Instagram story viewer> @naqi.reads> Posts
839
followers
971
following
XNFX
@gerakan_1week1book 2018OWOB0554
#Naqiibaca
🙋🏽‍♀️ @naqiibah
🏠 @lapak.naqi
📖 2024: 10/60
POSTS STORIES REELS TAGGED
Buku ini berangkat dari pertanyaan mendasar, Apakah mungkin seseorang yang hidupnya serba-biasa dan penuh kekurangan bisa terkoneksi dengan Al-Qur'an? 

Gus Nadir menjawab bisa saja karena Al-Qur'an tidak pernah pilih kasih. Kitab suci ini tidak hanya hadir bagi mereka yang tekun beribadah sepanjang malam atau pakar kitab, tetapi juga menyapa siapa saja.

Jadi isi buku ini adalah tafsir Juz Amma dengan pendekatan baru, kisah naratif kontemporer yang memadukan makna ayat dengan pergulatan hidup sehari-hari. Buku ini berisi Prolog, 39 bab kisah naratif serta epilog yang epic. Nah, setiap bab berisi kisah sesuai surat, penjelasan tafsir surat yang dibahas lalu ditutup dengan doa yang terkait dengan makna surat yang dibahas. 

Sebelum datang ke booklaunch 99 Asmaul Husna kemarin, aku menyempatkan untuk membeli buku ini, lalu membaca bagian satu surat favorit. Terhenyak. Tertampar banget.

Apabila datang pertolongan Allah dan kemenangan. Taufan terdiam, merenungkan ayat pertama itu. Ia teringat tafsir yang pernah ia dengar, Pertolongan Allah, kata sang guru, datang setelah ujian yang berat. Kemenangan yang sesungguhnya bukan hanya hasil akhir, tetapi juga proses perjuangan yang membawa kita lebih dekat kepada Allah. (halaman 37) 

Tenang saja, buku ini menggunakan bahasa yang ringan dan mudah dipahami. Kisah naratif yang inspiratif karena memang sangat terkait dengan kehidupan maupun masalah yang dihadapi manusia masa kini. 

Ketika Quran Jatuh di Hati Hamba yang Merasa Biasa • Prof. Dr. Nadirsyah Hosen • Bentang Pustaka • Juli 2026 ( cetakan kesepuluh) • xiii+326 hlm. 

#Naqiibaca #gerakanowob #bentangpustaka #ketikaquranjatuhdihatihambayangmerasabiasa by @naqi.reads
1
10 days ago
Download
Akhir-akhir ini aku memang merasa jenuh dan penuh sama kerjaan. Ada satu momen saat pusing banget dan capek, sudah merasa kembali ke jalan Tuhan, shalat maupun ngaji dan dzikir tapi ternyata masih hampa.

Pas tau buku ini launching di #MuktamarNU35 kemarin, auto daftar karena sudah lama nggak baca karya Prof. Nadirsyah. Jadi pas ikut booklaunch, bisa langsung pegang bukunya dan baca di tempat.

Sesuai judulnya, buku ini berisi tentang pemahaman dan uraian yang membuka sudut pandang baru tentang asmaul husna berjumlah 99 ini. Uniknya, pembahasan asmaul husna dalam buku ini tidak urut sesuai urutan asmaul husna yang kita dengungkan biasanya.

Buku ini terbagi menjadi 6 bagian, yang setiap bagian berisi beberapa bab dan selalu ada refleksi sesuai tema. Bagian 1: Retak dan Pusat yang Hilang berisi 10 bab. Bagian 2: Ego, Ambisi dan Ilusi Kemandirian juga berisi 10 bab. Bagian 3: Luka, Takdir dan Kefanaan yang berisi 10 bab juga. Bagian 4: Jiwa yang dibentuk oleh Tauhid berisi 10 bab. Bagian 5: Penciptaan, Cahaya dan Makan yang berisi 10 bab. Dan bagian 6: Pulang dan Penyatuan yang berisi 9 bab dan ditutup Epilog yang sangat epik: ketika semua nama menjadi jalan pulang.

