Instagram story viewer> @napitupulusanggam> Posts
POSTS STORIES REELS TAGGED
Download All
Ini Ibu. Berkali-kali, Ibu mendaftar pekerjaaan, tapi, tidak sekalipun lolos. Padahal, secara pendidikan, Ia seorang sarjana, seperti saya. Sampai adikku lewat balita, Ibu masih mencoba, namun tetap saja belum rezeki. Akhirnya, kesehariannya pun penuh di rumah.

Ia adalah orang yang paling sering membuka tudung saji;
Ia adalah orang yang paling boros menggunakan air;
Ia adalah orang yang paling senang membuka mulut;
Ia adalah orang yang paling lama di rumah.

Ia juga yang paling serius merawat tanaman;
Ia juga yang paling kerap tidur, bangun, dan tidur lagi dalam sehari;
Ia juga yang paling ekstrover, bahkan dengan daun dan bunga sekalipun;
Ia juga yang paling gemar marah, tanpa satu pun kami sakit hati.

Ibu suka ketika hari kami berjalan lancar.
Ibu menikmati ketika rumah terlihat seperti biasanya.
Ibu adalah pelindung keluarga. taken in Surakarta by @napitupulusanggam
28
2 years ago
Download
Untuk adikku, Saurma.

Saurma, kamu sudah besar.
Kamu sudah cukup besar untuk meraih sesuatu yang aku gagal.
Kamu sudah punya cukup alasan untuk melawanku.
Kamu sudah cukup pintar untuk tidak lagi meminta pendapatku.
Kamu sudah cukup kuat untuk memeluk atau memukulku dengan tangan ataupun kalimatmu.
Kamu bahkan sudah bisa menjaga orang yang dulu menjagamu.

Mungkin dalam waktu singkat (atau rasanya seperti itu), kamu akan memilih jalanmu sendiri.
Aku yakin kamu siap, karena kamu punya banyak teman dan keberanian.

Abang minta maaf karena bagiku, tangisanmu candu dan buatku tertawa.
Abang minta maaf suka nyeletuk, kebetulan kejadian, dan kamu gagal bepergian.

Kuharap kamu bahagia di hidupmu.
Kuharap kita bisa ke Bali lagi, mungkin lain waktu dengan Bapak, Ibu, dan Kakakmu yang aneh itu.

• Nyepi, 2025 taken in Bali, Indonesia by @napitupulusanggam
12
a year ago
Download
Setelah membeli Kodak Charmera, pertemanan Aji dan Sanggam jadi memanas. Mereka bersaing untuk membuktikan bahwa jelek itu juga baik yang baru. Tidak semua pemenang itu adalah yang terbaik, bisa jadi yang terburuk. Dengan menggandeng pria cirebon itu a.k.a Yuga, mereka mencatatkan pengalamannya menemukan keikhlasan dalam pencapaian visual melalui zine yang mereka sebut "Nrimo ing Punkdum".

Melalui zine ini Aji dan Sanggam beradu foto masing-masing dan kalian bisa ikut terlibat dalam pertempuran ini untuk menentukan siapa pemenangnya! 

Fotozin "Nrimo ing Punkdum!"
Aji Susanto Anom
Sanggam Napitupulu @napitupulusanggam 
Editor: Kurnia Ngayuga Wibowo @yugaknow 

Harga: 110.000 IDR
Spesifikasi: A6-Bookpaper-30 halaman
Dipublikasikan 2026

Pemesanan melalui DM format pemesanan (Nama dan Alamat) ke akun @ajisusantoanom atau wa ke 088745557777 (dibalas diantara waktu momong bayi)

menerima reseller, jastip atau konsinyasi UMKM

#seporsikeikhlasan
#nrimoingpunkdum taken in Mojosongo,Solo by @napitupulusanggam
10
2 months ago
Download
Tadi siang jalan-jalan ke mal, beli teh, nomor antrean 77.
Siang lapar, makan dadar beredar, nomor antrean 77.
Semalam tidur pakai celana basket, nomornya 77. Malam ini ngopi, telepon Ibu, katanya Mbah habis ulang tahun ke 77, dua hari yang lalu.
Ternyata dari siang diingetin.

Dua hari yang lalu aku ngantor. Lembur.
Lemburnya gak lupa diinput.
Tapi, ulang tahun Simbah sendiri lupa disebut.

Ibu bilang aku pelupa,
Padahal aku memang gak pernah bener-bener masukin informasinya.

Prioritas artinya menempatkan sesuatu lebih dalam sehingga lebih mudah dijangkau. Gak perlu dipikirin, karena waktu bernapas aja udah ingat.

