Instagram story viewer> @mdnmdnmdn> Posts
2.3K
followers
1390
following
ᮍᮤᮔ᮪ᮓᮥᮀ ᮊᮃ ᮝᮃᮊ᮪ᮒᮥ ᮙᮤᮘᮃᮕᮃ ᮊᮃ ᮏᮃᮙᮃᮔ᮪
Film Editor • Indonesia
@edithouse_jakarta
POSTS STORIES REELS TAGGED
Film ini bercerita tentang lika-liku (dan huru-hara 🤣) orang-orang yang bekerja di ruang paling dekat dengan kehidupan kita, tapi pekerjaannya sering tidak benar-benar terlihat. Rumah bersih, makanan tersedia, pakaian selesai dicuci. Kita melihat hasil akhirnya, tapi jarang memikirkan berapa banyak tenaga, waktu, dan hidup seseorang yang ada di belakangnya.

Mungkin karena itu saya merasa ada sesuatu yang dekat dengan kehidupan kami sebagai pekerja film.

Tentu skalanya berbeda dan persoalannya tidak bisa disamakan begitu saja. Tapi kami sama-sama buruh. Kami menjual waktu, tenaga, pikiran, dan sebagian hidup untuk membuat sesuatu bekerja. Dan sering kali, pekerjaan yang baik justru adalah pekerjaan yang akhirnya tidak terlihat.

Editing juga begitu. Ketika filmnya sudah selesai, timeline menghilang. Ribuan shot dan keputusan sambungannya, versi yang gagal, adegan yang dipindahkan, frame yang dipotong, perdebatan kecil sampai keputusan besar, semuanya pelan-pelan terkubur di balik film yang akhirnya ditonton orang dan berubah menjadi gelak tawa dan air mata.

Mungkin memang ada banyak pekerjaan yang keberhasilannya ditandai oleh 'hilangnya' jejak orang yang mengerjakannya.

Karena itu rasanya menyenangkan dan bangga melihat Agensi Rumah Tangga sekarang sudah lepas dari ruang editing, hidup sendiri, dan menemui penontonnya.

Dan per hari ini, sudah lebih dari 1 juta penonton.

Bersyukur sekali film ini bisa berjalan sejauh itu.

Sedikit kilas balik ke timeline dan proses editing yang saya ingat sangat menyenangkan bersama Teteh Sutradara @nayaanindita dan Bapak Produser @chandparwez . Tempat kami mencoba, salah, berubah pikiran, membuang, mengembalikan, lalu perlahan menemukan bentuk.

Pada akhirnya, mungkin pekerjaan kami memang seperti itu.

Merangkai sesuatu dengan sepenuh hati, sampai akhirnya ia bisa berdiri sendiri, berjalan jauh menemui para penontonnya.

Agensi Rumah Tangga

Film Editing Facility: @edithouse_jakarta
Film Editor: 🙋🏻‍♂️
1st Assistant Editor: @lupaduduk
2nd Assistant Editor & Editor On-Location: @nafishammam
Studio Manager: @rakaw

Cut on: @blackmagicnewsofficial DaVinci Resolve

Agensi Rumah Tangga
masih tayang di bioskop! by @mdnmdnmdn
25
21 days ago
Download
Lima finalis Jakarta Film Fund 2026 kini memasuki tahap post-production lewat Movielab Editing! 🎬✨

Bersama Ahmad Yuniardi (Editor Film), para filmmaker berdiskusi dan dibimbing untuk menyempurnakan karya mereka sebelum bertemu dengan penonton.

Kelima film akan berkompetisi dan ditayangkan di Jakarta Film Week 2026.

Siap menyaksikan cerita mereka? 👀

#JakartaFilmFund #JakartaFilmWeek #jakartafilmweek2026 by @mdnmdnmdn
5
a month ago
Download
Brrrlin. February 2026. ❄️❄️❄️🌞❄️❄️❄️ taken in Berlin, Deutschland by @mdnmdnmdn
1
2 months ago
Download
Momen Mei di Agustus.