Yang paling berat bukan kesedihan itu sendiri, melainkan kenyataan bahwa hidup tetap berjalan normal, sedangkan kita belum selesai memperbaiki diri. Disitulah saya mulai memahami Al-Jabbar bekerja dengan cara yang tidak selalu terlihat. (Hlm. 127)

Kata Prof. Nadirsyah sendiri buku ini bukan jenis buku yang sudah selesai dibaca, terus ditaruh di rak buku. Tapi harapannya buku ini bisa menjadi teman kita saat ada masalah, kembali ke asmaul husna dan buku ini jadi teman yang memandu kembali.

Dan sepertinya buku ini memang akan jadi teman baikku saat ini. Terima kasih Prof. Nadirsyah sudah menulis dengan indah, apalagi ada doa penutup di tiap akhir bab sesuai asmaul husna yang dibahas. Jadi, bisa sekalian berdoa menggunakan asmaul husna yang indah.

99 Nama Tuhan untuk Jiwa yang Lelah • Prof. Dr. Nadirsyah Hosen • Bentang Pustaka • 2026 • xx+319 hlm. 

#Naqiibaca #gerakanowob #bentangpustaka #99namatuhanuntukjiwayanglelah by @naqi.reads
0
a month ago
Download
Go ahead, have a life! (hlm.13)

Membaca karya ibu @reda.gaudiamo yang ini rasanya dinasehatin secara langsung oleh almh. Ibuk. Terus malah kebayang suaranya ibuk lagi padahal awalnya kebayang suaranya bu Reda baca langsung kata pengantarnya. Yah, lagi kangen-kangennya sama almh. ibuk terus baca buku ini jadi gembeng🥲.

Buku ini apa ya, sejenis nasehat berbentuk puisi atau surat dari sosok orang tua untuk anak yang lagi di fase dewasa yang ruwet sama kehidupan jelang dewasa. Yups, cocok banget jadi teman baca untuk kita yang lagi suntuk-suntuknya menghadapi keriwehan hal-hal duniawi macam pekerjaan, jodoh maupun tentang kehidupan. 

Hai Nak,
Berjanjilah untuk tidak mengulangi kesalahan yang
dilakukan oleh orang tuamu pada anak-anakmu nanti.
Jangan tiru hal-hal buruk yang mereka kenakan padamu. (hlm. 93) 

Hai, Nak! • Reda Gaudiamo • Shira Media • Desember 2025 (cet. xvi) • iv+132 hlm

#Naqiibaca #gerakanoneweekonebook #oneweekonebook by @naqi.reads
0
3 months ago
Download
Para Utusan Lain Sebelum Dia Telah Lahir dan 90 Rangkuman bagi Ali Audah • Sapardi Djoko Damono • Penerbit @shiramedia • 2026 • iv +116 hlm. 

Membaca buku Para Utusan Lain Sebelum Dia Telah Lahir dan 90 Rangkuman bagi Ali Audah bukan sekadar membaca kumpulan puisi religius. Buku ini terasa seperti ruang pertemuan antara tafsir, sastra, dan penghormatan yang sangat personal. Butuh waktu lebih lama untuk meresapi penuh buku ini. 

Eyang Sapardi tidak sedang menafsirkan Al-Qur’an, melainkan menyelami kembali jejak penerjemahan dan perenungan yang pernah dikerjakan Ali Audah terhadap tafsir Abdullah Yusuf Ali. Yang kemudian disebutnya menjadi rangkuman yang ada di sela-sela atau mengawali surah dan ayat yang diterjemahkan Ali Audah. 

Yang menarik, eyang Sapardi hadir di sini bukan hanya sebagai penyair, tapi juga sebagai penjaga jarak. Ia tahu ada hal-hal yang tidak bisa sepenuhnya dipindahkan dari satu bahasa ke bahasa lain. Maka puisi-puisi di buku ini terasa hati-hati dan tenang, tidak meledak-ledak, tapi penuh penghormatan pada makna. 

Mengembaralah dalam ruang dan waktu, dan kau
Akan menyaksikan bahwa kebatilan hanya akan
Menjelma kebatilan. 
—R207.