Maaf ya Mbah, cucumu lupa.
Selamat ulang tahun Mbah Putriku, semoga senyam senyum terus taken in Surakarta by @napitupulusanggam
5
2 months ago
Download
Setahun yang lalu, aku merantau.
Orang pertama yang aku kenal adalah Fuad.

Setahun kemudian,
Semua orang yang aku kenal adalah Fuad.
Fuad kenal semua orang. taken in Bali, Indonesia by @napitupulusanggam
11
4 months ago
Download
Tahun lalu aku habiskan belajar fotografi.
Tahun ini, waktuku habis di jalan dan pelan-pelan menghapus apapun yang kuingat perihal merekam visual.

Riwayat cita-citaku secara singkat adalah sebagai berikut:
Waktu aku kecil, aku sempat pengin jadi Romo.
Besar sedikit, aku pengin jadi dokter.
Mulai SMP, aku berpikir bahwa jadi pengusaha itu keren.
Tapi, jatuh hati lah akhirnya dengan fotografi: rasa-rasanya menyenangkan menjadi seniman.
Tanpa pedoman dan berusaha generalis, aku akhirnya melanjutkan studi yang bahkan kemampuan dasar utamanya (Bahasa Inggris) tak kupunyai.

Semakin ke sini, semakin ke sana.
Aku berpikir keras dan ternyata kudapati bahwa aku cuma pengin jadi orang yang:
Rajin olah raga.
Tidak merokok.
Tidak mabuk.
Tangguh.
Fokus.
Ingat Tuhan.
Setia dengan pasangan.
Cinta keluarga.
Hidup layak.
Bermanfaat untuk sesama.

Makin kupikir-pikir dengan keras, yang kudeskripsikan adalah sifat bapakku sendiri.
Dari Romo Mangun, Wittgenstein, atau Trent Parke, ternyata yang kukenal betul hanyalah bapakku sendiri.
Sejak aku bekerja dan hidup dengan kumpulan orang asing, yang kudapati adalah jejak dan wajah bapakku yang sudah lebih dulu merasakannya sendiri.
Semakin aku jauh dari rumah, semakin aku mengenal bapakku sendiri.

Alangkah lamanya untuk akhirnya kusimpulkan bahwa yang kucita-citakan adalah menjadi:
Lebih sehat, tapi tetap seperti bapakku sendiri.
Aku (tak ingin) membiarkan bapakku sendiri. taken in Kintamani by @napitupulusanggam
25
8 months ago
Download
Tralalero Tralala or Bombardino Crocodilo? by @napitupulusanggam
2
a year ago
Download
the boys taken in Taman Kasmaran by @napitupulusanggam
17
2 years ago
Download
Selain langsung memindahkan foto-foto baru, unik, dan cantik (menurutku), aku juga suka menyelam lagi ke arsip-arsip lama. Mencoba peruntungan kalau-kalau di situ ada foto bagus yang lupa diamankan. Tapi, lebih sering ternyata, kucobai foto yang 'jelek' dan 'tersisih' itu untuk lalu menghargainya: menelaah ide dan mengingat kembali momen yang ingin direkam.
Sebetulnya, aku lebih suka memotret dengan spontan, sebab kesannya jujur dan tanpa sekat. Maka dari itu, secara profesional, aku juga menikmati jika fotografernya lebih dari satu, hitung-hitung keberadaanku tidak selalu jadi pusat perhatian. Meski begitu, selalu kucatat perkiraan-perkiraan gaya yang mungkin jadi acuan. Proses penulisan pose-pose itu cukup memaksaku berimajinasi dan membantu melatih ekspektasi penglihatan. Perkara terpakai atau tidak, bagus atau jelek, adalah perkara waktu. Bisa jadi, suatu saat idenya tersempurnakan, bisa jadi, foto yang ada terlihat bagus karena momennya tidak terulang.
•
Archive rummaging
Wisuda Daniel taken in Balairung UGM by @napitupulusanggam
4
2 years ago
Download
Selamat malam, selamat istirahat, Selamat Haornas bagi insan-insan (pendukung) olahraga!
Mari berdoa supaya istirahat cukup, isi dompet pun cukup buat libas promo 9.9! taken in Poland by @napitupulusanggam
6
2 years ago
Download
Happy monday y'all... Here are some snaps from my recent trip to Bali.
Commemorating #WorldPhotographyDay I wish you would take a decent picture today.. if you are still nervous on the street, just please repeat after me, "photography is hard, photography is easy." Good luck! 🦸🏼‍♀️😉 taken in Bali, Indonesia by @napitupulusanggam
3
2 years ago
Download
Selfies taken in Indonesia by @napitupulusanggam
3
2 years ago
Download
×

Download all media on this page

Photos Videos
back to up