Instagram story viewer> @mfzhaff> Posts
1.8K
followers
1952
following
Two wheels journey of a quarter-life man.
@sleepermaticsquad
@standardvisualworks
POSTS STORIES REELS TAGGED
In this economy, kalian udah downgrade apa aja?

Salah satu yang gue downgrade belakangan ini adalah rute mori alias morning ride. Di tengah krisis harga dan kelangkaan stok BBM di beberapa daerah yang nggak kunjung mereda, gue merasa kurang bijak kalau harus menggunakan kendaraan bermotor untuk hal-hal yang sebenarnya nggak terlalu mendesak. Beralih ke EV? Nggak terpikirkan sedikit pun.

Kalau biasanya dari Depok gue bisa riding sampai Senayan, lalu lanjut ke Jakarta Pusat atau Utara, sekarang gue lebih sering muter di sekitar Antasari aja. Biar tetap fun, gue pilih rute yang punya kombinasi tikungan, elevasi, dan kontur jalan yang beragam. Sesekali nge-loop di Antasari sebelum melipir buat menyapa resident photographers @dim.3x dan @paparazy_introvert.

Buat gue, riding sejauh 30–40 km udah cukup untuk bonding sama motor kesayangan. Nggak harus jauh, nggak harus lama. Yang penting tetap bisa menikmati jalanan dan pulang dengan perasaan lebih segar.

Because at the end of the day, morning ride is all about taking a break from the daily grind and spending some quality time with the machine we love. And in this economy, I guess it’s about finding a way to keep doing what we love, just a little more wisely and efficiently.

📸 @dim.3x taken in Jakarta, Indonesia by @mfzhaff
5
a day ago
Download
@mfzhaff dan Tabebuya. 
Slide terakhir bonus
#sunmorijkt 
#cbr250r 
#mc41 by @mfzhaff
3
5 days ago
Download
Buat yang suka mori di Jakarta, pasti tau lah ya spot andalannya di mana. Tapi namanya manusia pasti ada bosennya dan gue udah mencapai titik itu. Itu lah yang bikin gue udah lama gak mori. Walaupun gue bosen tapi gue bingung mau mori ke mana 😅

So, buat kalian yang spot morinya gak mainstream, entah itu rute atau destinasi ngopinya, monggo kasih rekomendasinya di kolom komentar! Tapi jangan yang jauh-jauh, Pertamax lagi mahal 😂 taken in Jakarta, Indonesia by @mfzhaff
15
10 days ago
Download
Urusan kelistrikan gue udah gak mau neko-neko lagi deh, apa lagi buat Spario yang kelistrikannya cukup kompleks dan udah ada pengalaman buruk dari kejadian kebakaran kemarin. Makanya kali ini gue percayain aja ke ahlinya @wiring.8.11 😁

Penasaran bakal jadi kayak gimana konfigurasi wiringnya Spario? by @mfzhaff
10
11 days ago
Download
Yuk, siapa lagi yang mau join sirkel bapack-bapack slow living, financially RANDOM 🤝🏼😂 taken in Depok by @mfzhaff
4
11 days ago
Download
1st Gran Fondo After 4 Years of Hiatus

Ngelakuin fondo cuma dua bulan setelah balik lagi ke dunia sepeda, setelah empat tahun vakum, ternyata nggak seburuk yang gue kira.

Ini fondo ke-4 gue, dan seperti ride-ride sebelumnya, gue jalanin sendirian.

Dan ternyata, ini juga jadi fondo tercepat yang pernah gue selesaikan.