🌅🚙⛴️👨‍👩‍👦🙋🏻‍♂️🎂🌄🏝🌀 by @mdnmdnmdn
8
3 months ago
Download
Berlin itu kota yang aneh.

Bukan aneh dalam arti buruk. Lebih seperti… kota yang sepertinya tidak pernah benar-benar selesai memikirkan dirinya sendiri; sebuah kota yang menolak untuk didefinisikan. Batu bata dari bangunan tua berdampingan dengan besi-besi dan desain kaca yang modern; mobil tua terparkir di sebelah mobil konsep yang bentuknya perlu waktu untuk dicerna; sejarah berat berdiri beberapa meter dari bar tempat orang minum-minum sambil membicarakan film; mulai dari nominasi Academy Awards tahun ini hingga film eksperimental yang mungkin hanya ditonton lima orang di dunia.

Di tengah semua itu ada Berlinale Film Festival dan Berlinale Talents. Tempat yang rasanya, menurut Chloè Zhao, seperti rest area besar bagi orang-orang nomad yang sedang dalam perjalanan hidup di dunia film. Editor, sutradara, penulis, produser—semua berkumpul, saling bertukar cerita, bertukar gagasan, dan kadang saling bertukar kebingungan juga.

Yang menarik justru percakapan kecilnya. Ngobrol dengan filmmaker dari negara yang sebelumnya bahkan jarang kita dengar industri filmnya. Lalu tiba-tiba sadar: ternyata kegelisahannya sama. Bagaimana bercerita dengan jujur. Bagaimana membuat film yang benar-benar terasa hidup. Bagaimana tetap bisa bertahan hidup di antara prosesnya.

Perjalanan seperti ini sering terasa tidak nyata. Berangkat dari panasnya Jakarta sampai ke dinginnya Berlin untuk duduk di dalam ruangan, menonton, berdiskusi, mendengar orang berbicara tentang film dengan sangat serius—lalu keluar ruangan dengan gagasan dan perspektif baru.

Saya sendiri masih merasa amatiran dalam banyak hal. Tapi justru itu enaknya. Datang, dengar cerita orang lain, lalu pulang dengan kepala sedikit lebih penuh dari sebelumnya.

Terima kasih kepada Kementerian Kebudayaan yang membuat langkah kecil ini bisa sampai ke Berlin. @ekosistem.budaya @mtnsenibudaya @kemenkebud

Sisanya? Ya kembali jalan lagi, gas lagi, kerja lagi. Projek film berikutnya tidak bisa menunggu. Setidaknya, sekarang bensinnya sudah terisi, bekalnya sudah dibawa, dan bonusnya banyak kenalan baru di negeri seberang.

Danke! by @mdnmdnmdn
4
7 months ago
Download
Confusion, here we go! 🇩🇪✨️

#BerlinaleTalents #BerlinaleTalents2026 #CreatingConfusion by @mdnmdnmdn
97
9 months ago
Download
🐢🦧🐅🦆🐜🐙🌞🕺💃

Para Perasuk (Levitating)
World Cinema Dramatic Competition
Sundance Film Festival 2026 @sundanceorg

@rekatastudio @momofilmco
@wregas_bhanuteja @sieratamihardja @imanusman @amaalioo by @mdnmdnmdn
5
10 months ago
Download
Looking at these photos feels like scrolling through different lives; dari masa pacaran yang serba ringan, sampai hari-hari sekarang yang penuh jadwal, tanggung jawab, dan kopi yang sering keburu dingin.

9 years of marriage, 6 years of parenthood; waktu mengubah banyak hal. Kita tumbuh, kadang bentrok, kadang lelah. Cinta tidak selalu berbentuk tawa panjang atau rencana besar—lebih sering hadir sebagai teamwork, kompromi, dan keputusan-keputusan kecil yang diambil setiap hari.

Aku melihat bagaimana kamu berubah; dari teman ke bar, menjadi pasangan hidup, hingga menjadi hot mama 😝. Not suddenly, not dramatically—tapi lewat keseharian: bangun lebih pagi, mikir lebih jauh, dan mencintai dengan cara yang lebih tenang tapi jauh lebih kuat.

