalikan #kendali #sejarah #sultanbadaruddin by @kendalidotid
0
2 months ago
Download
Dua Cyclist asal Ternate Ilham Tabalema dan Faiz Malagapi membuktikan mereka bisa menaklukkan unsupported ultra-cycling race, paling bergengsi di Indonesia dengan melintasi pulau Jawa dari barat ke timur.

Ilham dan Faiz melakukan start di Banten pada hari minggu tanggal 16 pukul 5.30, dengan batas finish pada hari sabtu tanggal 22 pukul 17.30.

Ini berarti bahwa mereka diberikan waktu maksimal 156 jam dengan  batas akhir pada hari Sabtu, 22 Agustus 2026 pukul 17.30 WIB).

“Torang masuk finish hari sabtu pukul 15.30, di Banyuwangi”tutur Ilham, ketika konfirmasi.

Ilham dan Faiz finis dengan selisih waktu 2 jam sesuai dengan waktu yang diberikan oleh panitia, dengan demikian mereka nyatakan berhasil untuk menaklukkan Bentang Jawa.

Pengalaman mereka berdua, menjadi cerita tersendiri untuk para penikmat Cyclist di Maluku Utara dan terkhusus di Kota Ternate.

#bentangjawa2026 #ccylist #malukuutara by @kendalidotid
9
2 months ago
Download
Perjalanan seorang Barista Reyhanafie dalam ajang kompetisi tingkat nasional Cangkir Barista Championship Pejuang Kopi Nusantara 2026 menjadi cerita tersendiri. Ribuan peserta yang datang dari berbagai penjuru Indonesia, ia berhasil membawa namanya hingga masuk dalam jajaran Top 60 nasional.

Sebanyak 2.736 peserta dari Sabang sampai Merauke ikut ambil bagian dalam ajang tersebut. Dari Maluku Utara, sekitar 20 hingga 30 peserta turut mencoba peruntungan. Persaingan kemudian semakin ketat setelah pada 15 Mei panitia mengumumkan peserta yang berhak melaju ke tahap regional.

Dari ribuan peserta tersebut, ia dinyatakan lolos ke tingkat regional. Kegiatan ini dilaksanakan oleh Bank Indonesia bekerja sama dengan Specialty Coffee Association of Indonesia (SCAI) untuk meningkatkan kualitas sumber daya manusia ( SDM ) dan wirausaha kopi di Indonesia.

Saat dihubungi Reyhanafie, ia menceritakan bahwa dari 400 peserta yang melanjutkan kompetisi di regional wilayah Sulawesi, Maluku, dan Papua (Sulampua), terdapat enam peserta asal Maluku Utara yang berhasil lolos, termasuk dirinya.

Selengkapnya di : kendali.id

#cangkirbarista #scai #bimalut #secangkirkopi by @kendalidotid
9
2 months ago
Download
Instruktur Penyelam Dive Center Nukila, Rio Alting, mengatakan kegiatan tersebut merupakan bentuk kecintaan terhadap Indonesia sekaligus ingin menunjukkan bahwa Tidore memiliki kontribusi dalam perjalanan bangsa.

“Ini bagian dari rasa kecintaan kami kepada negara. Kami juga ingin menyampaikan kepada negara bahwa Tidore juga punya andil besar kepada Republik Indonesia,” ujar Rio.

Dalam aksi tersebut, sebanyak 30 penyelam turun ke kedalaman sekitar 12 meter. Mereka membawa 31 bendera Merah Putih dan masing-masing penyelam memegang bendera saat melakukan penyelaman.

#hutrike81 #nukiladive #kbc #menyelam by @kendalidotid
1
2 months ago
Download
Bagi sebagian orang, bersepeda mungkin sekadar olahraga atau cara menikmati perjalanan. Namun bagi Ilham Tabalema dan Faiz Malagapi, dua cyclist asal Ternate, Maluku Utara, sepeda menjadi kendaraan untuk menantang batas fisik dan mental.

Keduanya bakal membawa nama Maluku Utara dalam Bentang Jawa 2026, ajang ultra-endurance cycling race yang akan membentang dari Pantai Carita, Banten, hingga Banyuwangi, Jawa Timur.

Bukan perjalanan santai. Mereka harus menaklukkan jarak sekitar 1.500 kilometer dengan total elevasi mencapai 17.000 meter. Peserta juga diberikan batas waktu atau cut off time selama 156 jam untuk mencapai garis finis.

Dalam komunitas ultra-cycling, Bentang Jawa bahkan punya julukan tersendiri.

“Kalau di dunia komunitas sepeda biasanya disebut naik hajinya para cyclist,” kata Ilham saat berbincang dengan Kendali.

Ilham dan Faiz akan turun di kategori Pair, yakni kategori yang diikuti dua pesepeda. Keduanya menjadi perwakilan dari Maluku Utara yang mengikuti ajang tersebut.

#kendali #kendaliid #bentangjawa #cyclist by @kendalidotid
3
2 months ago
Download
×

Download all media on this page

Photos Videos
back to up