Nggak ada target muluk-muluk. I'm just glad to be back home in one piece 😂 taken in Jakarta, Indonesia by @mfzhaff
1
12 days ago
Download
Koreksi: sram avid bukan shimano 🤭🤭

Di Video sebelumnya ada yang nanya, kok bisa frame yang basicnya pakai ban 26 muat pakai ban 700c? 

kali ini kita mau kasih liat lagi contoh frame MTB Jadul bahan besi yang di modifikasi menggunakan Wheelset 700c, bahkan dengan ukuran yang lebih besar dari Giant ATX750 kmarin lho.

hayo yg tertarik mungkin coba pinjem wheelset 700c temennya buat coba fitting, siapa tau muat juga 😁

#mtb #mountainbike #modifikasimtb by @mfzhaff
18
13 days ago
Download
Kayaknya 2026 bakal booming sepeda lagi ya? Kira-kira kali ini penyebabnya apa ya? 🤔 taken in Jakarta, Indonesia by @mfzhaff
11
13 days ago
Download
Beyond The Build: The Cutting Room Floor.

Kumpulan foto yang tidak lolos seleksi untuk episode #FeatureFriday kemarin but in my eyes masih layak untuk diposting. I'm in love with the details. Bukan details seperti baut titanium atau parts lain yang harganya tidak logis seperti pada umumnya, namun details yang bercerita tentang motornya. taken in VPM Garage by @mfzhaff
7
14 days ago
Download
Tujuan gue bikin #FeatureFriday bukan hanya untuk ngebacain spek motor orang lain, tapi juga kenalan dengan the man behind the handlebar lebih jauh. Maka dari itu “korban” dari FeatureFriday untuk saat ini masih dari teman-teman gue aja. Di episode ke 5 ini we take this concept even further. Mungkin setelah baca episode kali ini kalian bukan hanya kenal dengan subjek dari artikel ini, tapi jadi lebih kenal dengan diri kalian masing-masing *cie elah 🤣

But seriously subjek kali ini punya impact cukup besar bagi gue, terutama bagaimana gue memandang hobi yang kita cintai yaitu motoran. Sejak kenal dengan owner Honda CBR 250R MC41 yang diberi nama Oren ini (iya, gue juga bingung “oren"nya dari mana) banyak perspektif baru yang muncul tentang apa yang selama ini gue lakukan selama belasan tahun mendalami hobi motoran. Dari yang sebelumnya gue kira benar ternyata salah, atau sebaliknya.

Motoran itu gak selalu tentang memuaskan diri atau sekedar mencari validasi dari orang lain. There are more into it. In fact, kalau kita mau menggali dan mencintainya lebih dalam lagi, motoran bisa membawa sesuatu yang lebih besar lagi. Motor ini, dan motor serupa sebelumnya (we’ll get into it later) sudah membantu ownernya membuka bisnis bengkel yang jadi impiannya. Yup, this bike earns money for the owner for the past 5 years.

Daripada makin penasaran, yuk langsung aja kita swipe right untuk baca ceritanya lebih lanjut!

Meet Ardy. Gue pertama kali discover beliau dari social media dan saat itu gue gak kepikiran untuk kenalan atau bahkan follow. Mungkin kalian pernah liat profil Instagram yang isinya bikin kalian kepo dan ngestalk sampe post paling bawah karena isinya gak bisa kalian temukan di profil lain. Itu lah impresi pertama gue soal Ardy.

Ada sesuatu yang unik dari cara Ardy tinkering dan melakukan personalisasi terhadap motornya. Dari mulai membuat Nardo, julukan MC41 miliknya sebelum ini jadi replika CB Bol d’Or, track bike, sampai wujud terakhirnya menjadi naked berkelir Nardo Grey (yep that’s where the name came from) sebelum akhirnya mesin Nardo menyerah karena metal duduknya jebol setelah dipakai 150.000 km dikarenakan miss shift di kecepatan 170km/h. What a way to taken in VPM Garage by @mfzhaff
44
17 days ago
Download
Hayo ngaku siapa yang dulu jaman sekolah atau kuliah ngidam velg ini? Mungkin sekarang udah pada momong anak ya 😆✌🏼

Velg lightweight alloy lansiran Daytona bernama GP Wheel ini dulunya memang cukup mendominasi pasar velg aftermarket di Indonesia. Berawal dari banyaknya team yang mengandalkan velg ini di lintasan balap pada masa kejayaan road race bikin velg ini diburu para pecinta modifikasi.

