Instagram story viewer> @la_utopia161> Posts
POSTS STORIES REELS TAGGED
Lets larp be poor ✊😹😰🖕💦 by @la_utopia161
4
11 days ago
Download
Mengapa kami terus mengulang pembahasan soal kasus MPE dan pengabaiannya? Karena persoalan ini belum selesai. Pengabaian seperti ini bukanlah hal baru. Ia telah berulang kali terjadi dan memperlihatkan adanya jurang antara klaim-klaim tentang organisasi, solidaritas, dan praktik yang benar-benar dijalankan. Teks lengkap di web Palang Hitam telah menjelaskan dengan terang bahwa tidak seharusnya kita mengabaikan kawan-kawan yang melakukan pemberontakan, dengan alasan apa pun.

Tidak ada posisi netral di hadapan represi. Kebungkaman adalah pilihan. Pengabaian juga pilihan. Begitu pula memperkeruh keadaan dengan menyebarkan isu-isu yang belum tentu benar. Semua itu memiliki konsekuensi bagi mereka yang sedang menghadapi represi.

Kami adalah abolisionis. Kami menolak penjara dalam segala bentuknya, baik yang dijalankan oleh negara maupun yang dibenarkan atas nama kekuasaan ideologi tertentu. Selama pengabaian itu masih berlangsung, kami akan terus mengingatkan bahwa solidaritas tidak berhenti ketika represi dimulai. 

Jika ada perbedaan pandangan terhadap sikap ini, barangkali memang Anarki kita berbeda, dan kami tak hendak berada di bawah bendera yang sama. Jalani jalanmu, jangan ganggu jalan kami. by @la_utopia161
8
a month ago
Download
 by @la_utopia161
6
2 months ago
Download
INSURRECTION!! by @la_utopia161
2
2 months ago
Download
Kaneko Fumiko dan Park Yeol adalah pasangan anarkis legendaris tahun 1920-an yang melawan imperialisme Jepang. Park, anarkis Korea dan aktivis kemerdekaan, dan Fumiko, nihilis Jepang, bersatu dalam cinta dan perjuangan melawan Kaisar Jepang. Mereka ditangkap pasca gempa Kanto 1923, dipenjara, dan menjadi simbol perlawanan berani melawan ketidakadilan hingga Fumiko meninggal di penjara. 

Pada bulan November 1921, Pak Yŏl mendirikan Black Wave Society ( Korea :  흑도회 ; RR :  Heukdo hoe ; Jepang :黒濤会, romanized :  Kokutō kai ), organisasi anarkis Korea pertama di Jepang. Black Wave Society memiliki tujuan akhir untuk melarutkan prasangka nasionalis yang memecah belah kedua bangsa dan membangun masyarakat kosmopolitan . Ia menganggap cara untuk membangun masyarakat seperti itu adalah revolusi sosial, pengembangan diri melalui praktik saling membantu dan tindakan langsung melawan negara. Kemudian pada 1923, Park Bersama dengan anarkis Korea dan Jepang lainnya membentuk kelompok Futeisha ( 不 不 社, "The Outlaws"). Nama itu menyindir cara orang Korea disebut oleh pihak berwenang sebagai pembuat onar. Futei senjin (不 逞 鮮 人), atau orang Korea yang nakal. Salah satu anggota kelompok yang terkenal adalah Fumiko Kaneko; keduanya kemudian menjadi sepasang kekasih. The Outlaws mempelajari dan menyebarkan anarkisme tanpa mengambil tindakan langsung yang terlihat. 

Kaneko, seorang anarkis dan nihilis. Pada tahun 1922, ia bertemu Hatsuyo Niiyama di sekolah malam. Kaneko menggambarkan Hatsuyo sebagai "sahabat terdekatnya" dalam memoarnya dan mengakui bahwa Hatsuyo telah memperkenalkannya pada karya-karya para pemikir seperti Max Stirner, Mikhail Artsybashev, dan Friedrich Nietzsche, yang memengaruhi pergeseran Kaneko dari sosialisme ke anarkisme dan nihilisme. Setelah meninggalkan gerakan sosialis, Kaneko mulai bekerja sama dengan Pak untuk mewujudkan visinya tentang aktivisme dan revolusi. 

Kisah cinta antara Park Yeol dan Fumiko ini yang kemudian diabadikan pada film Anarchist from Colony (2017). Anarkisme, penolakan terhadap segala bentuk otoritas, selain sebagai gerakan global anti-kolonial, terkait pula dengan feminisme modern dalam memandang hubungan kasih yang setara. by @la_utopia161
3
3 months ago
Download
×

Download all media on this page

Photos Videos
back to up