Sebenarnya jumlah rangkuman ada 300, dalam buku ini hanya terpilih 90 nomor yang mana nomor aslinya sama dengan yang ada dalam kitab asli. Nah, penasaran nggak hasil terjemahan Eyang Sapardi menuliskan 'bayang-bayang' substansi hasil tafsir Yusuf Ali ini?

#Naqiibaca #oneweekonebook #shiramedia #sapardidjokodamono by @naqi.reads
1
5 months ago
Download
Buku Kapan Nanti ini berisi delapan cerita pendek yang semua judulnya diawali dengan huruf 'K'. Dengan sampul merah dan beberapa ilustrasi berwarna, pembaca seperti aku mungkin akan mengira buku ini berisi kisah-kisah yang lucu dan menghibur. Akan tetapi ternyata, isinya tidak seceria sampulnya. Tapi memang sepertinya penulis hobi banget mengecoh seperti ini. Sampul dan judulnya seperti ramah anak tapi nggak ramah isi otak dan hati para pembaca dewasa🤧. 

Ketidaktahuan adalah keahlian yang sangat berharga bagi mereka yang ingin bahagia (hlm. 31).

Membaca buku ini rasanya campur aduk dan penuh pikiran😆. Gimana tidak delapan cerita pendek ini penuh kesedihan, kesengsaraan, dan kesuraman. Beberapa cerita perlu dipikir ulang makna yang disampaikan. Nggak ada cerah-cerahnya euy! Sungguh sangat penulis jadi penipu yang ulung dengan sampul!

"Ketika seseorang hilang dan tidak bisa meralat gosip yang disampaikan mengenai dirinya, ada banyak sekali hal-hal yang diucapkan dalam kesan seolah pernah ada kedekatan antara orang yang bercerita dan yang diceritakan". (hlm. 98).

Kapan Nanti • Ziggy Zezsyazeoviennazabrizkie • Gramedia Pustaka Utama • 2023 • 142 hlm

#Naqiibaca #gerakanoneweekonebook #kapannanti #ziggyzezsyazeoviennazabrizkie by @naqi.reads
0
7 months ago
Download
Yang Tak Terkatakan Tentang Menuju Dewasa • Okki Sutanto • November 2025 • Penerbit Pop (imprint KPG) • xi+217 hlm

Buku ini berisi 40 tulisan pilihan Bang @OkkiSutanto dari masa kuliah hingga masa sebelum sekarang sih, yang pasti belum masa rezim yang sekarang. 

Masuk genre buku pengembangan diri sih tapi gaya penulisannya kayak lagi ngobrol aja. Ga ada kesan menggurui, tapi aku jadi belajar banyak dari pov penulisnya.

"Emosi lebih sering memegang kendali, dibanding logika. Manusia juga punya banyak bias dan limitasi untuk bisa berpikir objektif menyoal keuangan." hlm. 98

Isi bukunya nih banyak banget, mulai soal hidup dan pendewasaan mulai dari belajar keuangan, basic humanity, cara berpikir, merawat kepekaan sosial dan politik, pendewasaan, sampe bahas soal kematian. 

Pada tiap cerita dicantumkan tanggal tulisan, dengan tujuan agar kita bisa mendapatkan konteks serta latar waktu ketika tulisan itu dibuat. Beberapa di antaranya masih terbilang baru. Ya tentu saja karena hingga hari ini pun masih menjalani proses pendewasaan.

So, buku ini cocok untuk dibaca kalian yang masih usia 20-30 tahun sih ya. Jadi teman yang asyik juga sih bagi kalian yang berusia 30an tahun ke atas. Bahasanya mudah dimengerti berasa dengerin temen curhat. 

#Naqiibaca #gerakanoneweekonebook #oneweekonebook #payungliterasimalang by @naqi.reads
3
9 months ago
Download
Bahasa Pohon-Pohon Tumbang adalah kumpulan puisi terbaru karya M. Aan Mansyur. Buku ini berisi puisi-puisi yang berbicara tentang duka, kehilangan, kekerasan, dan kerusakan, baik pada manusia maupun alam, dengan bahasa yang lirih tapi menghantam pelan.