Seiring tren yang bergeser memasuki era motor matic dengan velg "CNC", velg alloy seperti ini kurang diminati para gen-Z. Namun untuk para milenial yang ingin bernostalgia, terutama untuk yang dulu belum kesampaian meminang (termasuk gue 😂) velg ini masih punya auranya tersendiri.

Sayangnya velg ini sudah lama discontinued yang bikin harganya melambung tinggi, baik new old stock maupun secondhand. Daytona Indonesia sudah merilis kembali velg ini namun hanya tersedia ukuran untuk motor bebek saja.

Di video ini Daytona GP Wheel untuk Honda Tiger diretrofit ke CBR 250R MC41. Ukurannya yang lebih kecil di 17x2.50-3.50 dan bobotnya yang jauh lebih ringan bikin handling CBR ini sangat lincah.

Yuk @daytonaindonesia bisa yuk, rilis ulang ukuran yang lain lagi 😁 taken in VPM Garage by @mfzhaff
15
17 days ago
Download
Setelah sebelumnya gue downgrade rem belakang, sekarang waktunya untuk downgrade rem depan. “Wah makin ngaco lu bang, bukannya udah bagus pake Brembo 4P? Kok malah didowngrade?” 

Mungkin ada beberapa dari kalian yang berpikiran seperti itu, apa lagi sekarang kita ngomongin rem depan yang memang dibutuhkan buat mengurangi laju motor. Pastinya gue punya alasan untuk hal ini. Mungkin bisa kita mulai dengan sedikit cerita tentang Lembu si MC41 dan parts yang digunakannya. Yuk, swipe ke slide selanjutnya!

Gue sudah punya kaliper Brembo 4-pot 1 pin ini jauh sebelum gue meminang Lembu, tepatnya saat gue masih megang Kawasaki Ninja M yang batal gue restorasi. Untuk Ninja 2 tak yang memiliki engine brake yang lemah masih sangat masuk akal untuk mengupgrade pengeremannya dengan yang lebih kuat.

Fast forward akhirnya gue beralih ke CBR 250R MC41. “Kaliper Brembo-nya masih ada, gue pasang aja deh di CBR. Motor cc besar remnya harus besar juga” kira-kira begitu lah pemikiran gue dulu. Seiring berjalannya waktu pemikiran itu berubah. MC41 ini kebalikannya dari Ninja 2 tak, engine brakenya kuat sekali. Kadang untuk menurunkan kecepatan tidak perlu menekan tuas rem. Bobotnya yang termasuk ringan di kelasnya jadi salah satu faktor pendukung. Walaupun terlihat gambot tapi bobot motor ini hanya sekitar 150 kg.

Tujuan gue meminang Lembu untuk lebih memahami teknik riding. Salah satu caranya dengan ikut trackday. Setelah beberapa kali trackday gue akhirnya mengambil kesimpulan kalo rem standar bawaan pabrik sudah sangat mumpuni dan paling pas ukurannya. Justru ketika gue trackday menggunakan kaliper 4-pot membuat gue lebih lambat karena “kebanyakan ngerem”. It’s simple, kebanyakan ngerem bikin laju motor jadi lambat, kan? Dan pastinya kalian gak pengen riding lebih lambat, terutama di sirkuit.

Memang, teknik late braking bisa membantu memangkas waktu dan membantu overtake dengan mengerem lebih terlambat ketimbang lawan, tapi gue belum berada dalam taraf di mana gue bisa memanfaatkan late braking secara efektif untuk melaju lebih cepat di sirkuit.

Melihat referensi dari teman-teman yang sudah jauh lebih berpengalaman di dunia balap bahkan sampai ke gelaran ARRC kelas AP250 pun taken in VPM Garage by @mfzhaff
10
18 days ago
Download

Download All

Save the photos and videos currently loaded on this page.

0Photos
0Videos
Ready to download 0 / 0

Keep this tab open until your download is ready.

back to up