Being parents doesn’t erase who we were; it just adds layers. Ada hari-hari capek, ada momen ragu, tapi juga banyak hal sederhana yang diam-diam bikin hati penuh: obrolan singkat, tawa kecil, rumah yang berantakan tapi hidup.

Today, I’m grateful; bersyukur atas semua yang ada hari ini—atas keseharian yang kadang melelahkan, tapi selalu nyata. Atas rumah yang terus kita bangun, pelan-pelan, dengan sabar dan niat baik.

Bulan Desember; di wedding anniversary, di Hari Ibu, dan di ambang tahun yang baru, aku ingin menyimpan satu harapan sederhana: semoga kita terus tumbuh, saling menjaga, dan menemukan keindahan di hari-hari biasa.

Here’s to us—to love that evolves, to a family that feels like home, and to another year of walking forward, together. 🍻✨️🍃 by @mdnmdnmdn
3
10 months ago
Download
"Einmal ist keinmal,” kata Milan Kundera, “What happens but once, might as well not have happened at all. If we have only one life to live, we might as well not have lived at all.” Dengan kata lain – kalau boleh saya memarafrase beliau — hidup itu hanya sejengkal saja dari ketiadaan.

​Kita selalu punya satu ketakutan dingin—saat mendengar kabar pesawat jatuh, di mana serpihan takdir berserakan di tanah. Itu bukan sekadar angka atau berita—itu adalah ribuan kisah yang terhenti, ribuan "seandainya" yang tak pernah terjawab. ​Siapa yang bisa menukar tempat duduk, siapa yang bisa menunda penerbangan—siapa yang ditakdirkan untuk tetap tinggal, atau pergi?

​Manusia selalu ingin menjadi arsitek nasibnya sendiri. Membayangkan ada suatu mekanisme—seperti dalam cerita-cerita yang kita dengar, atau film-film yang kita tonton—yang bisa membuat kita menukar beban, mengganti jalur, memilih nomor kursi lain.

​Lalu, seandainya keajaiban itu datang. Seandainya kita berhasil menghindari tragedi itu, atau bahkan bertukar tempat dengan orang lain. Apakah ketenangan akan datang? Atau justru sebaliknya, beban baru yang lebih berat: bayangan dari takdir yang kita hindari, atau takdir yang kita curi?

​Sebab, kita pun akhirnya sadar: takdir bukan hanya tentang garis akhir. Ia adalah tentang setiap pilihan kecil di setiap hari, di setiap langkah yang kita ambil—atau tidak kita ambil. Dan tragedi, kadang adalah cara semesta menunjukkan bahwa kontrol hanyalah ilusi terbaik yang kita punya.

​Kita, seperti halnya Pak Mukhsin, Mbak Dita, dan Mas Rawa, ditakdirkan untuk memahami. Bukan menukarnya.

Tukar Takdir @tukartakdirfilm

Sebuah drama petaka pesawat terbang, survivor guilt, dan five stages of grief dari manusia-manusia yang berduka.

Sebuah produksi Starvision, Cinesurya, dan Legacy Pictures
@starvisionplus @cinesurya @legacy.pictures

Adaptasi dari novel best-seller karya @vabyo
Ditulis dan disutradarai oleh @moulysurya
Produser @chandparwez @rama_adiw @fauzanzidni

Film Editing Facility @edithouse_jakarta 
Film Editor @mdnmdnmdn 
Assistant Editors @lupaduduk @nafishammam 
Editor on Location @septyanhafizh 
Studio Manager @rakaw 

Tukar Takdir sedang tayang di bioskop! taken in Gunung Halau Halau by @mdnmdnmdn
8
a year ago
Download
We never needed the city.
Just this frame,
this light,
and each other.

Love, unscheduled. Time, unspoken. Uncounting grateful—still playing. Couldn't ask for a better birthday gift. by @mdnmdnmdn
1
a year ago
Download
New York itu bukan hanya Manhattan. New York itu seperti anyaman berbagai warna dan tekstur dalam satu bentangan kain; Bronx, Brooklyn, Staten Island, Queens, mereka hidup dengan jiwanya masing-masing.