Bahasa Pohon-Pohon Tumbang bukan kumpulan puisi yang berisik. Tidak ada teriakan, tidak ada dramatika berlebihan. Yang ada justru sunyi yang membuat kita sadar bahwa ada sesuatu yang runtuh, dan kita sedang berdiri di dekatnya.

Aan Mansyur menulis seolah-olah kata-kata pun tahu batas. Ia tidak memaksa luka untuk bercerita panjang. Ia membiarkannya hadir, seperti pohon tumbang: diam, besar, dan tak bisa diabaikan.

berapa banyak
kuburan massal hidup
kita hari ini
(hlm.44) 

Tentang kehilangan yang tidak selalu diberi nama. Tentang alam, tubuh, dan perasaan yang sama-sama bisa tumbang tanpa sempat pamit.

Membaca buku ini rasanya seperti berjalan di hutan setelah hujan deras. Tidak ada penjelasan apa yang terjadi, tapi kita tahu: sesuatu telah jatuh. Dan kita diminta menghormatinya dengan langkah pelan.

Beberapa puisi terasa terlalu singkat. Tapi justru di situlah bebannya. Seperti kabar duka yang disampaikan tanpa banyak kata dan tidak memberi ruang untuk menyangkal.

Buku ini tidak menawarkan penghiburan. Ia tidak mencoba menenangkan. Ia hanya jujur bahwa memang ada hal-hal yang rusak, dan bahasa kita sering kali kalah oleh peristiwa. 

Yang unik di buku ini berisi 64 bagian yang terdiri dari judul dan format .img. Nah, format .img ini dicetak dengan warna hijau muda dan pink yang penulisan puisinya dilayout sedemikian rupa. 

6. bukankah kita tidak dapat menjalani hidup tanpa suka & tetap menjadi diri kita sendiri? 
hari-hari yang lumrah (hlm. 132) 

Bahasa Pohon-Pohon Tumbang • M. Aan Mansyur • Gramedia Pustaka Utama • 2025 • 168 hlm

#Naqiibaca #gerakanoneweekonebook #oneweekonebook #payungliterasimalang by @naqi.reads
0
9 months ago
Download
Kalau memang saya tidak dapat lagi memikulnya, saya perlu melepaskannya. Barangkali tidak semua hal mesti terselesaikan dan terjawab, karena pada akhirnya orang tidak selalu punya kesanggupan untuk itu. (hlm. 151) 

Butuh waktu lama untuk menyelesaikan buku ini. Bolak-balik berhenti dan ditinggal, akhirnya re-read lagi dari awal di tahun baru ini. Masih sama, butuh waktu 8 hari ini untuk menyelesaikannya. Hehe. 

Kenapa lama? Ehe. Membaca buku ini rasanya seperti bercermin terlalu lama.

Penulis tidak menulis dengan nada marah. Ia juga tidak sedang mengadili orang tua. Yang ia lakukan adalah sesuatu yang lebih sunyi: mengakui bahwa luka itu ada. Dan pengakuan, ternyata, adalah hal yang paling melelahkan.

Tentang anak yang dibesarkan untuk 'kuat', tapi tak pernah diajari merasa aman. Tentang dewasa yang tampak baik-baik saja, namun mudah runtuh oleh hal kecil. Tentang kita yang sering tidak sadar sedang menggendong versi kecil diri sendiri yang masih menangis.

Yang paling jujur dari buku ini: ia tidak menawarkan penyembuhan instan. Tidak ada janji 'setelah ini kamu akan utuh'. Yang ada justru pengingat bahwa berdamai adalah proses panjang, dan dewasa bukan berarti luka otomatis sembuh.

Anak bukan buku kosong tempat orang tua bebas menorehkan apa saja sekehendak mereka. Mereka tidak boleh abai bahwa peran orang tua yang ideal adalah sebagai pembimbing, pemandu, atau fasilitator, bukan atasan, penguasa, apalagi diktator. (hlm.194) 

Si Kecil yang Terluka dalam Tubuh Orang Dewasa • Patresia Kirnandita • EA Books • Oktober 2023 (cet. ketujuh) • xviii+230 hlm. 

