Instagram story viewer> @malaikatmaut1871> Post
a month ago
May Day Bandung 2026: Tontonan Advokasi dan Advokasi Sebagai Tontonan

Kami tidak mengenal Mpe secara pribadi—setidaknya sebelum kasus ini mempertemukan kami. Kami bukan bagian dari lingkar advokasi, bukan aktivis, bukan, dan bukan pula orang yang biasa ikut-ikutan ramai-ramai di balik layar gerakan. Kami hanyalah para liyan. Tapi kami jelas berpihak kepadanya. Anak muda Bandung yang ditangkap saat aksi May Day 2026 karena terlibat pembakaran, yang lalu dengan cepat dijerat tuduhan terorisme setelah Densus 88 menemukan koordinasi yang dilakukan oleh Mpe dan kawan-kawannya dalam grup WhatsApp. Konsekuensinya? Hukuman yang jauh lebih berat, tentu saja. Apakah Mpe sembrono? Tentu saja, tapi itu soal lain.

Awalnya beredar kabar bahwa ia sudah didampingi pengacara dari jaringan advokasi di Bandung. Foto surat penangkapan beredar, asumsi pun menyebar dengan nyaman. Tak seorang pun berpikir ada masalah yang tak tersentuh. Ternyata, setelah tiga minggu, baru terbongkar: Mpe tidak mendapat pendampingan independen sama sekali. Polisi hanya menyodorkan pengacara pilihan mereka sendiri. Pengacara “netral” yang katanya melindungi hak tersangka, tapi berdasarkan pengalaman mereka yang pernah berurusan dengan hukum, dalam praktiknya bekerja untuk penyidik. Hasilnya? Interogasi panjang tanpa perlindungan yang sesungguhnya—proses disiplin khas sistem peradilan yang tidak sekadar menghukum, melainkan mendisiplinkan tubuh dan jiwa, mengubah manusia menjadi objek yang mudah dikendalikan melalui pengawasan, isolasi, dan tekanan sistematis. Sesuatu yang telah terintegrasikan dengan baik ke dalam masyarakat.

Lanjut baca link di bio
0
Posted On: June 26th 2026, 03:21 am
May Day Bandung 2026: Tontonan Advokasi dan Advokasi Sebagai Tontonan

Kami tidak mengenal Mpe secara pribadi—setidaknya sebelum kasus ini mempertemukan kami. Kami bukan bagian dari lingkar advokasi, bukan aktivis, bukan, dan bukan pula orang yang biasa ikut-ikutan ramai-ramai di balik layar gerakan. Kami hanyalah para liyan. Tapi kami jelas berpihak kepadanya. Anak muda Bandung yang ditangkap saat aksi May Day 2026 karena terlibat pembakaran, yang lalu dengan cepat dijerat tuduhan terorisme setelah Densus 88 menemukan koordinasi yang dilakukan oleh Mpe dan kawan-kawannya dalam grup WhatsApp. Konsekuensinya? Hukuman yang jauh lebih berat, tentu saja. Apakah Mpe sembrono? Tentu saja, tapi itu soal lain.

Awalnya beredar kabar bahwa ia sudah didampingi pengacara dari jaringan advokasi di Bandung. Foto surat penangkapan beredar, asumsi pun menyebar dengan nyaman. Tak seorang pun berpikir ada masalah yang tak tersentuh. Ternyata, setelah tiga minggu, baru terbongkar: Mpe tidak mendapat pendampingan independen sama sekali. Polisi hanya menyodorkan pengacara pilihan mereka sendiri. Pengacara “netral” yang katanya melindungi hak tersangka, tapi berdasarkan pengalaman mereka yang pernah berurusan dengan hukum, dalam praktiknya bekerja untuk penyidik. Hasilnya? Interogasi panjang tanpa perlindungan yang sesungguhnya—proses disiplin khas sistem peradilan yang tidak sekadar menghukum, melainkan mendisiplinkan tubuh dan jiwa, mengubah manusia menjadi objek yang mudah dikendalikan melalui pengawasan, isolasi, dan tekanan sistematis. Sesuatu yang telah terintegrasikan dengan baik ke dalam masyarakat.

Lanjut baca link di bio

More posts

back to up