Menyelami perjalanan karakter ratu ratu queens​ selama proses editing, terasa jelas tekstur kerasnya kota New York; ini bukan sekadar merantau, tapi mental-reset. Semua yang mereka tahu soal hidup, tiba-tiba nggak berlaku. Mereka bukan lagi anak daerah yang sopan dan ngga enakan, mereka cuma satu dari jutaan orang yang sedang berlomba-lomba. Sense of belonging yang dulu mereka punya di Jakarta atau Cimande, atau Purwokerto, atau Madiun, tiba-tiba jadi fiksi.

​Di sini, rindu kampung halaman itu bukan lagi sekadar kangen. Rindu itu jadi hantu yang terus-menerus menempel di punggung. Rindu sama orang tua yang makin menua, sama bau hujan di malam hari, atau sekedar sama pedasnya sambal yang nggak ada di sana. Dan saat kabar duka datang, cuma bisa lihat lewat teks di layar. Mau peluk, mau ikut nangis, semua cuma jadi ilusi.

​Kenyataannya, ada yang merantau karena pilihan. Ada juga yang karena terpaksa. Dan kadang, pilihan itu yang paling menyiksa. Karena mereka tahu, jalan pulang itu ada, tapi ada alasan lebih besar untuk nggak mau ambil pilihan itu.

Sebuah limited series tentang layer-layer perasaan ketika hidup merantau dalam enam episode; ratu ratu queens the series

Sebuah produksi @palarifilms
Sebuah series original @netflixid

Produced by @al_zaidy @dmeiske2
Directed by @luckykuswandi
Written by @andricung_

Editing Facility @edithouse_jakarta
Editors @mdnmdnmdn @wichwandiardono
Editing Team @lupaduduk @nafishammam @septyanhafizh
Studio Manager @rakaw

Edited on @avid.mediacomposer

ratu ratu queens the series now streaming on Netflix worldwide! by @mdnmdnmdn
32
a year ago
Download
Hari ini, kita merayakan pertambahan usiamu, Bung @wregas_bhanuteja Tapi, yang kuperingati sesungguhnya adalah dekade lebih pertemanan dan obrolan-obrolan kehidupan di dalamnya.

Kami sudah saling kenal sejak hari-hari gila di kampus, ketika ide masih terasa seperti api liar dan realita belum menampar. Kehidupan kita masih seputar kegiatan akademik kampus IKS, kisah percintaan beserta tikungan-tikungannya, dan pemutaran film-film yang ternyata sama-sama kita sukai di pusat-pusat kebudayaan sekitar Jakarta Pusat.

Dan sekarang; tiga film panjang dilalui bersama. Tiga kali saya melihat ia menumpahkan segala visi dan imajinasi, dan tiga kali pula saya menghidupkannya di meja editing. Sebetulnya agak terlalu serius kalau kami bilang bahwa kami ini adalah filmmaking partner; kami hanyalah teman yang tumbuh bersama menjalani hidup ini dengan suka cita sambil sesekali melakukan kegiatan sinema. Sinema nggak tuuuh.

Tidak akan pernah lupa obrolan kita di malam-malam hari sehabis  kerja di Miles Films, sambil merokok dua batang marlboro putih dan sebatang sehat tentrem, sambil memanaskan motor Honda Beat dan Vespa Excel yang sedari pagi terparkir di sana. Rasanya baru kemarin kita saling klakson dan berpisah arah, sekarang sudah mau premiere film ketiga kita.

Terima kasih telah memberiku hak istimewa untuk memegang kendali atas napas dari cerita-ceritamu. Sekali lagi, selamat ulang tahun, Bung. Semoga ide-ide gilamu tidak pernah habis. Kalau sudah mau habis, kita refill lagi lah sambil antri cocktail di TCC.

Mari terus rayakan hidup, dan berbahagia. 🍻✨️🍃

*foto diambil dari dokumentasi acara Creator Space Creative Lab 2024 by @mdnmdnmdn
5
a year ago
Download

Download All

Save the photos and videos currently loaded on this page.

0Photos
0Videos
Ready to download 0 / 0

Keep this tab open until your download is ready.

back to up