#Naqiibaca #gerakanoneweekonebook #oneweekonebook #payungliterasimalang taken in Batu, Malang, Jawa Timur by @naqi.reads
0
9 months ago
Download
Buku ini berisi 40 tulisan catatan perjalanan penulis selama bertugas menjadi petugas haji sebagai konsultan dan pembimbing ibadah haji pada tahun 2024 lalu. Sebenarnya tulisan ini sudah dimuat di beberapa media online. Tapi oleh beliau dijadikan kompilasi catatan perjalanan haji. 

Tapi bukan sekadar catatan sebagai petugas haji, buku ini juga menceritakan beberapa tempat bersejarah yang jarang diketahui orang. Seperti Bi'rul Ghars atau sumur Ghars yang termasuk diantara 7 sumur Nabawi yang terkenal, ada jendela Abu Bakar yang ada di masjid Nabawi menghubungkan rumah Abu Bakar dan masjid Nabawi, juga ada masjid Imam Bukhari yang dulunya merupakan rumah Imam Bukhari saat menulis Shahih Bukhari.

Buku ini juga menceritakan betapa berat menjadi konsultan dan pembimbing ibadah yang sangat butuh kesiapan fisik ini. Tak sedikit kondisi jamaah di lapangan yang lansia yang belum menyelesaikan rukun-rukun haji karena kondisi tidak memungkinkan dsb. Banyak sekali pertanyaan seputar fiqih haji di lapangan yang sangat butuh legitimasi dalil secara cepat. Karena sesuai dengan judul buku ini, memang surga bukan milik satu mazhab. 

Surga Bukan Milik Satu Mazhab • Achmad Shampton • CV Gerbang Media Aksara • 2025 • viii+176 hlm. 

#Naqiibaca #gerakanoneweekonebook by @naqi.reads
0
10 months ago
Download
Kali ini baca buku barunya mbak Okky bukan dalam bentuk cerpen, novel atau opini. Tapi kumpulan sajak puisi. Yups, tapi seperti biasa tulisan mbak Okky tajam, kritis dan mengangkat isu sosial, politik yang terjadi dalam negeri ini. 

Nah, buku puisi ini tuh kayak orang yang udah terlalu lama hidup di negeri +62: capek, jujur, terus muak akhirnya ngomong apa adanya.
Bahkan daftar isinya aja sudah seperti headline kondisi negara kita. 
Ada "Kucing di Negeri Tikus"—ya jelas, soalnya tikusnya makin subur.
Lalu "Ketek Oligarki"—judul yang bikin kita sadar: ternyata yang bau bukan cuma korupsi.
Belum lagi "Fufufafa" yang dipertanyakan menjadi ideologi? 
Dan "Kentut Kemerdekaan", karena mungkin begitulah rasanya merdeka kalau yang bebas hanya bau-nya, bukan rakyatnya.

Di tengah semua itu, mbak Okky tetap sempat-sempatnya menulis "Bunga Dusta", "Khotbah Kebinatangan", "Menggelinding"—puisi untuk kamu yang sudah terlalu sering mendengar janji-janji manis yang lebih cocok masuk kompos untuk menyuburkan tanaman daripada catatan sidang.

100 sajak ini memang buku yang isinya berkesadaran penuh menertawakan kenyataan sambil memeluk luka. Bacanya enak, rasanya pedas, dan efek sampingnya: bikin kamu merenung, marah, lalu tersenyum kecut.

Sajak-sajak mbak Okky di dalam buku ini memang sebuah bentuk keberanian protes, keberpihakan dan keresahan sebagai warga biasa — jelata. Dalam hari-hari yang gelap dan penuh ketidakjelasan, pada sajak kita temukan kekuatan dan perlindungan. 

Tapera

Aroma kopiku pagi ini
aroma kemarahan
menguar dari kotak tabungan;
tabungan penderitaan

UKT
Tapera berberak-berak

pemerasan demi pemerasan
yang tersisa tinggal 
ampas harapan

Mei 2024 (hlm.36) 

Kita adalah Jelata 100 Sajak • Okky Madasari • Penerbit KPG • 2025 •  xii+115 hlm

#Naqiibaca #gerakanoneweekonebook #okkymadasari #payungliterasimalang by @naqi.reads
2
a year ago
Download
Buku ini menceritakan tentang Evan, seorang anak laki-laki yang tinggal di kota kecil bernama Martinville. Suatu hari, ia menemukan rak buku mini misterius di perpustakaan kecil gratis yang ada di taman kota. Di dalamnya ada beberapa buku hilang dari perpustakaan kota yang terbakar 20 tahun lalu.

Dengan rasa penasaran, Evan mulai membaca buku-buku itu dan tanpa sadar ia membuka jejak masa lalu kota, termasuk rahasia tentang perpustakaan yang hilang dan orang-orang yang terlibat di dalamnya. Mulailah petualangannya. 

Buku ini emang diperuntukkan anak-anak dan remaja. Tapi kita yang dewasa seru juga baca novel anak remaja petualangan lagi, apalagi menyangkut perpustakaan. Plot twist di ending mudah ketebak sih ya. 

"Aku berharap kau berencana mengembalikan buku-buku ini ke raknya, Sayang! Mengembalikan buku ke rak adalah prioritas." hlm 125.

The Lost Library • Rebecca Stead dan Wendy Mass • Gramedia Pustaka Utama • April 2025 (cet.iii) • 240 hlm. 

#Naqiibaca #oneweekonebook #owobmembaca2025 #payungliterasimalang by @naqi.reads
2
a year ago
Download
Namaku Alam ini merupakan novel karya Leila S. Chudori yang dibungkus dalam bentuk cerita fiksi sejarah. Novel ini menceritakan kisah hidup Segara Alam, yang namanya muncul pada bagian akhir novel Pulang, anak Dimas yang lahir dan tumbuh di Indonesia. 

"Jika kalian ingin memahami sejarah dengan gairah, kalian harus memulai dengan sejarah dirimu". (hlm.16) 

Segara Alam tumbuh dengan anugerah photographic memory, tapi juga dengan beban: label “anak pengkhianat negara.” Di sekolah ia sering jadi sasaran perundungan, sementara di rumah ia hidup dalam kehilangan sosok ayah. Latar novel Namaku Alam ini berada pada tahun 1965-1982.

Lewat kisah hidup Alam, kita akan diajak menelusuri bagaimana stigma "musuh negara" diwariskan, bukan hanya kepada pelakunya, tetapi juga keturunannya. Beban yang terus membayangi meskipun generasi baru itu tidak pernah melakukan kesalahan yang dituduhkan pada orang tuanya.

Bu Leila menulis dengan hangat dan bahasa yang ringan cocok banget buat para remaja yang mau tau dan memahami sejarah Indonesia yang disembunyikan, membuat trauma turun-temurun terasa dekat, bahkan akrab. Rasanya seperti diingatkan: masa lalu tak pernah benar-benar pergi, tapi kita bisa memilih cara untuk hidup dengannya.

"Sejarah yang kita pelajari adalah sebuah studi sistematis dari dokumentasi, buku, penelitian dan apapun yang tertulis dari berbagai medium tentang peristiwa dan orang-orang di masa lalu. Karena temuan sejarah selalu saja terungkap di kemudian hari, maka itulah sebabnya kita selalu menganggap sejarah adalah ilmu yang tak pernah selesai." (hlm. 355-356) 

Namaku Alam • Leila S. Chudori • Penerbit KPG • 2023 (cetakan ke dua) • ix+438 halaman

#Naqiibaca #gerakanoneweekonebook #owobmembaca2025 #payungliterasimalang by @naqi.reads
0
a year ago
Download

Download All

Save the photos and videos currently loaded on this page.

0Photos
0Videos
Ready to download 0 / 0

Keep this tab open until your download is ready.

back to up